Pemerintah Siapkan Insentif Pajak Investor, Pasar Modal RI Makin Tangguh

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 29 April 2026 - 22:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Pemerintah membuka peluang pemberian insentif bagi investor pasar modal guna memperkuat peran investor domestik sekaligus mendorong budaya investasi di Indonesia. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan rencana tersebut saat konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan.

Purbaya menegaskan pemerintah akan mengkaji penurunan pajak secara bertahap, khususnya pada instrumen investasi di pasar modal. Ia melihat kebijakan itu dapat mendorong aliran dana ke sektor keuangan yang kemudian berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi.

“Kami bisa mengurangi income tax secara bertahap. Dana dari pasar keuangan bisa masuk ke obligasi dan instrumen lain. Itu akan menggerakkan ekonomi,” ujar Purbaya.

Ia menilai kebijakan tersebut memang berpotensi mengurangi penerimaan negara dalam jangka pendek. Namun, ia optimistis langkah itu akan memberikan manfaat lebih besar dalam jangka panjang karena meningkatkan aktivitas ekonomi.

Dorong Investor Domestik Lebih Dominan

Purbaya menekankan pentingnya memperkuat basis investor domestik. Menurutnya, dominasi investor lokal dapat membuat pasar modal Indonesia lebih stabil, terutama saat menghadapi tekanan global.

Ia menyebut pasar yang kuat tidak mudah terpengaruh oleh aksi investor asing yang sering memicu volatilitas. Dengan jumlah investor domestik yang besar, pasar bisa lebih tahan terhadap gejolak eksternal.

Baca Juga :  BMRI Terkoreksi Tipis, Bank Mandiri Tetap Solid dengan Laba dan Dividen Menarik

“Kalau investor domestik kuat, pasar tidak gampang digoyang pihak luar. Ini penting untuk pendalaman pasar modal,” jelasnya.

Purbaya juga menyebut pemerintah akan memantau efektivitas program yang berjalan sebelum memberikan insentif secara penuh. Ia membuka peluang evaluasi dalam enam bulan ke depan.

“Kalau program berjalan baik, silakan ajukan insentif. Kami akan pertimbangkan,” tambahnya.

Jumlah Investor Tembus 24,7 Juta

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan jumlah investor pasar modal Indonesia telah mencapai 24,7 juta orang. Ia menyebut mayoritas investor berasal dari kalangan generasi muda.

Airlangga melihat tren ini sebagai sinyal positif di tengah ketidakpastian global. Ia menilai kekuatan pasar domestik mampu menjadi penyangga (shock absorber) bagi ekonomi nasional.

“Partisipasi investor muda meningkat. Ini menjadi kekuatan besar untuk menjaga stabilitas pasar,” kata Airlangga.

Ia juga mendorong peningkatan literasi keuangan agar masyarakat semakin memahami manfaat investasi dan risiko yang menyertainya.

OJK Siapkan Insentif Reksa Dana

Baca Juga :  Padang Jadi Magnet Investasi Awal 2026, Arus Modal Tembus Rp643 Miliar, Sektor Jasa Mendominasi

Dari sisi regulator, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turut menyiapkan langkah serupa. Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi atau Kiki, menyatakan pihaknya sedang mengkaji insentif bagi investor reksa dana.

Kiki menilai insentif tersebut dapat menarik minat masyarakat yang masih ragu untuk masuk ke pasar modal. Ia berharap kebijakan ini dapat memperluas basis investor sekaligus meningkatkan inklusi keuangan.

“Kami sedang pertimbangkan insentif untuk investor reksa dana. Ini bagian dari upaya meningkatkan partisipasi masyarakat,” ujarnya.

Strategi Perkuat Ekonomi Nasional

Pemerintah melihat penguatan pasar modal sebagai strategi penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan meningkatnya jumlah investor domestik, aliran dana di dalam negeri akan semakin kuat dan berkelanjutan.

Kebijakan insentif pajak dan dukungan regulator diharapkan mampu mempercepat pendalaman pasar keuangan Indonesia. Pemerintah juga terus mendorong kolaborasi antara pelaku industri, regulator, dan masyarakat agar ekosistem investasi semakin berkembang.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk menciptakan pasar modal yang stabil, inklusif, dan berdaya saing tinggi di tengah dinamika ekonomi global.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

DSSA Beralih Arah dari Batu Bara ke Internet, Ribuan Investor Serbu Saham di Tengah Penurunan Laba
Sutarman Jadi Komisaris Utama Bukalapak, Perusahaan Perkuat Pengawasan dan Strategi Keamanan Siber
PTBA Bagi Dividen Rp1,32 Triliun, Strategi Simpan Laba Jadi Sorotan Investor
RUPST PTBA Putuskan Dua Langkah Besar: Bambang Ismawan Jadi Dirut, Dividen Rp1,32 Triliun Dibagikan
SpaceX Guncang Dunia Finansial, IPO Fantastis Tembus Rp 1.343 Triliun dan Ubah Peta Ekonomi Global
WIFI Kian Dilirik Investor, Internet Rakyat dan Lonjakan Trafik Global Jadi Motor Pertumbuhan Saham Surge
RUPST Telkom 2026 Jadi Ujian Kredibilitas Transformasi Digital dan Keseimbangan Dividen
IHSG Hari Ini 19 Mei 2026 Bergerak Terbatas, Investor Fokus ke Saham Komoditas di Tengah Tekanan Global
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 17:00 WIB

DSSA Beralih Arah dari Batu Bara ke Internet, Ribuan Investor Serbu Saham di Tengah Penurunan Laba

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:00 WIB

Sutarman Jadi Komisaris Utama Bukalapak, Perusahaan Perkuat Pengawasan dan Strategi Keamanan Siber

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:00 WIB

PTBA Bagi Dividen Rp1,32 Triliun, Strategi Simpan Laba Jadi Sorotan Investor

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:00 WIB

RUPST PTBA Putuskan Dua Langkah Besar: Bambang Ismawan Jadi Dirut, Dividen Rp1,32 Triliun Dibagikan

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:00 WIB

SpaceX Guncang Dunia Finansial, IPO Fantastis Tembus Rp 1.343 Triliun dan Ubah Peta Ekonomi Global

Berita Terbaru