JAKARTA – Emiten terafiliasi konglomerat Hermanto Tanoko, PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES), mencatat kinerja keuangan yang melonjak tajam pada kuartal I-2026. Perseroan membukukan kenaikan laba bersih hingga lebih dari 4.000% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kinerja BLES Kuartal I-2026 Tumbuh Solid
BLES menunjukkan penguatan fundamental bisnis sejak awal 2026. Perseroan membukukan pendapatan Rp 334 miliar, naik 6,3% dari Rp 314 miliar pada kuartal I-2025. Manajemen menyebut pertumbuhan ini menandai perbaikan permintaan dan peningkatan aktivitas produksi.
Pendapatan Naik Ditopang Volume dan Harga Jual
Manajemen BLES menjelaskan kenaikan pendapatan berasal dari peningkatan volume penjualan seiring bertambahnya kapasitas produksi. Selain itu, kondisi pasar yang lebih stabil ikut mendorong kenaikan harga jual produk.
Perusahaan juga menilai kebijakan pemerintah yang lebih jelas dan konsisten ikut memberikan kepastian bagi industri bahan bangunan. Faktor tersebut memperkuat daya serap pasar dan menjaga momentum penjualan.
Laba Bersih Melonjak Lebih dari 4.000%
BLES mencatat laba bersih Rp 46,9 miliar pada kuartal I-2026. Angka itu melonjak tajam dari Rp 1,1 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Lonjakan ini tidak hanya berasal dari kenaikan penjualan, tetapi juga dari efisiensi biaya produksi.
Manajemen menyebut perusahaan berhasil menekan biaya pokok penjualan (HPP) melalui optimalisasi penggunaan bahan baku. Strategi ini meningkatkan margin keuntungan secara signifikan.
Efisiensi R&D Dorong Margin Keuntungan
BLES menjalankan program riset dan pengembangan (R&D) pada kuartal III dan IV 2025. Hasil program tersebut mulai memberikan dampak nyata pada awal 2026.
Perusahaan mengadopsi sejumlah inovasi produksi untuk meningkatkan efisiensi penggunaan bahan baku. Langkah ini membantu perusahaan menjaga biaya tetap terkendali sekaligus meningkatkan profitabilitas.
Aset Turun Tipis karena Penyusutan
Dari sisi neraca, total aset BLES tercatat Rp 2,005 triliun pada kuartal I-2026. Angka itu turun 1,64% dibandingkan posisi Desember 2025 sebesar Rp 2,038 triliun.
Manajemen menjelaskan penurunan terjadi karena penyusutan aset serta terbatasnya penambahan aset baru pada periode tersebut.
Ekspansi Pabrik dan Prospek 2026
BLES mengoperasikan kapasitas produksi sekitar 5,6 juta meter kubik per tahun. Perseroan juga mulai mengoperasikan pabrik kelima di Banjarnegara yang meningkatkan efisiensi dan output produksi.
Manajemen optimistis kinerja akan terus tumbuh sepanjang 2026. Permintaan bahan bangunan yang tetap kuat dan ekspansi kapasitas produksi menjadi pendorong utama pertumbuhan.
Kepemilikan Hermanto Tanoko
Hermanto Tanoko menggenggam saham BLES melalui PT Tancorp Investama dengan porsi 18,05%. Perseroan menilai dukungan pemegang saham memperkuat arah ekspansi dan strategi jangka panjang perusahaan.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora