Google Perkenalkan Magic Pointer, Kursor AI Cerdas yang Bisa Pahami Isi Layar dan Ubah Cara Kerja Komputer

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 01:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Teknologi kursor baru berbasis AI

Google melalui divisi kecerdasan buatannya Google DeepMind memperkenalkan teknologi terbaru bernama “Magic Pointer”. Teknologi ini menghadirkan cara baru dalam berinteraksi dengan komputer karena kursor tidak lagi sekadar penunjuk, tetapi berubah menjadi asisten cerdas yang memahami isi layar secara langsung.

Google memperkenalkan konsep ini sebagai bagian dari pengembangan perangkat konsep “Googlebook” sekaligus ekosistem AI masa depan yang menggabungkan komputasi visual, suara, dan konteks layar dalam satu sistem terpadu.

Kursor yang “mengerti” konteks layar

Magic Pointer bekerja dengan cara membaca area layar yang sedang ditunjuk pengguna. Sistem AI tidak hanya mengenali posisi kursor, tetapi juga memahami objek, teks, gambar, dan konteks visual di sekitarnya.

Google merancang teknologi ini agar pengguna tidak perlu lagi mengetik perintah panjang atau berpindah aplikasi hanya untuk melakukan satu tugas sederhana. AI langsung menangkap apa yang pengguna lihat dan memberikan respons sesuai konteks.

Contohnya, saat pengguna mengarahkan kursor ke gambar gedung, sistem langsung mengenali objek tersebut sebagai lokasi tertentu dan menyiapkan informasi terkait.

Cara kerja: gabungan visual dan bahasa

Magic Pointer menggabungkan pemrosesan visual dan pemahaman bahasa alami dalam satu sistem. AI membaca elemen di layar, lalu menghubungkannya dengan perintah suara atau teks dari pengguna.

Saat pengguna menunjuk sesuatu di layar, sistem langsung mengidentifikasi objek tersebut. Setelah itu, pengguna bisa memberikan perintah singkat seperti “cari lokasi ini” atau “ringkas dokumen ini”.

Baca Juga :  Oppo A6k Rilis: Baterai 7.000 mAh, Tahan Air IP69, Layar 120 Hz

Pendekatan ini membuat interaksi terasa lebih cepat karena pengguna tidak perlu menjelaskan konteks dari awal.

Interaksi kursor, suara, dan AI dalam satu alur

Google juga menggabungkan Magic Pointer dengan sistem perintah suara. Pengguna cukup mengarahkan kursor ke elemen tertentu, lalu berbicara untuk memberi instruksi.

Google Chrome menjadi salah satu platform utama yang akan mendapatkan integrasi fitur ini. Google juga menyiapkan integrasi dengan layanan AI mereka, yaitu Gemini.

Dengan integrasi ini, pengguna bisa menunjuk bagian halaman web lalu bertanya langsung ke AI tanpa menyalin teks atau membuka tab baru.

Contoh penggunaan di berbagai aktivitas

Google menunjukkan beberapa skenario penggunaan Magic Pointer dalam demonstrasi awalnya. Sistem ini mampu membantu banyak aktivitas digital sehari-hari.

Pengguna bisa:

Menunjuk gambar lokasi dan meminta arah navigasi

Menyaring informasi dari dokumen PDF secara instan

Mengubah data tabel menjadi grafik otomatis

Memperbaiki kalimat langsung dari area teks yang dipilih

Menyesuaikan resep makanan sesuai preferensi

Memesan restoran dari video atau konten visual

Dalam salah satu demo, sistem bahkan mengubah adegan video yang dijeda menjadi tautan pemesanan restoran secara otomatis.

Integrasi ke perangkat dan ekosistem AI

Google menempatkan Magic Pointer sebagai bagian dari perangkat konsep Googlebook, yang menggabungkan elemen sistem operasi dari berbagai platform. Perangkat ini masih berada pada tahap pengembangan, tetapi Google sudah menyiapkan jalur integrasi ke layanan yang lebih luas.

Baca Juga :  Huawei Mate 80 Pro Meluncur 16 April 2026 di Indonesia, Performa Naik 17 Persen

Selain perangkat konsep tersebut, Google juga menargetkan penggunaan Magic Pointer langsung di browser dan layanan cloud mereka. Tujuannya agar teknologi ini tidak hanya hadir di perangkat khusus, tetapi juga di komputer sehari-hari.

Akses demo dan pengembangan awal

Google membuka akses demo Magic Pointer melalui AI Studio. Saat ini tersedia dua mode utama, yaitu pengeditan gambar dan pencarian lokasi berbasis peta.

Pengguna bisa mencoba langsung bagaimana AI membaca konteks layar dan merespons perintah secara real time. Google masih mengembangkan fitur ini sebelum rilis publik secara luas.

Arah baru interaksi komputer

Magic Pointer menandai perubahan besar dalam cara manusia berinteraksi dengan komputer. Google ingin mengurangi ketergantungan pada keyboard dan input manual, lalu menggantinya dengan interaksi berbasis konteks.

Dengan pendekatan ini, kursor tidak lagi sekadar alat navigasi, tetapi berubah menjadi titik awal interaksi dengan AI yang memahami layar secara menyeluruh.

Teknologi ini menunjukkan arah baru industri komputasi yang semakin menggabungkan visual, suara, dan kecerdasan buatan dalam satu pengalaman yang lebih intuitif.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

iOS 26.5 Rilis dengan Fitur Baru, Ini Rekomendasi HP Midrange Dimensity Paling Kencang 2026
AirTag 2 Resmi Lebih Murah di Indonesia, Paket 4 Unit Jadi Favorit Pengguna Apple
Sony Xperia 1 VIII Resmi Meluncur, Kamera Tele Baru Lebih Gahar dan Bertenaga
Samsung Galaxy Watch Mampu Deteksi Risiko Pingsan Lebih Awal, Akurasi Capai 84 Persen
Huawei Watch Fit 5 Series: Smartwatch Canggih Rp2 Jutaan dengan Fitur Kesehatan Lengkap
One UI 9 Beta Resmi Dibuka, Pengguna Galaxy S26 Sudah Bisa Mendaftar
iPad Air M4: Harga, Spesifikasi, Kelebihan, dan Kekurangan Terbaru 2026
Honor Magic 9 Pro Max Bocoran: Kamera 200MP, Baterai 8.000mAh, Ini Kelebihan dan Risikonya
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 02:00 WIB

iOS 26.5 Rilis dengan Fitur Baru, Ini Rekomendasi HP Midrange Dimensity Paling Kencang 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 - 01:07 WIB

Google Perkenalkan Magic Pointer, Kursor AI Cerdas yang Bisa Pahami Isi Layar dan Ubah Cara Kerja Komputer

Sabtu, 16 Mei 2026 - 00:01 WIB

AirTag 2 Resmi Lebih Murah di Indonesia, Paket 4 Unit Jadi Favorit Pengguna Apple

Jumat, 15 Mei 2026 - 23:00 WIB

Sony Xperia 1 VIII Resmi Meluncur, Kamera Tele Baru Lebih Gahar dan Bertenaga

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:00 WIB

Samsung Galaxy Watch Mampu Deteksi Risiko Pingsan Lebih Awal, Akurasi Capai 84 Persen

Berita Terbaru