JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis, 7 Mei 2026. Optimisme pasar meningkat setelah indeks berhasil bertahan di atas level psikologis 7.000 selama beberapa hari terakhir.
Pada penutupan perdagangan Rabu (6/5/2026), IHSG naik 35,36 poin atau 0,50 persen ke level 7.092,47. Penguatan tersebut memperpanjang tren positif indeks sejak awal pekan. Pelaku pasar mulai kembali masuk ke saham-saham unggulan, terutama sektor perbankan dan energi.
Analis menilai sentimen global yang mulai membaik ikut mendorong pergerakan pasar domestik. Selain itu, stabilisasi nilai tukar rupiah memberi ruang bagi investor untuk kembali melakukan akumulasi saham.
Investor Fokus pada Saham Perbankan
Saham sektor perbankan kembali menjadi motor utama penguatan IHSG. Investor aktif memburu saham bank berkapitalisasi besar seperti BBRI, BBCA, dan BMRI karena ketiganya masih mencatat fundamental kuat pada kuartal pertama 2026.
BBRI dan BMRI menarik perhatian karena pertumbuhan kredit tetap solid di tengah kondisi ekonomi global yang belum stabil. Sementara itu, BBCA masih menjadi pilihan utama investor asing berkat kinerja keuangan yang konsisten.
Analis pasar modal melihat arus dana asing mulai kembali masuk ke sektor keuangan. Kondisi tersebut membantu IHSG bertahan di zona hijau meski pasar global masih bergerak fluktuatif.
Saham Energi dan Komoditas Ikut Menguat
Selain sektor perbankan, saham energi dan komoditas juga menopang penguatan indeks. Saham ANTM dan BRPT menjadi perhatian setelah harga sejumlah komoditas global mulai stabil.
Pelaku pasar memanfaatkan momentum rebound harga komoditas untuk masuk ke saham berbasis energi dan bahan baku. Kondisi tersebut ikut meningkatkan volume transaksi di Bursa Efek Indonesia.
Beberapa analis memperkirakan sektor energi masih memiliki ruang penguatan dalam jangka pendek. Permintaan global yang mulai membaik memberi sentimen positif bagi emiten komoditas.
IHSG Berpeluang Uji Resistance Baru
Secara teknikal, IHSG memiliki peluang menguji area resistance di kisaran 7.120 hingga 7.150. Sementara itu, area support berada di rentang 7.040 sampai 7.070.
Jika indeks mampu bertahan di atas level 7.000, peluang penguatan jangka pendek masih terbuka. Namun pelaku pasar tetap perlu mewaspadai aksi ambil untung setelah penguatan dalam beberapa hari terakhir.
Analis juga meminta investor mencermati perkembangan ekonomi global, terutama arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat dan pergerakan harga minyak dunia. Kedua faktor tersebut masih memengaruhi pergerakan pasar saham regional, termasuk Indonesia.
Investor Tunggu Data Ekonomi Baru
Pasar saat ini menunggu sejumlah data ekonomi penting yang akan rilis dalam waktu dekat. Investor ingin melihat arah inflasi global serta kebijakan bank sentral beberapa negara besar.
Di dalam negeri, pelaku pasar juga memantau pergerakan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Stabilitas mata uang dinilai penting untuk menjaga kepercayaan investor asing di pasar modal Indonesia.
Jika sentimen global tetap kondusif, IHSG berpotensi melanjutkan tren penguatan hingga akhir pekan. Sebaliknya, tekanan eksternal dapat memicu volatilitas dan aksi profit taking di sejumlah saham unggulan.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









