JAKARTA – Stabilitas Sistem Keuangan Masih Terjaga
Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menegaskan bahwa kondisi sistem keuangan Indonesia tetap stabil sepanjang kuartal I/2026. Pemerintah menilai ketahanan ini tetap kuat meskipun tekanan global meningkat akibat konflik geopolitik, terutama ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang memicu gejolak di pasar energi dunia.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang memimpin KSSK menyampaikan bahwa Indonesia masih mampu menjaga keseimbangan ekonomi di tengah ketidakpastian eksternal. Ia menekankan bahwa lonjakan harga energi global menjadi faktor utama yang memengaruhi volatilitas pasar keuangan internasional sepanjang awal tahun ini.
Waspadai Risiko Global pada Kuartal Berikutnya
Purbaya menjelaskan bahwa KSSK terus memantau perkembangan ekonomi global secara ketat. Pemerintah bersama Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan melakukan asesmen berbasis proyeksi untuk mengantisipasi potensi risiko lanjutan pada kuartal II/2026.
Ia menegaskan bahwa kondisi global masih sangat dinamis sehingga kewaspadaan tetap menjadi prioritas. KSSK juga menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas pasar keuangan domestik agar tetap berada dalam kondisi aman dan terkendali.
Ekonomi Indonesia Tumbuh Solid di Awal Tahun
Di tengah tekanan global tersebut, ekonomi Indonesia justru mencatatkan kinerja positif. Badan Pusat Statistik melaporkan pertumbuhan ekonomi kuartal I/2026 mencapai 5,61% secara tahunan. Angka ini menjadi salah satu yang tertinggi dalam lebih dari satu dekade terakhir.
KSSK menilai capaian ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi domestik tetap berjalan kuat. Konsumsi masyarakat, investasi, serta kinerja sektor riil menjadi penopang utama pertumbuhan tersebut.
Purbaya menegaskan bahwa pemerintah akan menjaga momentum ini agar tidak terganggu oleh gejolak eksternal. Ia juga memastikan kebijakan fiskal dan moneter tetap selaras untuk mendukung stabilitas jangka menengah.
Bank Indonesia Catat Arus Modal Masih Masuk
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan bahwa ketahanan eksternal Indonesia tetap solid. Neraca perdagangan pada periode Januari hingga Maret 2026 masih mencatat surplus sekitar 5,5 miliar dolar AS, ditopang oleh sektor nonmigas.
Selain itu, arus modal asing kembali masuk ke pasar keuangan domestik. Hingga akhir April 2026, investasi asing tercatat mencapai 3,3 miliar dolar AS, terutama ke instrumen Surat Berharga Negara dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia.
Perry juga mencatat bahwa pada triwulan sebelumnya sempat terjadi arus keluar modal sebesar 1,7 miliar dolar AS. Namun kondisi tersebut berbalik setelah kepercayaan investor kembali menguat terhadap ekonomi Indonesia.
Pemerintah Optimistis Hadapi Ketidakpastian Global
KSSK menyimpulkan bahwa stabilitas sektor keuangan Indonesia masih dalam kondisi aman meskipun tekanan global belum mereda. Pemerintah menilai koordinasi antarotoritas keuangan menjadi kunci utama dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional.
Dengan fundamental ekonomi yang masih kuat, Indonesia diperkirakan mampu menghadapi tantangan global pada paruh kedua 2026. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas, memperkuat kepercayaan investor, dan mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









