Gelombang PHK Teknologi Global Menguat, Meta dan Microsoft Pangkas Ribuan Karyawan di Era AI

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 29 April 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) kembali mengguncang industri teknologi dunia. Meta dan Microsoft menjadi sorotan setelah keduanya mengumumkan rencana pengurangan puluhan ribu karyawan. Langkah ini memicu kekhawatiran baru bahwa kecerdasan buatan (AI) mulai menggeser peran manusia di dunia kerja lebih cepat dari perkiraan.

Meta dan Microsoft Pangkas Ribuan Pekerja

Meta menyiapkan pemangkasan sekitar 10 persen tenaga kerja atau sekitar 8.000 posisi. Perusahaan milik Mark Zuckerberg itu juga menghentikan pengisian 6.000 posisi yang masih kosong. Kebijakan ini mulai berjalan pada 20 Mei 2026 sebagai bagian dari efisiensi internal.

Meta menegaskan langkah tersebut bertujuan menekan biaya operasional dan menyeimbangkan investasi besar di sektor AI. Perusahaan juga menyebut struktur organisasi perlu berubah agar lebih ramping dan cepat menghadapi persaingan teknologi.

Microsoft mengambil langkah serupa. Perusahaan teknologi raksasa itu menawarkan program pengunduran diri sukarela kepada karyawan di Amerika Serikat. Sekitar 7 persen atau 8.750 pekerja masuk dalam program tersebut. Microsoft menyebut langkah itu sebagai bagian dari restrukturisasi terbesar dalam 51 tahun sejarah perusahaan.

AI Dorong Perubahan Struktur Kerja

Para analis menilai gelombang PHK ini bukan sekadar penyesuaian bisnis. Mereka melihat perubahan besar dalam cara perusahaan mengatur tenaga kerja di era AI.

Baca Juga :  BRIN Dorong Indonesia Mandiri di Industri Satelit

Pelatih eksekutif Anthony Tuggle menyebut dunia kerja sedang mengalami pergeseran struktural besar. Ia menilai perusahaan tidak hanya melakukan efisiensi, tetapi juga mengubah cara kerja secara permanen.

Menurut Tuggle, AI kini mulai mengambil alih banyak tugas rutin di berbagai sektor. Kondisi ini membuat perusahaan meninjau ulang kebutuhan tenaga kerja manusia.

Puluhan Ribu Pekerja Teknologi Terdampak

Data Layoffs.fyi mencatat lebih dari 92.000 pekerja teknologi kehilangan pekerjaan sepanjang 2026 hingga April. Jika dihitung sejak 2020, jumlah total pekerja yang terdampak mendekati 900.000 orang.

Lonjakan PHK terjadi setelah perusahaan teknologi besar melakukan perekrutan besar-besaran saat pandemi. Kini mereka menyesuaikan kembali struktur organisasi setelah pertumbuhan melambat.

Efisiensi dan Investasi AI Jalan Bersamaan

Meski melakukan PHK besar, perusahaan teknologi justru meningkatkan investasi di bidang AI. Alphabet, Microsoft, Meta, dan Amazon disebut mengalokasikan hampir 700 miliar dolar AS atau sekitar Rp 12.000 triliun untuk membangun infrastruktur AI tahun ini.

Analis TD Cowen memperkirakan pengurangan 20.000 hingga 30.000 pekerja dapat meningkatkan arus kas perusahaan hingga 10 miliar dolar AS. Efisiensi ini memberi ruang bagi perusahaan untuk memperbesar investasi teknologi.

Baca Juga :  Sony Xperia 1 VIII: Desain Baru, Kamera 48MP, dan Strategi Niche di Pasar Flagship

Tekanan Pasar Kerja Meningkat

Chief Economist Glassdoor Daniel Zhao menilai kondisi pasar kerja yang tidak stabil membuat pekerja enggan mengundurkan diri secara sukarela. Akibatnya, perusahaan lebih agresif melakukan efisiensi.

Zhao menjelaskan perusahaan kini lebih sering menekan biaya tenaga kerja melalui PHK langsung atau memperketat standar kinerja.

Industri Lain Ikut Terseret

Gelombang efisiensi juga terjadi di perusahaan lain. Snap memangkas 16 persen karyawan atau sekitar 1.000 orang. CEO Snap Evan Spiegel menyebut AI menjadi faktor utama efisiensi tersebut.

Salesforce juga mengurangi sekitar 4.000 posisi di divisi dukungan pelanggan. Perusahaan menilai sistem AI sudah mampu menangani sebagian besar tugas layanan pelanggan.

Masa Depan Pekerjaan Masih Abu-abu

CEO Chef Robotics Rajat Bhageria menilai dunia kerja masih berada dalam masa transisi besar. Ia mengatakan AI memang menciptakan peluang baru, tetapi bentuk pekerjaan masa depan belum jelas.

Ia menambahkan banyak pekerjaan harian kini bisa dilakukan AI dengan cepat dan efisien. Kondisi ini membuat perusahaan terus menyesuaikan struktur tenaga kerja mereka.

Gelombang PHK di sektor teknologi menunjukkan satu hal jelas: AI tidak hanya mengubah produk dan layanan, tetapi juga cara perusahaan mempekerjakan manusia.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Kemenkes Siapkan Robot Bedah AI Buatan Indonesia, Budi Gunadi Ungkap Strategi Besar Tingkatkan Layanan Medis
Kuota Internet Tak Hangus Lagi, Begini Cara Daftar Paket Rollover Telkomsel, IM3 dan XLSmart
MK Wajibkan Operator Hadirkan Opsi Kuota Tak Hangus, Jutaan Pengguna Internet Kini Lebih Terlindungi
Internet Seluler Indonesia Dibidik Tembus 100 Mbps, Komdigi Pasang Target Besar hingga 2029
Honor Robot Phone Meledak Usai Final Piala Dunia 2026, Kamera Robot AI yang Dipakai Eric Garcia Bikin Dunia Gadget Heboh
Bikin Konten Kini Lebih Hemat! Telkomsel Luncurkan Paket CapCut Premium Rp68 Ribu, Bonus Kuota Internet
BRIN Sulap Limbah Ampas Kopi Gayo Jadi Kemasan Pangan Antibakteri, Siap Tantang Dominasi Plastik
Lelang Frekuensi Rampung, Komdigi Resmi Tetapkan Pemenang 700 MHz dan 2,6 GHz
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 20:19 WIB

Kemenkes Siapkan Robot Bedah AI Buatan Indonesia, Budi Gunadi Ungkap Strategi Besar Tingkatkan Layanan Medis

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:00 WIB

Kuota Internet Tak Hangus Lagi, Begini Cara Daftar Paket Rollover Telkomsel, IM3 dan XLSmart

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:00 WIB

MK Wajibkan Operator Hadirkan Opsi Kuota Tak Hangus, Jutaan Pengguna Internet Kini Lebih Terlindungi

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:54 WIB

Internet Seluler Indonesia Dibidik Tembus 100 Mbps, Komdigi Pasang Target Besar hingga 2029

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:00 WIB

Honor Robot Phone Meledak Usai Final Piala Dunia 2026, Kamera Robot AI yang Dipakai Eric Garcia Bikin Dunia Gadget Heboh

Berita Terbaru

Oplus_0

Sungai Penuh

SK 196 CPNS Sungai Penuh Rampung, Kapan Diserahkan?

Sabtu, 22 Agu 2026 - 19:19 WIB