Belum Rilis, iPhone Fold Sudah Picu Perang Desain HP Lipat Baru di China

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 17 Mei 2026 - 15:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Rumor soal iPhone lipat atau iPhone Fold terus memanas meski Apple belum mengumumkan perangkat tersebut secara resmi. Bocoran desain menyebut Apple tidak mengikuti pola ponsel lipat yang sudah ada di pasar. Perusahaan itu justru dikabarkan mengembangkan konsep layar lipat yang lebih lebar (wide screen), bukan model memanjang seperti kebanyakan perangkat foldable saat ini.

Walau belum ada kepastian jadwal rilis, rumor ini sudah cukup untuk menggerakkan industri. Produsen smartphone asal China langsung membaca peluang dan mulai menyiapkan strategi untuk mengikuti arah desain tersebut.

Produsen China Mulai Susun Strategi Foldable Generasi Baru

Sejumlah merek besar seperti Vivo, Oppo, dan Honor dilaporkan mengembangkan ponsel lipat dengan pendekatan layar lebih lebar.

Informasi dari pembocor industri menyebut Vivo menyiapkan seri Vivo X Fold generasi berikutnya dengan fokus peningkatan desain lipatan. Perubahan ini tidak hanya soal spesifikasi, tetapi juga arah desain yang lebih mendekati konsep “tablet mini” ketika dibuka.

Di sisi lain, Honor juga dikabarkan menyiapkan prototipe ponsel lipat dengan bentuk lebih “bantet” dan layar luas. Sementara Oppo masih berada pada tahap evaluasi konsep desain sebelum masuk ke produksi massal.

Langkah ini menunjukkan bahwa industri tidak menunggu Apple merilis produknya. Mereka justru bergerak lebih cepat untuk mengamankan posisi di segmen foldable generasi berikutnya.

Huawei Sudah Lebih Dulu Masuk ke Arah Ini

Di tengah rumor tersebut, Huawei sebenarnya sudah lebih dulu mengeksplorasi konsep ponsel lipat dengan layar lebih lebar. Beberapa perangkat foldable Huawei menunjukkan pendekatan desain yang mengarah pada pengalaman layar luas saat dibuka.

Hal ini membuat Huawei berada sedikit di depan dalam eksperimen bentuk foldable, meskipun persaingan tetap ketat dengan merek lain yang agresif mengembangkan teknologi engsel dan layar lipat.

Baca Juga :  Vivo T5 Pro 5G Resmi Meluncur, Baterai 9.020 mAh Bodi Ramping Bikin Geger Pasar

Arah Baru: Dari Smartphone ke “Pocket Tablet”

Perubahan desain ini tidak hanya soal estetika. Industri mulai bergerak dari sekadar smartphone lipat menjadi perangkat hybrid antara ponsel dan tablet.

Konsep wide screen foldable membuka kemungkinan baru:

layar utama lebih lega untuk multitasking

pengalaman video dan gaming lebih imersif

produktivitas meningkat tanpa perlu tablet tambahan

Namun, perubahan ini juga membawa tantangan besar yang tidak bisa diabaikan.

Keunggulan Desain Foldable Wide Screen

1. Pengalaman Visual Lebih Luas

Layar yang lebih lebar memberi ruang kerja lebih besar. Pengguna bisa membuka dua atau tiga aplikasi sekaligus tanpa terasa sempit. Hal ini mendekatkan pengalaman ponsel ke tablet ringan.

2. Produktivitas Lebih Tinggi

Mode split-screen menjadi lebih efektif. Pengguna dapat mengedit dokumen sambil membuka referensi atau melakukan meeting sambil mencatat.

3. Hiburan Lebih Imersif

Konten video, film, dan game terasa lebih sinematik. Rasio layar yang lebih lebar mendukung pengalaman visual yang lebih natural.

4. Potensi Inovasi UI Baru

Developer aplikasi bisa merancang antarmuka baru yang memanfaatkan ruang layar lebih luas, bukan sekadar memperbesar tampilan ponsel biasa.

Kelemahan dan Tantangan Foldable Wide Screen

1. Harga Tetap Tinggi

Teknologi engsel dan layar fleksibel masih mahal. Model wide screen kemungkinan akan semakin meningkatkan biaya produksi.

2. Ketahanan Jadi Sorotan

Layar lipat tetap rentan terhadap crease atau bekas lipatan. Meski sudah meningkat, masalah ini belum sepenuhnya hilang.

3. Bobot dan Ukuran

Desain lebih lebar berpotensi membuat perangkat terasa lebih besar dan kurang nyaman untuk penggunaan satu tangan.

4. Konsumsi Daya Lebih Besar

Layar besar biasanya menguras baterai lebih cepat, sehingga produsen harus menyeimbangkan kapasitas baterai dan efisiensi sistem.

Baca Juga :  Honor Kembali ke Indonesia, Siap Tantang Dominasi Pasar Smartphone

Dampak ke Industri Smartphone Global

1. Mempercepat Evolusi Desain

Jika konsep wide screen foldable benar-benar menjadi standar baru, industri smartphone akan meninggalkan desain tradisional lebih cepat dari perkiraan.

2. Tekanan untuk Inovasi Engsel

Produsen harus mengembangkan teknologi engsel yang lebih tipis, kuat, dan minim bekas lipatan.

3. Persaingan Ekosistem, Bukan Sekadar Hardware

Perangkat foldable akan mendorong persaingan ke arah ekosistem software. Sistem operasi, aplikasi, dan UI akan menjadi faktor pembeda utama.

4. Standarisasi Baru di Pasar Premium

Foldable kemungkinan akan menjadi standar di segmen flagship, menggantikan sebagian posisi smartphone layar datar kelas atas.

Apple Belum Rilis, Tapi Sudah Mengubah Arah Pasar

Menariknya, Apple belum meluncurkan perangkat apa pun. Namun rumor iPhone Fold sudah cukup untuk menggerakkan seluruh industri.

Fenomena ini menunjukkan satu hal penting: dalam industri smartphone, rumor desain dari Apple sering cukup untuk mengubah strategi kompetitor global.

Produsen China kini tidak menunggu. Mereka bergerak lebih cepat, bereksperimen lebih agresif, dan mencoba menang di pasar sebelum Apple benar-benar masuk.

Kesimpulan: Era Foldable Lebar Baru Dimulai

Persaingan smartphone lipat kini memasuki fase baru. Bukan lagi soal siapa yang lebih dulu meluncurkan foldable, tetapi siapa yang berhasil mendefinisikan ulang bentuknya.

Konsep wide screen foldable membuka peluang besar untuk pengalaman digital yang lebih kaya. Namun di sisi lain, tantangan teknis, harga, dan daya tahan masih menjadi hambatan utama.

Jika tren ini berlanjut, industri smartphone dalam beberapa tahun ke depan tidak lagi didominasi oleh ponsel konvensional, tetapi oleh perangkat lipat yang semakin menyerupai tablet saku dengan fleksibilitas tinggi.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Mahyeldi Pasang Alarm untuk Generasi Muda Sumbar: Kuasai AI, Jangan Biarkan Karakter Tergeser
Kemenkes Siapkan Robot Bedah AI Buatan Indonesia, Budi Gunadi Ungkap Strategi Besar Tingkatkan Layanan Medis
Kuota Internet Tak Hangus Lagi, Begini Cara Daftar Paket Rollover Telkomsel, IM3 dan XLSmart
MK Wajibkan Operator Hadirkan Opsi Kuota Tak Hangus, Jutaan Pengguna Internet Kini Lebih Terlindungi
Internet Seluler Indonesia Dibidik Tembus 100 Mbps, Komdigi Pasang Target Besar hingga 2029
Honor Robot Phone Meledak Usai Final Piala Dunia 2026, Kamera Robot AI yang Dipakai Eric Garcia Bikin Dunia Gadget Heboh
Bikin Konten Kini Lebih Hemat! Telkomsel Luncurkan Paket CapCut Premium Rp68 Ribu, Bonus Kuota Internet
BRIN Sulap Limbah Ampas Kopi Gayo Jadi Kemasan Pangan Antibakteri, Siap Tantang Dominasi Plastik
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 14:00 WIB

Mahyeldi Pasang Alarm untuk Generasi Muda Sumbar: Kuasai AI, Jangan Biarkan Karakter Tergeser

Senin, 27 Juli 2026 - 20:19 WIB

Kemenkes Siapkan Robot Bedah AI Buatan Indonesia, Budi Gunadi Ungkap Strategi Besar Tingkatkan Layanan Medis

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:00 WIB

Kuota Internet Tak Hangus Lagi, Begini Cara Daftar Paket Rollover Telkomsel, IM3 dan XLSmart

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:00 WIB

MK Wajibkan Operator Hadirkan Opsi Kuota Tak Hangus, Jutaan Pengguna Internet Kini Lebih Terlindungi

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:54 WIB

Internet Seluler Indonesia Dibidik Tembus 100 Mbps, Komdigi Pasang Target Besar hingga 2029

Berita Terbaru