BBCA Terkoreksi 2,09%, Bank Central Asia Tetap Kokoh dengan Fundamental Solid

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kembali mengalami tekanan pada perdagangan Kamis (30/4). Harga saham bank swasta terbesar di Indonesia ini turun 125 poin atau 2,09 persen ke level 5.850.

Aksi jual investor terjadi di tengah koreksi pasar saham secara umum. Namun, pelaku pasar tetap menyoroti fundamental kuat BBCA yang masih menjadi salah satu bank paling stabil di sektor keuangan nasional.

BBCA Bergerak di Zona Merah

Saham Bank Central Asia dibuka di level 5.950 dan sempat menyentuh titik tertinggi 5.975. Tekanan jual kemudian mendorong harga turun hingga 5.800 sebagai level terendah harian.

Pergerakan ini mencerminkan sentimen negatif jangka pendek di pasar. Investor melakukan aksi ambil untung setelah periode volatilitas yang cukup tinggi di sektor perbankan.

Fundamental Masih Solid

Meski harga saham melemah, kinerja BBCA tetap menunjukkan kekuatan fundamental. Perseroan mencatat pendapatan sekitar 26,75 triliun rupiah pada kuartal pertama 2026 dengan pertumbuhan tahunan 2,47 persen.

Baca Juga :  PYFA Gelar Rights Issue Rp5,7 Triliun, Upaya Pulihkan Kinerja di Tengah Kerugian 3 Tahun

Bank ini juga menjaga efisiensi operasional serta kualitas kredit yang tetap sehat. Rasio kredit bermasalah tetap berada di level rendah dibandingkan rata-rata industri perbankan nasional.

Kredit Tumbuh Stabil

BBCA terus mencatat pertumbuhan kredit di berbagai segmen, terutama ritel dan UMKM. Pertumbuhan ini mendorong peningkatan pendapatan bunga bersih yang menjadi tulang punggung kinerja bank.

Manajemen juga menjaga selektivitas penyaluran kredit untuk menekan risiko di tengah ketidakpastian ekonomi global. Strategi ini memperkuat posisi BBCA sebagai bank dengan profil risiko konservatif.

Dividen Tetap Menarik

Investor tetap melirik BBCA karena konsistensi pembagian dividen. Berdasarkan data terakhir, imbal hasil dividen berada di kisaran 5,74 persen, salah satu yang paling stabil di sektor perbankan.

Pasar juga menantikan keputusan final pembagian dividen tahun buku 2025. Rekam jejak BBCA menunjukkan konsistensi dalam memberikan imbal hasil kepada pemegang saham setiap tahun.

Pergerakan Harga dalam 52 Minggu

Dalam rentang 52 minggu terakhir, saham BBCA bergerak di kisaran 5.800 hingga 9.800. Saat ini harga berada di area bawah rentang tersebut, sehingga membuka peluang rebound jika sentimen pasar membaik.

Baca Juga :  IHSG Bergerak Fluktuatif, Investor Waspadai Sentimen Global

Namun, analis menilai tekanan jangka pendek masih bisa berlanjut jika arus dana asing belum kembali masuk ke pasar Indonesia.

Sentimen Pasar dan Prospek

Tekanan pada saham perbankan besar tidak hanya terjadi pada BBCA. Saham bank BUMN juga mengalami koreksi di sesi perdagangan yang sama.

Investor kini fokus pada arah suku bunga global, stabilitas rupiah, serta potensi pemulihan ekonomi domestik. Faktor-faktor tersebut akan menentukan arah pergerakan saham perbankan dalam beberapa bulan ke depan.

Kesimpulan

Meski saham BBCA terkoreksi pada perdagangan terakhir, fundamental perusahaan tetap kuat dengan pertumbuhan kredit stabil, pendapatan naik, dan dividen konsisten. Investor kini menunggu katalis baru untuk menentukan arah pergerakan berikutnya di tengah tekanan pasar jangka pendek.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Sensex Terkoreksi 0,75%, Tekanan Global Guncang Bursa Saham India
Saham BRI Turun 2,61%, Investor Tetap Pantau Dividen dan Fundamental Kuat
BMRI Terkoreksi Tipis, Bank Mandiri Tetap Solid dengan Laba dan Dividen Menarik
BBNI Terkoreksi 2,11% ke Rp3.720, Investor Pantau Tekanan Saham Perbankan
PYFA Gelar Rights Issue Rp5,7 Triliun, Upaya Pulihkan Kinerja di Tengah Kerugian 3 Tahun
CDIA Suntik Rp 240 Miliar ke Anak Usaha Petrosea, Ambil 49% Saham PSS
IHSG Bergerak Fluktuatif, Investor Waspadai Sentimen Global
Pemerintah Siapkan Insentif Pajak Investor, Pasar Modal RI Makin Tangguh
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:30 WIB

Sensex Terkoreksi 0,75%, Tekanan Global Guncang Bursa Saham India

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:31 WIB

Saham BRI Turun 2,61%, Investor Tetap Pantau Dividen dan Fundamental Kuat

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:30 WIB

BBCA Terkoreksi 2,09%, Bank Central Asia Tetap Kokoh dengan Fundamental Solid

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:30 WIB

BMRI Terkoreksi Tipis, Bank Mandiri Tetap Solid dengan Laba dan Dividen Menarik

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:30 WIB

BBNI Terkoreksi 2,11% ke Rp3.720, Investor Pantau Tekanan Saham Perbankan

Berita Terbaru