HP Mulai Ditinggalkan, Ponsel Tanpa Layar Jadi Tren Baru

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 30 April 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Tren penggunaan ponsel untuk anak di Amerika Serikat dan Kanada mulai berubah. Banyak orang tua kini meninggalkan smartphone seperti iPhone dan Android untuk anak-anak mereka, lalu beralih ke perangkat sederhana tanpa layar bernama Tin Can. Perangkat ini justru mencatat penjualan tinggi sejak meluncur pada April 2025.

Perangkat komunikasi anak tanpa layar

Tin Can hadir sebagai ponsel khusus anak dengan konsep sederhana. Perangkat ini hanya menyediakan fungsi panggilan suara tanpa layar, tanpa aplikasi, tanpa pesan teks, dan tanpa akses internet.

Produsen Tin Can merancang perangkat ini untuk mengurangi distraksi digital pada anak. Orang tua tetap bisa mengontrol penggunaan melalui aplikasi pendamping di smartphone.

Melalui aplikasi tersebut, orang tua bisa mengatur siapa saja yang boleh menghubungi anak, menentukan jadwal komunikasi, serta mengaktifkan mode Do Not Disturb kapan saja.

Laris di pasar Amerika dan Kanada

Sejak peluncuran awal, Tin Can langsung menarik perhatian pasar. Perusahaan mencatat ratusan ribu unit terjual hanya dalam waktu singkat. Gelombang penjualan awal bahkan langsung habis terjual.

Baca Juga :  Ancaman AI Mythos Guncang Bank Dunia, Eropa Perketat Keamanan Siber

Perusahaan yang berbasis di Seattle itu menyebut popularitas Tin Can tumbuh cepat melalui rekomendasi dari mulut ke mulut antar orang tua di Amerika Serikat dan Kanada.

Batch produksi terbaru baru akan dikirim pada Juni 2026 karena tingginya permintaan pasar.

Fitur panggilan dan kontrol orang tua

Tin Can memungkinkan anak melakukan panggilan tanpa batas ke sesama pengguna perangkat tersebut. Selain itu, perangkat ini juga mendukung panggilan darurat 911 secara gratis melalui paket layanan dasar.

Perusahaan juga menyediakan paket berbayar bernama “Party Line” dengan biaya sekitar US$9,99 per bulan. Paket ini memungkinkan anak menghubungi nomor ponsel biasa yang sudah mendapat persetujuan orang tua, termasuk nomor keluarga.

Desain sederhana dan harga terjangkau

Tin Can dijual dengan harga sekitar US$100 per unit. Perangkat ini hadir dalam beberapa pilihan warna dan menggunakan koneksi WiFi untuk beroperasi.

Baca Juga :  Escape Pod Online Buka Akses, Nikmati Petualangan di Dunia Virtual

Pengguna cukup menghubungkan perangkat ke listrik rumah tanpa perlu jaringan telepon konvensional.

Fokus ekspansi pasar

CEO Tin Can, Chet Kittleson, menyatakan perusahaan masih fokus memenuhi permintaan yang terus meningkat. Ia menegaskan perusahaan ingin memastikan setiap pengguna mendapatkan pengalaman terbaik dari perangkat komunikasi anak tanpa layar tersebut.

Selain Amerika Utara, perusahaan juga menyiapkan ekspansi ke pasar lain, termasuk Inggris, dalam waktu dekat.

Tren baru di era digital anak

Fenomena Tin Can menunjukkan perubahan cara orang tua mengelola penggunaan teknologi pada anak. Banyak keluarga kini memilih perangkat yang lebih sederhana untuk mengurangi ketergantungan anak pada layar dan internet.

Tren ini sekaligus memicu diskusi baru tentang batasan teknologi dalam kehidupan anak di era digital yang semakin maju.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

HP Jadul Tak Bisa Pakai WhatsApp Mulai September 2026, Ini Daftar dan Solusinya
Rokid AI Glasses Resmi Masuk Indonesia, Kacamata Pintar Serbaguna Rp 11 Jutaan Siap Tantang Pasar
Google Drive Cepat Penuh? Ini Penyebab dan Cara Mengosongkannya dengan Mudah
China Gelontorkan Rp22 Triliun untuk Robot AI di Jaringan Listrik Nasional
Gelombang PHK Teknologi Global Menguat, Meta dan Microsoft Pangkas Ribuan Karyawan di Era AI
XChat Rilis Global, Aplikasi Baru Elon Musk Siap Tantang WhatsApp di Indonesia
Bripka Anugrah Ciptakan Aplikasi Data Senjata, Kini Dipakai Lintas Polda
Google Kucurkan Rp 670 Triliun ke Anthropic, Pertarungan AI Global Makin Memanas
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 18:00 WIB

HP Jadul Tak Bisa Pakai WhatsApp Mulai September 2026, Ini Daftar dan Solusinya

Kamis, 30 April 2026 - 17:00 WIB

HP Mulai Ditinggalkan, Ponsel Tanpa Layar Jadi Tren Baru

Kamis, 30 April 2026 - 00:00 WIB

Rokid AI Glasses Resmi Masuk Indonesia, Kacamata Pintar Serbaguna Rp 11 Jutaan Siap Tantang Pasar

Rabu, 29 April 2026 - 23:00 WIB

Google Drive Cepat Penuh? Ini Penyebab dan Cara Mengosongkannya dengan Mudah

Rabu, 29 April 2026 - 18:00 WIB

China Gelontorkan Rp22 Triliun untuk Robot AI di Jaringan Listrik Nasional

Berita Terbaru

Oplus_0

Nasional

Mahasiswa Unja Gugat KUHAP ke MK, Soroti Hak Saksi

Kamis, 30 Apr 2026 - 17:50 WIB

Oplus_0

Teknologi

HP Mulai Ditinggalkan, Ponsel Tanpa Layar Jadi Tren Baru

Kamis, 30 Apr 2026 - 17:00 WIB