JAKARTA – Adegan dalam film Begin Again masih sering muncul di media sosial. Dua tokoh berbagi headset kabel sambil berjalan di tengah kota menjadi simbol kedekatan yang sederhana. Momen itu tidak hanya menampilkan musik, tetapi juga koneksi emosional yang lahir dari perangkat kecil bernama earphone kabel.
Lebih dari satu dekade setelah film itu rilis, dunia audio berubah drastis. Industri teknologi mendorong perangkat nirkabel sebagai standar baru. Earphone TWS dan headphone Bluetooth mendominasi pasar. Namun tren itu tidak berjalan lurus. Anak muda justru membawa kembali perangkat lama ke dalam gaya hidup modern mereka.
TWS Mendominasi, Tapi Tidak Menjawab Semua Kebutuhan
Perangkat nirkabel menawarkan banyak kemudahan. Pengguna bisa bergerak bebas tanpa kabel yang mengganggu. Produsen juga menambahkan fitur seperti noise cancelling, kontrol sentuh, dan integrasi dengan asisten digital.
Namun di balik semua itu, sebagian pengguna mulai merasakan masalah baru. Mereka menghadapi baterai yang cepat habis, perangkat yang mudah hilang, serta koneksi yang kadang tidak stabil. Situasi itu membuat sebagian orang mulai mengevaluasi ulang kebutuhan mereka.
Generasi muda yang hidup dengan mobilitas tinggi melihat masalah ini sebagai gangguan kecil yang cukup sering terjadi. Mereka tidak hanya mencari teknologi canggih, tetapi juga solusi yang praktis dalam penggunaan sehari-hari.
Generasi Z Pilih Fungsi, Bukan Sekadar Gaya
Banyak anak muda mulai kembali memakai headset kabel bukan karena tren semata, tetapi karena alasan fungsional. Mereka menilai kabel justru memberikan kepastian dalam penggunaan.
Seorang kreator konten TikTok, Janice Samantha, menjelaskan pengalamannya saat beralih dari TWS ke earphone kabel. Ia sering mengalami earbud TWS terjatuh dan sulit ditemukan. Ia juga pernah kehilangan perangkat kecil itu di situasi tidak terduga.
Pengalaman tersebut membuatnya memilih perangkat yang lebih sederhana. Ia mengutamakan koneksi langsung tanpa baterai dan tanpa proses pengisian daya. Ia juga menghindari situasi di mana perangkat tiba-tiba tidak bisa digunakan karena kehabisan baterai.
Bagi sebagian pengguna lain, earphone kabel juga memberikan kualitas suara yang lebih stabil. Mereka merasa audio tidak mengalami jeda dan tetap konsisten saat digunakan untuk menonton video atau bermain gim.
Faktor Praktis Dorong Kebangkitan Kabel
Headset kabel menawarkan keunggulan yang tidak berubah sejak awal kemunculannya. Pengguna tidak perlu mengisi daya. Mereka juga tidak perlu melakukan pairing Bluetooth setiap kali ingin menggunakan perangkat.
Kondisi ini memberikan rasa siap pakai kapan saja. Pengguna cukup mencolokkan kabel ke perangkat dan langsung menikmati audio.
Selain itu, banyak orang menganggap earphone kabel lebih tahan lama. Mereka tidak perlu khawatir tentang baterai yang menurun kualitasnya seiring waktu. Mereka juga tidak menghadapi risiko kehilangan satu sisi earbud yang sering terjadi pada TWS.
Dari Alat Audio Jadi Aksesori Gaya Hidup
Perubahan paling menarik muncul dari sisi estetika. Headset kabel kini tidak hanya berfungsi sebagai perangkat audio, tetapi juga sebagai bagian dari fashion.
Anak muda memadukan earphone kabel dengan gaya berpakaian mereka. Gaya streetwear, Y2K, hingga outfit minimalis sering muncul bersama kabel yang menjuntai dari telinga. Kabel yang dulu dianggap berantakan kini berubah menjadi elemen visual yang dianggap menarik.
Media sosial memperkuat tren ini. Banyak pengguna TikTok dan Instagram menampilkan gaya “wired aesthetic” sebagai bagian dari identitas visual mereka. Kabel tidak lagi disembunyikan, tetapi justru ditonjolkan sebagai bagian dari penampilan.
Dukungan dari Selebritas Perkuat Tren
Sejumlah figur publik ikut memperkuat kembalinya tren ini. Musisi, aktor, hingga atlet terlihat menggunakan earphone kabel dalam aktivitas sehari-hari.
Nama-nama seperti Drake, Harry Styles, Dua Lipa, dan Zendaya pernah tampil dengan headset kabel di ruang publik. Atlet seperti Stephen Curry dan Cristiano Ronaldo juga terlihat menggunakannya dalam beberapa kesempatan.
Emma Watson bahkan pernah menyebut bahwa ia menyukai earphone model lama karena terasa lebih sederhana dan jujur. Pernyataan ini memperkuat persepsi bahwa teknologi tidak selalu harus baru untuk tetap relevan.
Isu Kesehatan dan Persepsi Publik
Selain alasan fungsional dan estetika, isu kesehatan juga ikut mempengaruhi pergeseran ini. Sebagian pengguna di media sosial mengkhawatirkan radiasi dari perangkat Bluetooth.
Namun dokter spesialis THT, dr. Muhammad Edi Syahputra, menjelaskan bahwa penelitian medis belum membuktikan bahaya khusus dari earphone Bluetooth. Ia menegaskan bahwa risiko gangguan pendengaran tidak berasal dari jenis perangkat, tetapi dari cara penggunaan.
Ia menekankan bahwa volume suara tinggi dan durasi pemakaian panjang menjadi faktor utama yang dapat merusak pendengaran. Kondisi ini berlaku baik pada earphone kabel maupun nirkabel.
Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa perdebatan tentang kabel dan nirkabel lebih banyak dipengaruhi persepsi daripada bukti ilmiah yang kuat.
Kebangkitan Teknologi Lama dalam Siklus Tren
Fenomena ini menunjukkan pola menarik dalam industri teknologi. Produk lama tidak selalu hilang ketika teknologi baru muncul. Sebaliknya, produk lama bisa kembali ketika pengguna merasa membutuhkan kesederhanaan.
Headset kabel kini berada di titik itu. Ia tidak menggantikan TWS, tetapi berdiri sebagai alternatif yang kembali relevan. Pengguna memilih berdasarkan kebutuhan, bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi.
Kondisi ini juga menunjukkan perubahan cara pandang generasi muda terhadap teknologi. Mereka tidak lagi terpaku pada konsep “baru berarti lebih baik”. Mereka lebih fokus pada kenyamanan, fungsi, dan pengalaman sehari-hari.
Penutup: Pilihan yang Kembali ke Pengguna
Kembalinya headset kabel menunjukkan bahwa tren teknologi tidak selalu bergerak maju secara linier. Kadang, inovasi lama kembali muncul karena pengguna menemukan kembali nilainya.
Generasi muda kini tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga penentu arah tren. Mereka menggabungkan fungsi, estetika, dan kenyamanan dalam satu pilihan.
Di tengah dominasi perangkat nirkabel, kabel justru menemukan ruang baru. Ia tidak lagi sekadar alat lama, tetapi simbol dari pilihan sadar di era digital yang serba cepat.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









