CDIA Suntik Rp 240 Miliar ke Anak Usaha Petrosea, Ambil 49% Saham PSS

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 30 April 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) resmi masuk ke struktur kepemilikan anak usaha PT Petrosea Tbk melalui investasi besar di Petrosea Services Solutions Pte. Ltd (PSS). CDIA menggelontorkan dana sebesar USD 15,5 juta atau sekitar SGD 19,93 juta untuk memperkuat permodalan perusahaan tersebut.

CDIA Masuk sebagai Pemegang Saham Baru PSS

CDIA menandatangani perjanjian pengambilan bagian saham bersyarat pada 23 April 2026. Dalam kesepakatan itu, CDIA mengambil 9.944.119 saham baru yang PSS terbitkan. Langkah ini menandai masuknya CDIA sebagai investor strategis di perusahaan jasa pendukung Petrosea.

Manajemen Petrosea menyebut transaksi ini sebagai bagian dari strategi memperkuat struktur bisnis grup. CDIA tidak hanya menanamkan modal, tetapi juga ikut memperluas kapasitas operasional PSS ke depan.

Rincian Nilai Investasi dan Saham Baru

CDIA mengalokasikan dana sebesar USD 15,5 juta untuk aksi korporasi ini. PSS menggunakan dana tersebut untuk menerbitkan saham baru dalam jumlah hampir 10 juta lembar.

Baca Juga :  BBRI Lepas Saham PNM IM Rp345 Miliar, Perkuat Strategi Portofolio

Sebelum transaksi berjalan, PT Petrosea Energy & Construction (PEPC) menguasai seluruh saham PSS sebanyak 10.350.001 lembar. Setelah CDIA masuk, PSS meningkatkan jumlah saham menjadi 20.294.120 lembar.

Perubahan Struktur Kepemilikan

Transaksi ini mengubah struktur kepemilikan PSS secara signifikan. PEPC tetap mempertahankan posisi pengendali dengan kepemilikan 51% saham. Sementara itu, CDIA langsung menguasai 49% saham PSS.

Meski terjadi perubahan komposisi kepemilikan, PEPC tetap menjadi pengendali utama karena masih memegang mayoritas saham. CDIA kini menjadi mitra strategis dengan porsi kepemilikan besar di perusahaan tersebut.

Dana untuk Ekspansi dan Modal Kerja

PSS akan memakai dana segar dari CDIA untuk memperkuat modal kerja dan meningkatkan kapasitas operasional. Perusahaan juga akan mengalokasikan dana tersebut untuk ekspansi bisnis, baik secara organik maupun melalui akuisisi.

Manajemen menyebut dana itu akan mendukung pengembangan usaha jangka panjang. PSS juga akan menyesuaikan strategi bisnisnya agar selaras dengan arah pengembangan grup Petrosea secara keseluruhan.

Baca Juga :  TRIN Lepas Saham Treasury, Diskon 50%

Nilai investasi ini juga mempertimbangkan kondisi keuangan PSS, kinerja bisnis, serta prospek pertumbuhan ke depan. Dengan demikian, CDIA dan Petrosea sama-sama melihat potensi jangka panjang dari kerja sama ini.

Transaksi Afiliasi Tanpa RUPS

Petrosea menjelaskan bahwa transaksi ini termasuk transaksi afiliasi karena adanya hubungan pengendalian dan kesamaan dewan komisaris di dalam grup usaha. Namun, perusahaan memastikan transaksi ini bukan transaksi benturan kepentingan.

Perusahaan juga menegaskan transaksi ini tidak tergolong transaksi material sehingga tidak memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Petrosea tetap menjalankan kewajiban keterbukaan informasi sesuai aturan OJK.

Dengan masuknya CDIA sebagai pemegang saham baru, PSS kini memiliki struktur modal yang lebih kuat. Kedua pihak berharap kerja sama ini mempercepat ekspansi bisnis dan meningkatkan daya saing perusahaan di industri jasa energi dan konstruksi.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

GOTO Kembali Jadi Sorotan, Buyback 7,59 Miliar Saham Rampung dan Siapkan Dana Rp3,5 Triliun
DSSA Beralih Arah dari Batu Bara ke Internet, Ribuan Investor Serbu Saham di Tengah Penurunan Laba
Sutarman Jadi Komisaris Utama Bukalapak, Perusahaan Perkuat Pengawasan dan Strategi Keamanan Siber
PTBA Bagi Dividen Rp1,32 Triliun, Strategi Simpan Laba Jadi Sorotan Investor
RUPST PTBA Putuskan Dua Langkah Besar: Bambang Ismawan Jadi Dirut, Dividen Rp1,32 Triliun Dibagikan
SpaceX Guncang Dunia Finansial, IPO Fantastis Tembus Rp 1.343 Triliun dan Ubah Peta Ekonomi Global
WIFI Kian Dilirik Investor, Internet Rakyat dan Lonjakan Trafik Global Jadi Motor Pertumbuhan Saham Surge
RUPST Telkom 2026 Jadi Ujian Kredibilitas Transformasi Digital dan Keseimbangan Dividen
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:00 WIB

GOTO Kembali Jadi Sorotan, Buyback 7,59 Miliar Saham Rampung dan Siapkan Dana Rp3,5 Triliun

Sabtu, 13 Juni 2026 - 17:00 WIB

DSSA Beralih Arah dari Batu Bara ke Internet, Ribuan Investor Serbu Saham di Tengah Penurunan Laba

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:00 WIB

Sutarman Jadi Komisaris Utama Bukalapak, Perusahaan Perkuat Pengawasan dan Strategi Keamanan Siber

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:00 WIB

PTBA Bagi Dividen Rp1,32 Triliun, Strategi Simpan Laba Jadi Sorotan Investor

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:00 WIB

RUPST PTBA Putuskan Dua Langkah Besar: Bambang Ismawan Jadi Dirut, Dividen Rp1,32 Triliun Dibagikan

Berita Terbaru