Danantara Siapkan Perombakan Besar Asuransi BUMN, 15 Perusahaan Mengarah ke Tiga Entitas Raksasa

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 3 Juni 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mulai menjajaki konsolidasi perusahaan asuransi milik negara. Langkah ini menjadi bagian dari agenda besar restrukturisasi BUMN yang tengah berjalan.

Danantara tidak hanya ingin menyederhanakan struktur usaha BUMN. Lembaga tersebut juga ingin memperkuat daya saing industri asuransi nasional di tengah kebutuhan modal yang terus meningkat dan persaingan yang semakin ketat.

Pelaku industri melihat rencana itu sebagai peluang untuk membangun perusahaan asuransi yang lebih besar dan lebih kuat. Perusahaan hasil konsolidasi nantinya dapat meningkatkan kapasitas pengelolaan risiko, memperluas layanan, dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi nasional.

Ketua Bidang Kerja Sama Antar Lembaga, Regulator, Stakeholder Dalam Negeri dan Internasional Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Handojo G. Kusuma, menyambut positif langkah tersebut.

“Saya kira lebih bagus kalau kita melihat dia adalah satu perusahaan yang lebih kuat. Yang penting adalah dalam proses mengkonsolidasinya itu seperti apa dan tentunya memperhatikan juga dari nasabahnya masing-masing,” ujar Handojo dalam konferensi pers AAJI, Selasa (2/6/2026).

Prioritaskan Kepentingan Nasabah

Meski mendukung rencana tersebut, Handojo meminta seluruh pihak menempatkan kepentingan nasabah sebagai prioritas utama selama proses konsolidasi berlangsung.

Menurutnya, setiap perusahaan asuransi memiliki produk, layanan, dan basis pelanggan yang berbeda. Karena itu, pengelola konsolidasi perlu menyiapkan strategi transisi yang matang agar pelayanan kepada pemegang polis tetap berjalan lancar.

Handojo menilai keberhasilan merger tidak hanya bergantung pada efisiensi bisnis. Perusahaan juga harus mampu menjaga kepercayaan nasabah yang selama ini menjadi fondasi industri asuransi.

Baca Juga :  KKV Masuk Indonesia, Buka 10 Toko di 6 Kota Besar Bidik Konsumen Muda

Selain itu, perusahaan perlu memberikan kepastian mengenai hak dan kewajiban pemegang polis. Langkah tersebut penting agar masyarakat tidak menghadapi kebingungan selama masa transisi.

“Jadi proses itu sepertinya mungkin masih di dalam penjajakan oleh Danantara,” kata Handojo.

Bagian dari Restrukturisasi Besar BUMN

Danantara memasukkan sektor asuransi ke dalam program restrukturisasi BUMN yang lebih luas.

Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara Dony Oskaria sebelumnya mengungkapkan rencana penyederhanaan jumlah anak usaha dan cucu usaha BUMN dalam beberapa tahun ke depan.

Danantara menargetkan pengurangan jumlah entitas dari 1.043 perusahaan menjadi sekitar 300 perusahaan. Melalui langkah itu, pemerintah ingin membangun perusahaan yang lebih fokus, lebih efisien, dan memiliki skala usaha yang lebih besar.

Dalam kerangka tersebut, sektor asuransi menjadi salah satu prioritas utama.

“Asuransi dari 15 akan menjadi 3, kita akan punya satu life insurance, satu general insurance dan satu credit insurance,” jelas Dony dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta.

Tiga Pilar Baru Asuransi BUMN

Danantara tengah menyusun skema yang membagi perusahaan asuransi BUMN ke dalam tiga kelompok utama.

Kelompok pertama akan fokus pada asuransi jiwa yang melayani kebutuhan perlindungan individu dan keluarga. Kelompok kedua akan menangani asuransi umum yang mencakup perlindungan aset, kendaraan, dan berbagai risiko bisnis.

Sementara itu, kelompok ketiga akan fokus pada asuransi kredit yang selama ini mendukung sektor perbankan dan pembiayaan.

Danantara berharap model spesialisasi tersebut mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperjelas fokus bisnis setiap perusahaan.

Baca Juga :  AirAsia Siapkan Maskapai Baru, Siap Ekspansi Besar di Tengah Tekanan Harga Minyak

Selain itu, perusahaan hasil merger berpotensi memiliki modal yang lebih besar. Kondisi tersebut dapat memperkuat kemampuan mereka dalam bersaing dengan perusahaan swasta maupun pemain global.

Perkuat Daya Saing Industri

Danantara tidak hanya mengejar efisiensi melalui konsolidasi. Lembaga tersebut juga ingin memperkuat fondasi industri asuransi nasional hingga beberapa tahun mendatang.

Perusahaan dengan modal yang lebih kuat biasanya memiliki ruang yang lebih besar untuk mengembangkan produk, memperluas jaringan distribusi, dan mempercepat investasi teknologi.

Kebutuhan perlindungan masyarakat terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, industri asuransi membutuhkan perusahaan yang memiliki fondasi bisnis kuat agar mampu tumbuh secara berkelanjutan.

Pelaku industri pun berharap Danantara menjalankan proses konsolidasi secara terukur dan transparan. Mereka juga meminta seluruh pihak tetap mengutamakan perlindungan konsumen selama proses tersebut berlangsung.

FAQ

Apa tujuan konsolidasi asuransi BUMN?

Danantara ingin membangun perusahaan asuransi yang lebih kuat, efisien, dan kompetitif melalui penyederhanaan struktur usaha.

Berapa jumlah perusahaan asuransi BUMN yang akan bergabung?

Danantara berencana menggabungkan 15 perusahaan asuransi BUMN menjadi tiga entitas utama.

Apa fokus tiga entitas tersebut?

Ketiga entitas akan berfokus pada asuransi jiwa, asuransi umum, dan asuransi kredit.

Apakah nasabah akan terdampak?

Pelaku industri meminta perusahaan menjaga layanan dan hak nasabah agar tetap berjalan normal selama masa transisi.

Kapan Danantara menjalankan merger?

Danantara masih berada pada tahap penjajakan dan belum mengumumkan jadwal final pelaksanaan konsolidasi.(Tim)

Berita Terkait

Harga Sawit Turun di Merangin, Pengepul Keluhkan Keuntungan Menyusut
Pemprov Bengkulu Gandeng TNI, Dorong Ekonomi Daerah Lewat Gotong Royong dan Karya Bhakti
Prajogo Pangestu Rebut Tahta Terkaya RI Juni 2026, Ini Daftar 10 Konglomerat dengan Harta Ratusan Triliun
PMI Manufaktur RI Diperkirakan Masih Tertekan, Ekonom Soroti Dua Tekanan Utama
Harga TBS Provinsi Melebar, Sumbar Teratas, Jambi Papan Tengah, Banten Terendah
Transformasi Telkom Berbuah, Pendapatan Tembus Rp37,2 Triliun
Harga Telur Tak Kunjung Naik, BGN Ultimatum SPPG Belanja Langsung ke Peternak
Tarif Listrik Juni 2026 Tetap, Ini Rincian Biaya per kWh Terbaru
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 15:00 WIB

Danantara Siapkan Perombakan Besar Asuransi BUMN, 15 Perusahaan Mengarah ke Tiga Entitas Raksasa

Rabu, 3 Juni 2026 - 07:00 WIB

Harga Sawit Turun di Merangin, Pengepul Keluhkan Keuntungan Menyusut

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:00 WIB

Pemprov Bengkulu Gandeng TNI, Dorong Ekonomi Daerah Lewat Gotong Royong dan Karya Bhakti

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:00 WIB

Prajogo Pangestu Rebut Tahta Terkaya RI Juni 2026, Ini Daftar 10 Konglomerat dengan Harta Ratusan Triliun

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:00 WIB

PMI Manufaktur RI Diperkirakan Masih Tertekan, Ekonom Soroti Dua Tekanan Utama

Berita Terbaru

Oplus_0

Hukum

Kejagung Geledah Kantor BGN, Aktivitas Lumpuh

Rabu, 3 Jun 2026 - 12:00 WIB