BBNI Terkoreksi 2,11% ke Rp3.720, Investor Pantau Tekanan Saham Perbankan

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI (BBNI) melemah pada perdagangan terbaru. Harga saham BBNI turun 80 poin atau 2,11 persen ke level Rp3.720 per saham pada penutupan perdagangan. Tekanan jual muncul di tengah sentimen pelemahan saham perbankan besar di Bursa Efek Indonesia.

Pergerakan Harga Saham BBNI

BBNI membuka perdagangan di level Rp3.790 per saham. Saham bank pelat merah ini sempat menyentuh level tertinggi harian di Rp3.800. Namun tekanan jual meningkat sejak sesi perdagangan berjalan. Harga kemudian bergerak turun hingga menyentuh level terendah di Rp3.720.

Investor mencermati volatilitas saham BBNI yang bergerak dalam rentang terbatas. Dalam 52 minggu terakhir, saham ini mencatat level terendah di Rp3.510 dan level tertinggi di Rp4.730. Pergerakan ini menunjukkan saham masih berada dalam fase fluktuatif mengikuti dinamika pasar.

Kinerja Keuangan Tetap Tumbuh

Meski harga saham melemah, kinerja fundamental BNI masih menunjukkan pertumbuhan. Perseroan mencatat pendapatan sebesar Rp12,99 triliun pada kuartal terbaru dengan kenaikan 2,76 persen secara tahunan (year on year).

Baca Juga :  Saham Rp212, PT Bank Maybank Indonesia Tbk Tebar Dividen Rp580 Miliar

BNI juga membukukan peningkatan laba per saham atau earnings per share (EPS) sebesar 0,15 persen dan berhasil melampaui ekspektasi pasar. Kinerja ini memperlihatkan stabilitas bisnis inti perbankan di tengah tekanan pasar global.

Valuasi dan Dividen Menarik Investor

Dari sisi valuasi, BBNI mencatat rasio price to earnings (P/E) sebesar 6,92. Angka ini menunjukkan saham masih tergolong murah dibandingkan sektor perbankan regional.

Selain itu, BBNI menawarkan dividen yield sebesar 9,39 persen. Angka ini menarik perhatian investor jangka panjang yang mencari pendapatan pasif dari pembagian dividen.

Total dividen triwulanan tercatat sebesar 87,33, yang memperkuat daya tarik saham bank BUMN ini di mata investor institusi maupun ritel.

Sentimen Sektor Perbankan Ikut Menekan

Pergerakan saham BBNI juga mengikuti tren saham bank besar lainnya. Saham PT Bank Mandiri (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan PT Bank Central Asia (BBCA) ikut mengalami tekanan dalam perdagangan yang sama.

Baca Juga :  OJK Bongkar Modus Influencer BVN

IHSG sendiri juga melemah 2,03 persen, yang menandakan tekanan tidak hanya terjadi pada sektor perbankan, tetapi juga merata ke seluruh sektor.

Investor Tunggu Arah Kebijakan Global

Pelaku pasar kini menunggu arah kebijakan suku bunga global dan stabilitas ekonomi domestik. Faktor eksternal seperti inflasi dan kebijakan The Fed masih menjadi perhatian utama investor.

Analis menilai saham perbankan tetap memiliki fundamental kuat, namun volatilitas jangka pendek masih akan terjadi mengikuti sentimen global.

Kesimpulan

Saham BBNI mengalami koreksi harian, namun kinerja fundamental tetap solid. Investor masih memantau peluang akumulasi di tengah tekanan pasar. Dengan valuasi rendah dan dividen tinggi, BBNI tetap masuk radar saham jangka panjang di sektor perbankan Indonesia.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

GOTO Kembali Jadi Sorotan, Buyback 7,59 Miliar Saham Rampung dan Siapkan Dana Rp3,5 Triliun
DSSA Beralih Arah dari Batu Bara ke Internet, Ribuan Investor Serbu Saham di Tengah Penurunan Laba
Sutarman Jadi Komisaris Utama Bukalapak, Perusahaan Perkuat Pengawasan dan Strategi Keamanan Siber
PTBA Bagi Dividen Rp1,32 Triliun, Strategi Simpan Laba Jadi Sorotan Investor
RUPST PTBA Putuskan Dua Langkah Besar: Bambang Ismawan Jadi Dirut, Dividen Rp1,32 Triliun Dibagikan
SpaceX Guncang Dunia Finansial, IPO Fantastis Tembus Rp 1.343 Triliun dan Ubah Peta Ekonomi Global
WIFI Kian Dilirik Investor, Internet Rakyat dan Lonjakan Trafik Global Jadi Motor Pertumbuhan Saham Surge
RUPST Telkom 2026 Jadi Ujian Kredibilitas Transformasi Digital dan Keseimbangan Dividen
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:00 WIB

GOTO Kembali Jadi Sorotan, Buyback 7,59 Miliar Saham Rampung dan Siapkan Dana Rp3,5 Triliun

Sabtu, 13 Juni 2026 - 17:00 WIB

DSSA Beralih Arah dari Batu Bara ke Internet, Ribuan Investor Serbu Saham di Tengah Penurunan Laba

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:00 WIB

Sutarman Jadi Komisaris Utama Bukalapak, Perusahaan Perkuat Pengawasan dan Strategi Keamanan Siber

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:00 WIB

PTBA Bagi Dividen Rp1,32 Triliun, Strategi Simpan Laba Jadi Sorotan Investor

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:00 WIB

RUPST PTBA Putuskan Dua Langkah Besar: Bambang Ismawan Jadi Dirut, Dividen Rp1,32 Triliun Dibagikan

Berita Terbaru