KSSK Pastikan Ekonomi Indonesia Tetap Tenang di Awal 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 8 Mei 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Stabilitas Sistem Keuangan Masih Terjaga

Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menegaskan bahwa kondisi sistem keuangan Indonesia tetap stabil sepanjang kuartal I/2026. Pemerintah menilai ketahanan ini tetap kuat meskipun tekanan global meningkat akibat konflik geopolitik, terutama ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang memicu gejolak di pasar energi dunia.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang memimpin KSSK menyampaikan bahwa Indonesia masih mampu menjaga keseimbangan ekonomi di tengah ketidakpastian eksternal. Ia menekankan bahwa lonjakan harga energi global menjadi faktor utama yang memengaruhi volatilitas pasar keuangan internasional sepanjang awal tahun ini.

Waspadai Risiko Global pada Kuartal Berikutnya

Purbaya menjelaskan bahwa KSSK terus memantau perkembangan ekonomi global secara ketat. Pemerintah bersama Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan melakukan asesmen berbasis proyeksi untuk mengantisipasi potensi risiko lanjutan pada kuartal II/2026.

Ia menegaskan bahwa kondisi global masih sangat dinamis sehingga kewaspadaan tetap menjadi prioritas. KSSK juga menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas pasar keuangan domestik agar tetap berada dalam kondisi aman dan terkendali.

Baca Juga :  Warga Serbu Pasar Murah Pulau Punjung, Harga Sembako Lebih Murah

Ekonomi Indonesia Tumbuh Solid di Awal Tahun

Di tengah tekanan global tersebut, ekonomi Indonesia justru mencatatkan kinerja positif. Badan Pusat Statistik melaporkan pertumbuhan ekonomi kuartal I/2026 mencapai 5,61% secara tahunan. Angka ini menjadi salah satu yang tertinggi dalam lebih dari satu dekade terakhir.

KSSK menilai capaian ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi domestik tetap berjalan kuat. Konsumsi masyarakat, investasi, serta kinerja sektor riil menjadi penopang utama pertumbuhan tersebut.

Purbaya menegaskan bahwa pemerintah akan menjaga momentum ini agar tidak terganggu oleh gejolak eksternal. Ia juga memastikan kebijakan fiskal dan moneter tetap selaras untuk mendukung stabilitas jangka menengah.

Bank Indonesia Catat Arus Modal Masih Masuk

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan bahwa ketahanan eksternal Indonesia tetap solid. Neraca perdagangan pada periode Januari hingga Maret 2026 masih mencatat surplus sekitar 5,5 miliar dolar AS, ditopang oleh sektor nonmigas.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Hari Ini 27 Mei 2026 Turun, Investor Ramai-ramai Cari Momentum Borong di Pegadaian

Selain itu, arus modal asing kembali masuk ke pasar keuangan domestik. Hingga akhir April 2026, investasi asing tercatat mencapai 3,3 miliar dolar AS, terutama ke instrumen Surat Berharga Negara dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia.

Perry juga mencatat bahwa pada triwulan sebelumnya sempat terjadi arus keluar modal sebesar 1,7 miliar dolar AS. Namun kondisi tersebut berbalik setelah kepercayaan investor kembali menguat terhadap ekonomi Indonesia.

Pemerintah Optimistis Hadapi Ketidakpastian Global

KSSK menyimpulkan bahwa stabilitas sektor keuangan Indonesia masih dalam kondisi aman meskipun tekanan global belum mereda. Pemerintah menilai koordinasi antarotoritas keuangan menjadi kunci utama dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional.

Dengan fundamental ekonomi yang masih kuat, Indonesia diperkirakan mampu menghadapi tantangan global pada paruh kedua 2026. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas, memperkuat kepercayaan investor, dan mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Semarak Merah Putih Bengkulu Hadirkan Bazar UMKM dan Hiburan, Ekonomi Lokal Bergeliat
Benahi Keuangan Koperasi Desa, Pemprov Bengkulu Latih 156 Bendahara KDKMP
Kuota BBM Pessel 2027 Mulai Dibahas, Pemkab Berharap Solar dan Pertalite Tak Berkurang
22 Koperasi Desa Merah Putih Dharmasraya Siap Beroperasi, Ini Progres 12 Unit Lainnya
Pemprov Bengkulu Gas Percepatan Koperasi Desa Merah Putih, Ini Fokus Utamanya
Pemkab Dharmasraya Rampungkan Lapak UMKM di Sungai Duo, Peluang Usaha Warga Terbuka
Investasi Bengkulu Tembus Rp2,85 Triliun, BRIEF 2026 Bidik Peluang Baru
HIPMI Sungai Penuh Bidik Peluang Ekonomi Baru, Ini Pesan Sekda Alpian
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Semarak Merah Putih Bengkulu Hadirkan Bazar UMKM dan Hiburan, Ekonomi Lokal Bergeliat

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Benahi Keuangan Koperasi Desa, Pemprov Bengkulu Latih 156 Bendahara KDKMP

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Kuota BBM Pessel 2027 Mulai Dibahas, Pemkab Berharap Solar dan Pertalite Tak Berkurang

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:19 WIB

22 Koperasi Desa Merah Putih Dharmasraya Siap Beroperasi, Ini Progres 12 Unit Lainnya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:07 WIB

Pemprov Bengkulu Gas Percepatan Koperasi Desa Merah Putih, Ini Fokus Utamanya

Berita Terbaru

Oplus_0

Sungai Penuh

Hutri Randa Ungkap Harapan untuk PKPS Sungai Penuh, Ini Pesannya

Minggu, 25 Okt 2026 - 09:54 WIB