Emas Tembus US$ 5.000, Investor Bidik Level Selanjutnya

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 21 Februari 2026 - 14:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Harga emas dunia kembali menembus level psikologis US$ 5.000 per ons troi pada perdagangan pekan ini. Kenaikan ini memperkuat tren bullish di tengah ketidakpastian global dan lonjakan permintaan aset safe haven.

Pelaku pasar menempatkan level US$ 5.000 sebagai titik krusial. Angka ini menentukan arah pergerakan harga berikutnya.

Katalis Kenaikan Harga Emas

Sejumlah faktor fundamental dan sentimen global mendorong reli emas.

Ketegangan Geopolitik

Konflik di beberapa kawasan meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar. Investor global pun mengalihkan dana ke emas untuk melindungi nilai aset mereka.

Permintaan Safe Haven

Perlambatan ekonomi dan volatilitas pasar saham memperkuat arus dana ke logam mulia. Investor memilih emas untuk menjaga stabilitas portofolio.

Pembelian Bank Sentral

Sejumlah bank sentral menambah cadangan emas dalam beberapa bulan terakhir. Langkah ini memperkuat struktur permintaan global dan menopang harga.

Faktor Ekonomi Global

Selain faktor geopolitik, dinamika ekonomi makro turut menggerakkan harga emas.

Baca Juga :  Harga Emas ANTAM Naik Jadi Rp3,059 Juta per Gram

Arah Suku Bunga AS

Pelaku pasar terus memantau kebijakan suku bunga Amerika Serikat. Ketika bank sentral AS menahan atau menurunkan suku bunga, investor meningkatkan eksposur ke emas karena imbal hasil aset berbunga melemah.

Pergerakan Dolar AS

Nilai tukar dolar AS turut memengaruhi harga emas. Pelemahan dolar mendorong kenaikan emas karena investor global dapat membeli logam mulia dengan biaya lebih rendah.

Analisis Teknikal: Uji Level US$ 5.000

Analis teknikal menempatkan level US$ 5.000 sebagai area support baru. Harga yang bertahan di atas level ini membuka ruang kenaikan lanjutan.

Dalam jangka pendek, pelaku pasar menggerakkan harga di kisaran US$ 4.950–US$ 5.050 per ons troi. Fase konsolidasi kerap muncul sebelum pasar menentukan arah berikutnya.

Skenario Pergerakan

Skenario Bullish

Jika ketidakpastian global terus meningkat dan otoritas moneter mempertahankan kebijakan longgar, harga emas berpotensi melanjutkan reli. Sejumlah analis memproyeksikan target di kisaran US$ 5.300–US$ 6.000 dalam jangka menengah.

Baca Juga :  GoPay Tembus 26 Juta Pengguna Aktif, Transaksi Capai 600 Juta per Bulan

Skenario Koreksi

Sebaliknya, investor yang merealisasikan keuntungan dapat menekan harga dalam jangka pendek. Koreksi semacam ini sering muncul setelah periode kenaikan tajam.

Dampak ke Harga Domestik

Kenaikan emas global mendorong pelaku usaha menyesuaikan harga emas batangan di dalam negeri. Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ikut memengaruhi harga ritel.

Investor domestik perlu menentukan momentum masuk secara cermat dan menjaga disiplin manajemen risiko.

Prospek ke Depan

Permintaan fisik yang kuat, aksi beli bank sentral, serta ketidakpastian global masih mendukung tren kenaikan emas. Selama faktor-faktor tersebut bertahan, harga emas memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan.

Namun, dinamika pasar global tetap memicu fluktuasi jangka pendek yang tajam.

Jika Anda ingin, saya bisa lanjutkan dengan gaya lebih agresif ala breaking news ekonomi atau versi feature analisis mendalam dengan sudut pandang investor besar dan hedge fund.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Harga Sawit Jambi Kembali Turun, Petani Mulai Merasa Tertekan
Kantongi HAKI, PT Tren Gen Horizon Mantapkan Langkah di Industri Iklan Digital
GBK Berubah Jadi Mesin Ekonomi Jakarta, Pendapatan Tembus Rp812 Miliar
Shopee Kucurkan Rp165 Miliar Voucher UMKM, Dorong Lonjakan Penjualan Produk Lokal
Mantan Dosen Matematika Ini Bangun Kerajaan Investasi Modern hingga Jadi Miliarder Dunia
Prabowo Dorong UMKM Naik Kelas, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun
Job Fair Jakarta Utara 2026 Dibuka, Puluhan Perusahaan Cari Karyawan Baru dari Berbagai Bidang
AirAsia Siapkan Maskapai Baru, Siap Ekspansi Besar di Tengah Tekanan Harga Minyak
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 15:00 WIB

Harga Sawit Jambi Kembali Turun, Petani Mulai Merasa Tertekan

Rabu, 20 Mei 2026 - 11:47 WIB

Kantongi HAKI, PT Tren Gen Horizon Mantapkan Langkah di Industri Iklan Digital

Senin, 18 Mei 2026 - 04:00 WIB

GBK Berubah Jadi Mesin Ekonomi Jakarta, Pendapatan Tembus Rp812 Miliar

Senin, 18 Mei 2026 - 02:00 WIB

Shopee Kucurkan Rp165 Miliar Voucher UMKM, Dorong Lonjakan Penjualan Produk Lokal

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:00 WIB

Mantan Dosen Matematika Ini Bangun Kerajaan Investasi Modern hingga Jadi Miliarder Dunia

Berita Terbaru