RIAU – Petani kelapa sawit mitra swadaya di Provinsi Riau kembali menghadapi tekanan harga pada awal Juni 2026. Tim penetapan harga yang dikoordinasikan Dinas Perkebunan (Disbun) Riau menetapkan harga tandan buah segar (TBS) untuk periode 3–9 Juni 2026 turun tajam dibandingkan pekan sebelumnya.
Penurunan tersebut menjadi salah satu koreksi harga terbesar dalam beberapa pekan terakhir. Dampaknya paling terasa pada kelompok tanaman menghasilkan usia 9 tahun yang mengalami penurunan hingga Rp437,44 per kilogram.
Kondisi ini muncul seiring melemahnya harga minyak sawit mentah (CPO) dan inti sawit (kernel) di pasar. Akibatnya, harga pembelian TBS yang diterima petani swadaya ikut terkoreksi pada hampir seluruh kelompok umur tanaman.
Harga TBS Usia 9 Tahun Turun ke Rp3.271,91 per Kilogram
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Disbun Riau, Vera Virgianti, menjelaskan bahwa kelompok umur 9 tahun mencatat penurunan tertinggi selama periode penetapan kali ini.
“Sehingga harga pembelian TBS petani untuk periode satu minggu ke depan turun menjadi Rp3.271,91/Kg dan berlaku untuk periode satu minggu ke depan, dengan harga cangkang sebesar Rp26,09/Kg,” kata Vera kepada wartawan, Rabu (3/6/2026).
Menurutnya, tim penetapan harga menggunakan indeks K sebesar 92,87 persen. Pada saat yang sama, harga CPO turun Rp1.726 per kilogram, sedangkan harga kernel merosot Rp1.845,65 per kilogram dibandingkan periode sebelumnya.
Harga CPO dan Kernel Jadi Faktor Utama
Selain penurunan harga komoditas turunan sawit, proses penetapan harga juga dipengaruhi aktivitas penjualan dari sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS).
Vera menyebut beberapa PKS tidak melakukan transaksi penjualan selama periode penghitungan. Karena itu, tim mengacu pada ketentuan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13 Tahun 2024 untuk menentukan harga yang digunakan dalam perhitungan.
“Ada beberapa PKS yang tidak melakukan penjualan, berdasarkan Permentan nomor 13 tahun 2024 pasal 16 maka harga CPO dan kernel yang digunakan adalah harga rata-rata tim, apabila terkena validasi 2 maka digunakan harga rata-rata KPBN,” ujarnya.
Untuk periode ini, harga rata-rata CPO KPBN tercatat sebesar Rp15.344 per kilogram, sementara harga kernel KPBN berada pada level Rp13.400 per kilogram.
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Harga Sawit
Meski harga mengalami penurunan, Disbun Riau menilai perbaikan tata kelola penetapan harga terus berjalan. Pemerintah Provinsi Riau bersama berbagai pemangku kepentingan dan Kejaksaan Tinggi Riau terus memperkuat mekanisme penetapan harga agar berlangsung lebih transparan dan berkeadilan.
“Komitmen bersama ini pada akhirnya tentu akan berimbas pada peningkatan pendapatan petani yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” pungkas Vera.
Daftar Harga TBS Mitra Swadaya Riau Periode 3–9 Juni 2026
1. Umur 3 tahun: Rp2.541,03/Kg
2. Umur 4 tahun: Rp2.829,24/Kg
3. Umur 5 tahun: Rp3.031,63/Kg
4. Umur 6 tahun: Rp3.146,91/Kg
5. Umur 7 tahun: Rp3.218,17/Kg
6. Umur 8 tahun: Rp3.256,58/Kg
7. Umur 9 tahun: Rp3.271,91/Kg
8. Umur 10–20 tahun: Rp3.240,05/Kg
9. Umur 21 tahun: Rp3.187,66/Kg
10. Umur 22 tahun: Rp3.126,75/Kg
11. Umur 23 tahun: Rp3.057,46/Kg
12. Umur 24 tahun: Rp3.004,86/Kg
13. Umur 25 tahun: Rp2.961,88/Kg
14. Umur 26 tahun: Rp2.946,34/Kg
15. Umur 27 tahun: Rp2.922,48/Kg
16. Umur 28 tahun: Rp2.877,11/Kg
FAQ
Mengapa harga TBS sawit mitra swadaya Riau turun?
Harga TBS turun karena harga CPO dan kernel mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan pekan sebelumnya.
Berapa harga TBS tertinggi pada periode 3–9 Juni 2026?
Harga tertinggi berada pada kelompok umur 9 tahun, yakni Rp3.271,91 per kilogram.
Berapa indeks K yang digunakan dalam penetapan harga?
Tim penetapan harga menggunakan indeks K sebesar 92,87 persen.
Berapa harga rata-rata CPO dan kernel KPBN saat ini?
Harga rata-rata CPO KPBN tercatat Rp15.344 per kilogram, sedangkan kernel KPBN sebesar Rp13.400 per kilogram.
Kapan harga tersebut berlaku?
Harga berlaku untuk periode 3–9 Juni 2026 sesuai hasil rapat penetapan harga TBS mitra swadaya Provinsi Riau.(Tim)









