inDrive Sambut Perpres Ojol 2026, Tegaskan Komitmen Patuh

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 8 Mei 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Platform transportasi daring inDrive⁠� menyambut terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pengemudi Transportasi Online. Perusahaan menilai aturan ini membuka arah baru bagi industri transportasi digital yang lebih tertata, seimbang, dan berpihak pada semua pihak yang terlibat.

Regulasi tersebut hadir di tengah meningkatnya kebutuhan akan kepastian hukum di sektor transportasi berbasis aplikasi. Pemerintah mendorong perlindungan yang lebih jelas bagi pengemudi, sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis perusahaan aplikasi dan kenyamanan pengguna layanan.

Sikap inDrive terhadap regulasi baru

Country Manager inDrive Indonesia, Rio Aristo, menegaskan bahwa perusahaan langsung menyatakan dukungan terhadap kebijakan pemerintah tersebut. Ia menyebut inDrive memandang Perpres ini sebagai langkah penting untuk memperbaiki tata kelola transportasi online di Indonesia.

Rio menekankan bahwa inDrive selalu mengikuti aturan yang pemerintah tetapkan. Ia menyebut kepatuhan terhadap regulasi menjadi bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan selama beroperasi di Indonesia sejak 2019.

Menurutnya, aturan baru ini tidak hanya mengatur industri, tetapi juga memperkuat hubungan antara perusahaan, pengemudi, dan pengguna layanan. Ia menilai keseimbangan ketiga pihak tersebut menjadi kunci keberlanjutan ekosistem transportasi digital.

Fokus pada kesejahteraan pengemudi

inDrive menyatakan bahwa perlindungan pengemudi bukan hal baru bagi perusahaan. Sejak awal beroperasi di Indonesia, perusahaan menempatkan kesejahteraan mitra pengemudi sebagai salah satu prioritas utama.

Baca Juga :  Bos Finnet Raih Indonesia Best 50 CEO Awards 2026, Strategi Adaptif Jadi Kunci Sukses

Rio menjelaskan bahwa inDrive menerapkan kebijakan komisi rendah sebagai bentuk dukungan langsung terhadap pendapatan pengemudi. Perusahaan menetapkan batas komisi maksimal 12 persen untuk layanan roda dua maupun roda empat.

Ia menyebut kebijakan tersebut membantu pengemudi mempertahankan pendapatan yang lebih besar dibandingkan skema potongan yang lebih tinggi di industri. inDrive juga mengklaim kebijakan itu memberikan ruang lebih luas bagi mitra pengemudi untuk mengatur penghasilan mereka sendiri.

Pandangan soal struktur industri

inDrive menilai industri transportasi online membutuhkan struktur yang seimbang agar dapat bertahan dalam jangka panjang. Perusahaan melihat hubungan antara tarif, komisi, dan operasional harus berjalan selaras tanpa merugikan salah satu pihak.

Rio menjelaskan bahwa perusahaan aplikasi membutuhkan ruang untuk menjalankan operasional, mengembangkan teknologi, serta menyesuaikan layanan dengan kebutuhan pasar di berbagai wilayah. Ia menilai pembatasan komisi yang terlalu ketat dapat menghambat inovasi dan fleksibilitas bisnis.

Meski demikian, ia tetap menegaskan bahwa perusahaan tidak menolak upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan pengemudi. Ia justru mendorong agar kebijakan tersebut disusun dengan mempertimbangkan kondisi industri secara menyeluruh.

Baca Juga :  Danantara Masuk Ojol, Pengamat: Tarif Gojek-Grab Tak Akan Berubah Tanpa Revisi Aturan

Dorongan dialog dalam aturan turunan

inDrive juga menyoroti pentingnya proses penyusunan aturan turunan dari Perpres tersebut. Perusahaan meminta pemerintah melibatkan seluruh pemangku kepentingan agar regulasi yang lahir lebih realistis dan dapat diterapkan di lapangan.

Rio menilai proses dialog terbuka dapat menghasilkan kebijakan yang lebih efektif. Ia menekankan bahwa setiap pelaku industri memiliki pengalaman langsung yang bisa membantu pemerintah menyusun aturan yang lebih tepat sasaran.

Menurutnya, pendekatan partisipatif juga dapat mengurangi potensi kesalahpahaman antara regulator dan pelaku industri. Ia berharap pemerintah membuka ruang diskusi yang luas sebelum menetapkan aturan teknis lebih lanjut.

Komitmen jangka panjang inDrive

inDrive menegaskan kembali komitmennya untuk mendukung kebijakan pemerintah di sektor transportasi digital. Perusahaan menyatakan siap mengikuti seluruh ketentuan dalam Perpres tersebut tanpa pengecualian.

Selain itu, inDrive juga berjanji terus menjaga keseimbangan antara kepentingan pengemudi, penumpang, dan perusahaan. Perusahaan menganggap keseimbangan ini sebagai fondasi utama dalam membangun layanan transportasi yang berkelanjutan.

Dengan sikap tersebut, inDrive berharap industri transportasi online di Indonesia dapat berkembang lebih sehat, transparan, dan kompetitif. Perusahaan juga menilai regulasi baru ini dapat menjadi titik awal bagi peningkatan standar layanan dan kesejahteraan pengemudi di masa mendatang.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Pemerintah Tak Atur Biaya Admin Toko Online, Ini Fokus Kebijakan
IHSG Hari Ini 7 Mei 2026 Menguat, Saham Bank dan Energi Pimpin Bursa
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 15:00 WIB

inDrive Sambut Perpres Ojol 2026, Tegaskan Komitmen Patuh

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:00 WIB

Pemerintah Tak Atur Biaya Admin Toko Online, Ini Fokus Kebijakan

Kamis, 7 Mei 2026 - 07:00 WIB

IHSG Hari Ini 7 Mei 2026 Menguat, Saham Bank dan Energi Pimpin Bursa

Berita Terbaru

Oplus_0

Ekonomi Digital

inDrive Sambut Perpres Ojol 2026, Tegaskan Komitmen Patuh

Jumat, 8 Mei 2026 - 15:00 WIB

Oplus_0

Gadget

Xiaomi 17 Max Siap Guncang HP Premium, Baterai 8.000 mAh

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:00 WIB

Oplus_0

Ekonomi Digital

Pemerintah Tak Atur Biaya Admin Toko Online, Ini Fokus Kebijakan

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:00 WIB

Oplus_0

Teknologi

OpenAI Siapkan HP AI Pertama dengan Chip MediaTek

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:00 WIB