Jakarta Melesat 5,59 Persen, BI Ungkap Musik dan Film Jadi Kunci Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 28 Juni 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) semakin mengakselerasi pengembangan ekonomi kreatif sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi Jakarta. Langkah tersebut bertujuan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat konsumsi rumah tangga yang masih menjadi penopang terbesar perekonomian ibu kota.

Pada triwulan I 2026, ekonomi Jakarta tumbuh 5,59 persen, naik dibandingkan capaian periode sebelumnya sebesar 4,95 persen. Kenaikan tersebut mencerminkan daya beli masyarakat yang tetap kuat. Selain itu, berbagai aktivitas ekonomi kreatif ikut memperluas peluang usaha, meningkatkan nilai tambah, dan menciptakan lapangan kerja baru.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menegaskan bahwa BI terus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif agar pertumbuhan ekonomi Jakarta tetap terjaga. Menurutnya, konsumsi rumah tangga dan industri kreatif saling mendukung dalam mendorong aktivitas ekonomi.

“Nah di sini kita melihat betapa pentingnya menjaga konsumsi rumah tangga, khususnya yang nanti terkait dengan ekonomi kreatif,” ujar Iwan.

Konsumsi Rumah Tangga Menopang Pertumbuhan Ekonomi

BI mencermati konsumsi rumah tangga sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi Jakarta. Karena itu, lembaga tersebut terus memperkuat berbagai sektor yang mampu menjaga daya beli masyarakat, termasuk ekonomi kreatif.

Di sisi lain, perkembangan industri kreatif menghadirkan semakin banyak peluang usaha. Pelaku UMKM, komunitas kreatif, hingga perusahaan rintisan ikut memanfaatkan momentum tersebut untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan pendapatan.

Melalui strategi tersebut, BI berharap pertumbuhan ekonomi Jakarta tetap berlanjut secara berkelanjutan.

BI Fokus Mengembangkan 17 Subsektor Ekonomi Kreatif

Selanjutnya, BI mengarahkan perhatian pada 17 subsektor ekonomi kreatif yang memiliki prospek besar. Dari seluruh subsektor tersebut, musik dan film menjadi prioritas karena mampu menghasilkan nilai ekonomi tinggi serta menarik investasi baru.

Baca Juga :  Nasabah Kartu Kredit Dapat Angin Segar, BI Pertahankan Keringanan Pembayaran hingga Pengujung 2026

Iwan menilai kedua subsektor tersebut mampu menciptakan efek berganda bagi banyak bidang usaha.

“Hasil assessment kami bahwa ekonomi kreatif ini merupakan new engine of growth, terutama nanti berbagai sektor, khususnya kali ini kita mengedepankan dari 17 subsektor ekonomi kreatif itu, yang kami melihat utamanya music dan film,” katanya.

Selain memperkuat pertumbuhan ekonomi, perkembangan musik dan film juga mendorong kolaborasi lintas industri sehingga membuka peluang bisnis baru.

Jakarta Kreatif Festival 2026 Perkuat Kolaborasi

Untuk mempercepat pengembangan ekonomi kreatif, BI DKI Jakarta menggandeng Pemerintah Provinsi Jakarta dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam penyelenggaraan Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026.

Festival tersebut berlangsung pada 4–5 Juli 2026 di Istora Senayan, Jakarta.

Melalui kegiatan itu, penyelenggara mempertemukan pelaku industri kreatif, investor, komunitas, pemerintah, serta masyarakat dalam satu ruang kolaborasi. Selain itu, JKF menghadirkan tiga tema utama, yaitu sport, music, dan film.

BI berharap festival tersebut mampu memperluas jejaring bisnis, mempercepat inovasi, serta meningkatkan daya saing produk kreatif Indonesia.

Ekonomi Kreatif Menggerakkan Banyak Sektor

Tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, ekonomi kreatif juga menghidupkan berbagai sektor lain. Industri pariwisata memperoleh tambahan kunjungan wisatawan. Sementara itu, pelaku fesyen, kuliner, hingga UMKM menikmati peningkatan permintaan seiring bertambahnya aktivitas ekonomi kreatif.

Baca Juga :  Laba Solusi Bangun Indonesia Tembus Rp101 Miliar, Melonjak 111 Persen

Di sisi lain, perkembangan sektor tersebut membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi generasi muda. Karena itu, BI menilai ekonomi kreatif layak menjadi salah satu strategi pembangunan ekonomi Jakarta pada masa depan.

“[JKF konsen digelar] dampaknya luar biasa ke sektor-sektor seperti pasti mendukung pariwisata, fashion, makan, minum, kemudian itu akan membuka lapangan pekerjaan yang sangat luas bagi anak-anak muda yang majority sekarang milenial bangun masa DKI Jakarta,” pungkasnya.

Melalui sinergi bersama pemerintah daerah, OJK, pelaku industri, dan komunitas kreatif, BI optimistis ekonomi kreatif akan semakin memperkuat daya saing Jakarta sekaligus memperbesar kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

FAQ

Mengapa BI mendorong ekonomi kreatif di Jakarta?

BI ingin memperkuat konsumsi rumah tangga, menciptakan lapangan kerja, serta menghadirkan mesin pertumbuhan ekonomi baru.

Berapa pertumbuhan ekonomi Jakarta pada triwulan I 2026?

Ekonomi Jakarta tumbuh 5,59 persen, lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai 4,95 persen.

Subsektor apa yang menjadi prioritas BI?

BI memprioritaskan subsektor musik dan film karena memiliki potensi ekonomi dan efek berganda yang besar.

Kapan Jakarta Kreatif Festival 2026 berlangsung?

Festival berlangsung pada 4–5 Juli 2026 di Istora Senayan, Jakarta.

Siapa penyelenggara Jakarta Kreatif Festival 2026?

Bank Indonesia DKI Jakarta menyelenggarakan festival tersebut bersama Pemerintah Provinsi Jakarta dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Apa manfaat ekonomi kreatif bagi masyarakat?

Ekonomi kreatif memperluas peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, menggerakkan UMKM, serta mendukung sektor pariwisata, fesyen, dan kuliner.(Tim)

Berita Terkait

Mian Buka Suara soal Masa Depan BPD: Bank Bengkulu Diminta Tancap Gas Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
Bingung Urus OSS-RBA? BESAN ALIA DPMPTSP Dharmasraya Siap Bantu Pelaku Usaha
PEKA Bengkulu Buka Jalan Baru bagi Penerima Manfaat, Usaha Keluarga Didorong Makin Mandiri
Bupati Annisa Bongkar Beban Fiskal Dharmasraya, Tambahan TKD 2027 Jadi Harapan
Ojol Bisa Punya Motor Listrik Tanpa DP, Bunga Cicilan Ikut Dipangkas Prabowo
Sawit Tua Mulai Ditebang, Harapan Baru Petani Dharmasraya Tumbuh dari PSR Tahap III
Industri Alas Kaki Indonesia Melaju 11,3 Persen, Ekspansi Besar Menanti di Semester II 2026
Retribusi Bengkulu Baru Menyentuh 41 Persen, Sekda Desak OPD Tancap Gas Kejar Rp248 Miliar
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:47 WIB

Mian Buka Suara soal Masa Depan BPD: Bank Bengkulu Diminta Tancap Gas Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Bingung Urus OSS-RBA? BESAN ALIA DPMPTSP Dharmasraya Siap Bantu Pelaku Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:58 WIB

PEKA Bengkulu Buka Jalan Baru bagi Penerima Manfaat, Usaha Keluarga Didorong Makin Mandiri

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 06:58 WIB

Bupati Annisa Bongkar Beban Fiskal Dharmasraya, Tambahan TKD 2027 Jadi Harapan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:37 WIB

Ojol Bisa Punya Motor Listrik Tanpa DP, Bunga Cicilan Ikut Dipangkas Prabowo

Berita Terbaru

Oplus_0

Sungai Penuh

SK 196 CPNS Sungai Penuh Rampung, Kapan Diserahkan?

Sabtu, 22 Agu 2026 - 19:19 WIB