Inflasi Jelang Idul Adha Terkendali, Pemprov Bengkulu Perkuat Strategi dan Distribusi Pangan

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

BENGKULU – Pemerintah Provinsi Bengkulu memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menekan laju inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul adha 1447 H. Langkah ini menjadi fokus utama agar harga kebutuhan pokok tetap stabil dan pasokan aman di tengah meningkatnya permintaan masyarakat.

Asisten II Bidang Pembangunan dan Ekonomi Setda Provinsi Bengkulu, RA Denni, membuka rapat evaluasi program pengendalian inflasi daerah di Ruang Rapat Merah Putih Kantor Gubernur, Selasa (28/4). Ia mewakili Sekretaris Daerah dalam forum strategis tersebut.

Rapat menghadirkan perwakilan Bank Indonesia, BMKG, BPS, Perum Bulog, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Seluruh peserta membahas kondisi terkini dan langkah antisipatif menjelang Idul adha.

Fokus pada Stabilitas Harga dan Pasokan

RA Denni menegaskan pentingnya langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga. Ia meminta seluruh pihak tidak hanya memetakan persoalan, tetapi juga langsung mengeksekusi solusi di lapangan.

Menurutnya, pemerintah daerah harus memastikan distribusi pangan berjalan lancar. Ia menilai gangguan distribusi dapat memicu lonjakan harga, terutama pada komoditas strategis seperti cabai, bawang, dan minyak goreng.

“Koordinasi lintas sektor harus kita perkuat. Kita harus pastikan masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau,” ujar Denni.

Baca Juga :  Pasar Uang RI Bergejolak, LPEM UI Minta BI Tahan Suku Bunga 4,75%

Ia juga menekankan kesiapan menghadapi Idul adha harus dimulai dari sekarang. Pemerintah daerah perlu mengantisipasi lonjakan permintaan yang biasa terjadi menjelang hari besar keagamaan.

Peran Strategis Lembaga Mitra

Dalam rapat tersebut, berbagai lembaga mitra menyampaikan peran masing-masing. Bank Indonesia memberikan analisis inflasi dan proyeksi ke depan. BMKG menyampaikan potensi cuaca yang dapat memengaruhi produksi pangan. BPS menyajikan data statistik terkini, sementara Bulog memastikan ketersediaan stok pangan.

Sinergi antar lembaga ini dinilai penting untuk menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran. Pemerintah daerah mengandalkan data dan analisis tersebut sebagai dasar pengambilan keputusan.

Inflasi Bengkulu Masih Terkendali

Deputi Perwakilan Bank Indonesia, Irfan, menyampaikan bahwa inflasi nasional pada Maret 2026 mencapai sekitar 3,48 persen secara tahunan (year on year). Angka tersebut masih berada dalam rentang target yang ditetapkan.

Sementara itu, inflasi di Bengkulu tercatat lebih rendah. Inflasi bulanan mencapai 0,28 persen, sedangkan inflasi tahunan berada di angka 2,85 persen.

Irfan menjelaskan bahwa kenaikan inflasi bulanan dipicu oleh peningkatan permintaan selama Ramadan dan IdulFitri. Kondisi ini termasuk pola musiman yang terjadi setiap tahun.

Baca Juga :  Inflasi Kerinci Masih Tinggi, HIMSAK Soroti Lemahnya Tata Kelola Pangan

Komoditas Pemicu dan Proyeksi ke Depan

Sejumlah komoditas mencatat kenaikan harga, terutama cabai merah, bawang merah, dan minyak goreng. Di sisi lain, harga beras, daging ayam, dan telur masih relatif stabil.

Bank Indonesia memproyeksikan inflasi tetap terkendali dalam beberapa bulan ke depan. Namun, Irfan mengingatkan adanya sejumlah risiko yang perlu diwaspadai.

Faktor musiman, fluktuasi harga energi, serta potensi fenomena El Niño dapat memengaruhi produksi dan distribusi pangan. Kondisi tersebut berpotensi menekan pasokan dan mendorong kenaikan harga.

Penguatan Langkah Antisipatif

Pemerintah Provinsi Bengkulu berkomitmen memperkuat langkah antisipatif. Upaya ini mencakup operasi pasar, pemantauan harga harian, serta penguatan distribusi pangan ke daerah-daerah.

RA Denni menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh lengah. Ia meminta seluruh OPD bergerak cepat dan responsif terhadap perubahan di lapangan.

“Kita harus menjaga momentum ini. Inflasi masih terkendali, tapi kita tidak boleh lengah,” tegasnya.

Dengan sinergi yang solid, Pemprov Bengkulu optimistis mampu menjaga stabilitas harga dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi menjelang Idul adha 1447 H.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Rupiah 8 Mei 2026 Bertahan di Kisaran Rp17.300 per Dolar AS
IHSG 8 Mei 2026 Stabil di Zona Hijau, Saham Bank Jadi Penopang Utama
Harga BBM 8 Mei 2026 Stabil di Subsidi, Diesel Non-Subsidi Masih Tinggi
Harga Emas Hari Ini 8 Mei 2026 Tembus Rekor, Antam Nyaris Rp3 Juta per Gram
Seller Wajib Tanggung Ongkir, TikTok Shop dan Shopee Ubah Skema Biaya Logistik
Kemendag Soroti Polemik Ongkir Marketplace, Seller Ramai Keluhkan Biaya Baru
RI Siapkan BBM B50 Mulai Juli 2026, Harga Ikuti Formula Bulanan
DPRD Sumbar Setujui Tambahan Modal Jamkrida, Mahyeldi Dorong UMKM Lebih Mudah Akses Kredit
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 09:00 WIB

Rupiah 8 Mei 2026 Bertahan di Kisaran Rp17.300 per Dolar AS

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:58 WIB

IHSG 8 Mei 2026 Stabil di Zona Hijau, Saham Bank Jadi Penopang Utama

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:11 WIB

Harga BBM 8 Mei 2026 Stabil di Subsidi, Diesel Non-Subsidi Masih Tinggi

Jumat, 8 Mei 2026 - 01:10 WIB

Harga Emas Hari Ini 8 Mei 2026 Tembus Rekor, Antam Nyaris Rp3 Juta per Gram

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:00 WIB

Seller Wajib Tanggung Ongkir, TikTok Shop dan Shopee Ubah Skema Biaya Logistik

Berita Terbaru

Oplus_0

Ekonomi Digital

inDrive Sambut Perpres Ojol 2026, Tegaskan Komitmen Patuh

Jumat, 8 Mei 2026 - 15:00 WIB

Oplus_0

Gadget

Xiaomi 17 Max Siap Guncang HP Premium, Baterai 8.000 mAh

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:00 WIB

Oplus_0

Ekonomi Digital

Pemerintah Tak Atur Biaya Admin Toko Online, Ini Fokus Kebijakan

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:00 WIB

Oplus_0

Teknologi

OpenAI Siapkan HP AI Pertama dengan Chip MediaTek

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:00 WIB