Harga Cabai di Kerinci Anjlok, Petani Merugi

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 11 April 2026 - 20:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

KERINCI – Harga cabai di tingkat petani di Kabupaten Kerinci turun tajam dalam beberapa pekan terakhir. Penurunan ini langsung menekan pendapatan petani.

Petani menjual cabai ke gudang penampungan dengan harga Rp16 ribu hingga Rp18 ribu per kilogram. Pedagang eceran kemudian menjualnya di kisaran Rp20 ribu hingga Rp22 ribu per kilogram.

Muhammad Amin, petani cabai di Kerinci, mengaku merugi akibat kondisi ini. Ia menilai harga jual tidak sebanding dengan biaya produksi yang terus naik.

Baca Juga :  Gubernur BI Ungkap 3 Tantangan Besar Ekonomi Indonesia

“Dengan harga seperti ini, kami rugi. Harga pupuk mahal. Obat-obatan naik. Ongkos angkut juga tinggi. Hasil jual tidak menutup biaya,” kata Amin, Sabtu.

Ari, petani lainnya, juga merasakan tekanan yang sama. Ia menyebut kondisi ini mengancam keberlanjutan usaha tani.

“Petani sekarang tertekan. Modal besar, tapi hasil kecil. Kalau kondisi ini terus terjadi, banyak petani akan berhenti menanam cabai,” ujar Ari.

Baca Juga :  PMI Manufaktur RI Diperkirakan Masih Tertekan, Ekonom Soroti Dua Tekanan Utama

Petani meminta pemerintah segera bertindak. Mereka berharap pemerintah menstabilkan harga dan mengatur distribusi. Petani juga membutuhkan bantuan biaya produksi.

Tanpa langkah jelas, harga akan terus berfluktuasi. Kondisi ini akan terus merugikan petani sebagai pihak paling rentan dalam rantai pasok cabai.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Usai DPR Ketok Palu UU PPSK, BI Ungkap Langkah Besar yang Segera Dijalankan
Juni Jadi Penentu Nasib Ojol, Driver Desak Aturan Komisi 8 Persen Segera Berlaku
Aturan Baru Ojol dan E-Commerce: Mendag Perketat Transaksi Digital, UMKM hingga AI Diawasi
Pemutihan Pajak Kendaraan Lampung 2026 Diperluas, Tunggakan Dihapus dan Diskon 25%
DPR Desak Bongkar Dugaan Skandal Ekspor CPO: Under Invoicing–Transfer Pricing Seret Perusahaan Sawit
KAI Bangun Jalur Trans Sumatera Rp 448 Triliun, Aceh–Lampung Tersambung
Buru Voucher Rp10 Ribu: Promo PLN Mobile JUNIVAGANZA Hebohkan Pengguna Token Listrik 2026
Harga Bahan Pokok Melonjak, Warteg Pangkas Menu Favorit hingga Banyak Usaha Kecil Terancam Tutup
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:00 WIB

Usai DPR Ketok Palu UU PPSK, BI Ungkap Langkah Besar yang Segera Dijalankan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:00 WIB

Juni Jadi Penentu Nasib Ojol, Driver Desak Aturan Komisi 8 Persen Segera Berlaku

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:00 WIB

Aturan Baru Ojol dan E-Commerce: Mendag Perketat Transaksi Digital, UMKM hingga AI Diawasi

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:00 WIB

Pemutihan Pajak Kendaraan Lampung 2026 Diperluas, Tunggakan Dihapus dan Diskon 25%

Sabtu, 6 Juni 2026 - 09:00 WIB

DPR Desak Bongkar Dugaan Skandal Ekspor CPO: Under Invoicing–Transfer Pricing Seret Perusahaan Sawit

Berita Terbaru