DHARMASRAYA – Puluhan pelajar di Kabupaten Dharmasraya menunjukkan kemampuan mereka dalam berbahasa dan bersastra Minangkabau melalui Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2026. Mereka tampil dengan penuh percaya diri dalam lima cabang perlombaan yang mengangkat kekayaan bahasa dan budaya Minangkabau.
Festival tingkat Kabupaten Dharmasraya tersebut berlangsung di SDN 14 Pulau Punjung, Rabu (4/11/2026). Para peserta dari jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) saling menunjukkan kreativitas, keterampilan, serta kecintaan terhadap bahasa ibu.
Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya, Medison, S.Sos., M.Si., menilai kegiatan ini memiliki peran penting dalam menjaga eksistensi bahasa Minangkabau. Ia mengajak pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat untuk bersama-sama menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa daerah.
Medison: Bahasa Minangkabau Harus Tetap Hidup di Kalangan Generasi Muda
Dalam sambutannya, Medison menegaskan bahwa FTBI bukan sekadar ajang perlombaan untuk mencari juara. Sebaliknya, festival ini menjadi kesempatan bagi pelajar untuk mengenal, mempelajari, mencintai, dan menggunakan bahasa serta sastra Minangkabau dengan bangga.
“Kita ingin memastikan bahwa bahasa ibu tetap hidup, digunakan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Jangan sampai bahasa ibu hanya menjadi kenangan bagi generasi terdahulu, tetapi harus tetap hidup di tengah-tengah kehidupan generasi penerus kita,” ujarnya di hadapan Plt Kepala Dinas Pendidikan, Naldi, S.STP, M.Si.
Menurut Medison, generasi muda perlu mengenal bahasa daerah sejak dini. Dengan begitu, mereka dapat menjaga identitas budaya sekaligus mengikuti perkembangan zaman.
Selain itu, FTBI menghadirkan lima cabang perlombaan yang mengasah kemampuan peserta. Kelima cabang tersebut meliputi:
Manulih jo mambaco pantun.
Badendang.
Manulih carito.
Bacarito.
Bapidato.
Melalui berbagai cabang tersebut, siswa dapat mengembangkan kreativitas, keberanian berbicara, keterampilan menulis, dan kemampuan berbahasa Minangkabau.
Ini Daftar Juara FTBI 2026 Tingkat SD Dharmasraya
Pada jenjang sekolah dasar, para peserta menunjukkan kemampuan terbaik dalam setiap cabang perlombaan. Berikut lima siswa yang meraih juara pertama:
Manulih jo mambaco pantun: Zakia Alina Zahra dari SDN 06 IX Koto.
Badendang: Azzahra Rahmadani dari SDN 05 Padang Laweh.
Manulih carito: Rasyfa Eatina Azzahra dari SDN 05 Sungai Rumbai.
Bacarito: Rafa Faidhul Oktazora dari SDN 13 Sitiung.
Bapidato: Sabil Alfath Eldinief dari SDIT Al-Bina Koto Baru.
Kelima siswa tersebut berhasil menunjukkan kemampuan unggul pada cabang masing-masing. Prestasi mereka juga mencerminkan semangat pelajar sekolah dasar dalam mengenal dan mengembangkan sastra Minangkabau.
Berikut Juara FTBI 2026 Tingkat SMP
Sementara itu, persaingan pada jenjang sekolah menengah pertama juga menghadirkan talenta muda yang memiliki kemampuan berbahasa dan bersastra Minangkabau.
Berikut daftar peraih juara pertama tingkat SMP:
1. Manulih jo mambaco pantun: Mayfi dari SMPN 4 Timpeh.
2. Badendang: Tazkira Apriliana dari SMPN 1 Koto Baru.
3. Manulih carito: Eveline Alini Putri dari SMPN 1 Pulau Punjung.
4. Bacarito: Asbi Musli dari SMP Qur’an Miftahul Ulum.
5. Bapidato: Sekar Dwi Andini dari SMP IT Al-Munawaroh.
Para pemenang tersebut menunjukkan bahwa pelajar SMP juga memiliki potensi besar dalam mengembangkan bahasa dan sastra daerah. Karena itu, sekolah perlu terus memberikan ruang bagi siswa untuk mengasah kemampuan sekaligus mengenal budaya Minangkabau.
Pemkab Dharmasraya Ajak Keluarga dan Sekolah Jaga Bahasa Daerah
Lebih lanjut, Medison mengingatkan bahwa generasi muda harus mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa melupakan akar budaya sendiri.
“Menjadi generasi yang maju dan mampu bersaing di era globalisasi tidak berarti harus meninggalkan bahasa dan budaya daerah. Justru generasi yang hebat adalah generasi yang mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus tetap mengenal, menjaga, dan bangga terhadap identitas budayanya,” ungkapnya.
Sejalan dengan pesan tersebut, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya mendukung berbagai program pelestarian budaya daerah. Salah satunya melalui penguatan pembelajaran bahasa dan sastra Minangkabau di sekolah.
Namun, upaya menjaga bahasa ibu tidak cukup hanya mengandalkan lingkungan pendidikan. Orang tua juga perlu membiasakan anak menggunakan bahasa Minangkabau ketika berkomunikasi di rumah.
Medison menilai keterlibatan guru dan keluarga sangat penting dalam membangun kebiasaan tersebut. Dengan demikian, anak-anak tidak hanya mengenal bahasa daerah melalui pelajaran, tetapi juga menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.
Medison Berharap FTBI Terus Tumbuhkan Kecintaan terhadap Bahasa Ibu
Pada kesempatan itu, Medison mengajak seluruh peserta mengikuti festival dengan penuh semangat, percaya diri, dan menjunjung tinggi sportivitas.
Ia juga mengingatkan para siswa agar tidak hanya mengejar kemenangan. Sebaliknya, mereka perlu memanfaatkan FTBI sebagai pengalaman untuk belajar, berkarya, mengembangkan kemampuan, dan mencintai budaya sendiri.
Medison berharap kegiatan FTBI tidak berhenti sebagai agenda perlombaan semata. Ia ingin sekolah dan keluarga terus mengembangkan semangat pelestarian bahasa Minangkabau melalui aktivitas sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya ingin menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa daerah. Dengan dukungan semua pihak, bahasa Minangkabau dapat terus hidup, berkembang, dan menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Dharmasraya.
FAQ
1. Apa itu Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI)?
FTBI merupakan kegiatan pendidikan dan kebudayaan yang mengajak generasi muda mengenal, mencintai, serta mengembangkan bahasa dan sastra daerah.
2. Kapan dan di mana FTBI 2026 Dharmasraya berlangsung?
FTBI tingkat Kabupaten Dharmasraya berlangsung pada Rabu, 4 November 2026, di SDN 14 Pulau Punjung.
3. Apa saja cabang perlombaan FTBI 2026?
Festival ini menghadirkan lima cabang perlombaan, yaitu manulih jo mambaco pantun, badendang, manulih carito, bacarito, dan bapidato.
4. Siapa saja peserta FTBI 2026 Dharmasraya?
Pelajar dari jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama mengikuti festival tersebut.
5. Siapa yang berperan dalam pelestarian bahasa Minangkabau?
Pemerintah daerah, sekolah, guru, orang tua, masyarakat, dan generasi muda memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga bahasa Minangkabau.
6. Apa tujuan utama FTBI 2026 Dharmasraya?
FTBI bertujuan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa dan sastra Minangkabau sekaligus mendorong mereka menjaga identitas budaya daerah.(Tim)










