Konglomerat RI Serbu Tambang Emas Australia, Prajogo hingga Salim Bergerak Agresif

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 29 April 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Sejumlah konglomerat Indonesia mulai agresif memperluas portofolio di sektor tambang emas dan tembaga. Mereka membidik perusahaan tambang berbasis Australia melalui berbagai skema investasi, seiring lonjakan harga komoditas yang terjadi sepanjang 2025.

Nama-nama besar seperti Prajogo Pangestu, Anthoni Salim, Nirwan Bakrie, Hilmi Panigoro, hingga Agoes Projosasmito ikut masuk dalam gelombang ekspansi ini. Mereka memanfaatkan momentum pasar untuk memperkuat posisi di industri sumber daya alam global.

Lonjakan harga dorong ekspansi agresif

Lonjakan harga emas dan tembaga sepanjang 2025 mendorong minat investor besar untuk masuk ke sektor tambang. Meski begitu, harga kedua komoditas itu mulai melandai pada awal 2026. Kondisi ini tidak langsung meredam langkah ekspansi, justru membuat konglomerat bergerak lebih cepat mengamankan aset strategis.

Para pelaku pasar menilai emas dan tembaga tetap menjadi komoditas penting di tengah ketidakpastian ekonomi global, transisi energi, dan permintaan industri yang masih kuat.

Baca Juga :  BEI Rilis Status Free Float Emiten, Saham Prajogo Pangestu Jadi Sorotan Pasar

Prajogo Pangestu aktif lewat PT Petrosea

Prajogo Pangestu menjadi salah satu pemain yang paling aktif dalam ekspansi ini. Ia bergerak melalui kendaraan investasinya, PT Petrosea Tbk (PTRO), yang berada di bawah Grup Barito dan bergerak di bidang kontraktor tambang serta migas.

PT Petrosea menyelesaikan transaksi penawaran convertible note yang diterbitkan Tolu Minerals Limited. Nilai transaksi mencapai A$23,75 juta atau sekitar Rp249,4 miliar.

Langkah ini memperkuat posisi Prajogo di sektor tambang emas internasional sekaligus memperluas eksposur bisnis Grup Barito di luar Indonesia.

Konglomerat lain ikut membidik tambang luar negeri

Selain Prajogo, sejumlah grup besar lain juga ikut bergerak. Grup Salim, Bakrie, hingga kelompok usaha Hilmi Panigoro dan Agoes Projosasmito ikut melirik peluang serupa di perusahaan tambang berbasis Australia.

Para konglomerat ini tidak hanya mengejar kepemilikan saham, tetapi juga mengamankan akses jangka panjang ke produksi emas dan tembaga yang dinilai semakin strategis untuk industri global, termasuk teknologi dan energi bersih.

Baca Juga :  BELL Tebar Dividen Rp10 Miliar, Cek Jadwal Lengkap dan Rincian Pembayarannya

Strategi diversifikasi aset tambang

Pelaku pasar menilai tren ini menunjukkan strategi diversifikasi agresif dari para konglomerat Indonesia. Mereka tidak hanya mengandalkan bisnis domestik, tetapi juga memperluas portofolio ke luar negeri untuk memperkuat ketahanan bisnis jangka panjang.

Sektor tambang emas dan tembaga menjadi target utama karena memiliki permintaan stabil dan potensi kenaikan nilai saat terjadi ketidakpastian ekonomi global.

Dampak ke pasar modal

Aksi ekspansi ini ikut menarik perhatian pelaku pasar modal. Investor menilai langkah konglomerat dapat meningkatkan eksposur emiten Indonesia terhadap aset global dan memperkuat sentimen di sektor energi serta pertambangan.

Namun, analis juga mengingatkan bahwa volatilitas harga komoditas tetap menjadi risiko utama yang perlu diantisipasi oleh para investor.

Dengan gelombang ekspansi ini, sektor tambang kembali menjadi salah satu arena utama persaingan konglomerat Indonesia di panggung global.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Rights Issue ELPI Diserbu Investor, Kantongi Rp739 Miliar untuk Tambah Armada dan Perluas Bisnis Maritim
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 16 Juli 2026 Bergerak Beragam, Raja Emas Pangkas Mayoritas Kadar, Siapa Masih Bertahan?
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 16 Juli 2026, Antam, UBS, dan Galeri 24 Tampil dengan Harga Berbeda
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 15 Juli 2026 Belum Bergerak, Cek Daftar Lengkap per Gram Sebelum Membeli
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 15 Juli 2026 Bikin Bingung Pembeli, Selisih Antam, UBS dan Galeri 24 Makin Terlihat
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 14 Juli 2026 Masih Bertahan, Simak Daftar Lengkap dari 24 hingga 12 Karat
Harga Buyback Emas Pegadaian Hari Ini 14 Juli 2026 Naik, Galeri 24 Salip Antam dan UBS di Banyak Pecahan
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 14 Juli 2026 Bergerak Berbeda, Antam Tembus Rp2,74 Juta per Gram, Mana yang Paling Untung?
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 11:24 WIB

Rights Issue ELPI Diserbu Investor, Kantongi Rp739 Miliar untuk Tambah Armada dan Perluas Bisnis Maritim

Kamis, 16 Juli 2026 - 09:00 WIB

Harga Emas Perhiasan Hari Ini 16 Juli 2026 Bergerak Beragam, Raja Emas Pangkas Mayoritas Kadar, Siapa Masih Bertahan?

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 16 Juli 2026, Antam, UBS, dan Galeri 24 Tampil dengan Harga Berbeda

Rabu, 15 Juli 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Perhiasan Hari Ini 15 Juli 2026 Belum Bergerak, Cek Daftar Lengkap per Gram Sebelum Membeli

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 15 Juli 2026 Bikin Bingung Pembeli, Selisih Antam, UBS dan Galeri 24 Makin Terlihat

Berita Terbaru