JAKARTA – Asus kembali menarik perhatian dunia teknologi dengan langkah strategis yang cukup mengejutkan. Di tengah keputusan perusahaan yang mulai meninggalkan bisnis smartphone, brand asal Taiwan itu justru menghadirkan perangkat baru di segmen tablet Android. Produk tersebut diperkenalkan dengan nama Asus Pad dalam ajang teknologi global Computex 2026 yang digelar di Taipei, Taiwan.
Kehadiran tablet ini menjadi sinyal bahwa Asus belum sepenuhnya keluar dari ekosistem perangkat mobile. Meski lini ponsel seperti Zenfone dan ROG Phone telah dihentikan pengembangannya, perusahaan tampak ingin mengalihkan fokus ke perangkat yang lebih adaptif terhadap kebutuhan komputasi modern, termasuk tablet berperforma tinggi yang mendukung produktivitas dan hiburan.
Di sisi lain, langkah ini juga memperlihatkan arah baru strategi bisnis Asus. Perusahaan kini memperluas investasi pada teknologi kecerdasan buatan, robotika, serta perangkat komputasi komersial. Namun, Asus tetap mempertahankan eksistensi di pasar konsumen melalui inovasi tablet yang menggabungkan performa tinggi dan efisiensi daya.
Fokus Baru Asus: Dari Smartphone ke Ekosistem Produktivitas
Keputusan Asus untuk menghentikan pengembangan smartphone memang menjadi titik balik besar dalam perjalanan bisnisnya. Divisi penelitian dan pengembangan yang sebelumnya banyak berfokus pada ponsel kini dialihkan ke sektor yang lebih luas, terutama AI dan perangkat komputasi profesional.
Namun, kemunculan Asus Pad menunjukkan bahwa perusahaan tidak sepenuhnya meninggalkan pasar mobile. Sebaliknya, Asus tampak memilih jalur berbeda dengan mengoptimalkan segmen tablet sebagai jembatan antara smartphone dan laptop.
Langkah ini dinilai sebagai strategi untuk tetap relevan di pasar perangkat personal yang semakin terintegrasi dengan ekosistem digital berbasis AI.
Layar Tandem OLED Jadi Daya Tarik Utama
Salah satu sorotan utama dari Asus Pad adalah sektor layar yang menggunakan teknologi tandem OLED berukuran 12,2 inci. Panel ini memiliki resolusi 2.8K (2.800 x 1.840 piksel) dengan refresh rate hingga 144 Hz, menjadikannya salah satu tablet dengan tampilan paling halus di kelasnya.
Teknologi tandem OLED sendiri menggabungkan dua lapisan emisi cahaya dalam satu panel. Pendekatan ini memberikan sejumlah keunggulan, mulai dari tingkat kecerahan yang lebih tinggi, efisiensi daya yang lebih baik, hingga umur panel yang lebih panjang dibandingkan OLED konvensional.
Selain itu, layar ini juga sudah mendukung 100 persen color gamut DCI-P3, dengan tingkat kecerahan tipikal mencapai 600 nits. Kombinasi tersebut membuat Asus Pad ideal untuk kebutuhan multimedia, desain grafis, hingga konsumsi konten visual berkualitas tinggi.
Performa dan Baterai Besar untuk Mobilitas Tinggi
Dari sisi performa, Asus membekali perangkat ini dengan chipset MediaTek Dimensity 8300 yang dibangun menggunakan fabrikasi 4 nanometer. Prosesor tersebut dipadukan dengan RAM LPDDR5X hingga 8 GB serta penyimpanan UFS 3.1 hingga 256 GB.
Untuk pengguna dengan kebutuhan lebih besar, Asus juga menyediakan slot microSD yang mendukung ekspansi hingga 1 TB. Hal ini memberikan fleksibilitas lebih bagi pengguna profesional maupun pelajar yang membutuhkan ruang penyimpanan ekstra.
Sementara itu, daya tahan menjadi salah satu keunggulan utama. Asus Pad membawa baterai berkapasitas 9.000 mAh dengan dukungan pengisian cepat 45 watt melalui USB-C. Perusahaan mengklaim perangkat ini dapat terisi hingga 50 persen hanya dalam waktu sekitar 30 menit.
Meskipun memiliki baterai besar dan layar luas, desainnya tetap tergolong tipis dengan ketebalan hanya 6,5 mm dan bobot sekitar 523 gram. Material magnesium alloy pada rangka serta fiberglass di bagian belakang memberikan kesan premium sekaligus ringan.
Sistem Operasi dan Fitur AI Modern
Asus Pad sudah menjalankan Android 16 dan dilengkapi berbagai fitur berbasis kecerdasan buatan. Di antaranya adalah integrasi Google Gemini serta fitur Circle to Search yang memudahkan pengguna mencari informasi langsung dari layar.
Kehadiran fitur AI ini memperkuat posisi tablet sebagai perangkat produktivitas modern, bukan sekadar media konsumsi hiburan. Asus tampaknya ingin menempatkan Asus Pad sebagai perangkat serbaguna yang mampu bersaing dengan laptop ringan di kelas menengah.
Strategi Asus di Tengah Perubahan Industri
Langkah Asus ini tidak bisa dilepaskan dari perubahan besar di industri teknologi global. Permintaan terhadap smartphone premium mulai melambat, sementara perangkat hybrid seperti tablet dan laptop ringan justru mengalami peningkatan.
Dengan mengalihkan fokus ke AI dan perangkat komputasi, Asus mencoba memperkuat posisi di segmen yang lebih berkelanjutan. Asus Pad menjadi salah satu bukti bahwa perusahaan masih memiliki ambisi besar di pasar perangkat mobile, meski dengan pendekatan yang berbeda.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Apa itu Asus Pad?
Asus Pad adalah tablet Android terbaru dari Asus yang diperkenalkan di Computex 2026 dengan layar OLED 144 Hz dan baterai besar.
2. Apakah Asus masih membuat smartphone?
Tidak. Asus telah menghentikan pengembangan smartphone baru termasuk Zenfone dan ROG Phone.
3. Apa keunggulan utama Asus Pad?
Keunggulan utamanya terletak pada layar tandem OLED 12,2 inci, baterai 9.000 mAh, dan dukungan AI berbasis Android 16.
4. Berapa kapasitas baterainya?
Tablet ini dibekali baterai 9.000 mAh dengan fast charging 45 watt.
5. Apakah Asus Pad cocok untuk kerja?
Ya, karena mendukung multitasking, penyimpanan besar, serta fitur AI yang menunjang produktivitas.(Tim)









