JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Senin, 4 Mei 2026, dengan penguatan signifikan. IHSG langsung bergerak di zona hijau sejak menit awal pembukaan dan menembus level psikologis 7.000.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG sempat berada di kisaran 6.988 sebelum melesat ke atas 7.000. Pada sesi awal, indeks bahkan menyentuh level sekitar 7.041 hingga 7.053 dengan kenaikan lebih dari 1 persen.
Lonjakan Didukung Aksi Beli Investor
Pelaku pasar mendorong penguatan IHSG melalui aksi beli pada saham-saham unggulan. Investor ritel maupun institusi sama-sama masuk ke pasar dan mengangkat mayoritas saham di papan perdagangan.
Data perdagangan mencatat ratusan saham bergerak naik, sementara sebagian lain melemah dan sisanya stagnan. Kondisi ini menunjukkan dominasi sentimen positif pada awal pekan.
Sektor Saham Kompak Menguat
Hampir seluruh sektor mencatat penguatan pada perdagangan pagi ini. Sektor keuangan, energi, dan konsumer ikut menopang kenaikan indeks.
Investor memanfaatkan momentum stabilitas pasar regional Asia yang bergerak variatif namun tetap memberi ruang penguatan bagi bursa domestik. Kondisi ini membuat IHSG kembali ke area psikologis 7.000 setelah sempat terkoreksi pada akhir pekan sebelumnya.
Aktivitas Transaksi Meningkat
Nilai transaksi pada sesi awal perdagangan juga menunjukkan aktivitas tinggi. Bursa mencatat nilai transaksi triliunan rupiah dengan volume saham mencapai miliaran lembar.
Frekuensi perdagangan ikut meningkat dan menunjukkan partisipasi pasar yang cukup agresif. Kondisi ini memperkuat tren penguatan IHSG di awal sesi.
Sentimen Global Ikut Mempengaruhi
Analis pasar menilai pergerakan IHSG hari ini ikut dipengaruhi sentimen global yang cenderung stabil. Pelaku pasar membaca peluang pemulihan ekonomi dan stabilitas suku bunga global sebagai katalis positif.
Selain itu, investor juga mulai melakukan rotasi portofolio ke saham-saham berkapitalisasi besar yang dianggap lebih aman dalam kondisi volatilitas pasar.
IHSG Masih Rentan Koreksi
Meski menguat, IHSG tetap menghadapi tekanan jangka menengah. Dalam beberapa periode sebelumnya, indeks masih mencatat pelemahan jika dibandingkan enam bulan terakhir.
Pelaku pasar tetap mewaspadai aksi ambil untung (profit taking) yang bisa muncul sewaktu-waktu setelah penguatan cepat di awal pekan.
Kesimpulan: Optimisme Jaga Momentum Pasar
IHSG membuka perdagangan dengan optimisme tinggi dan berhasil bertahan di atas level 7.000. Investor kini memantau apakah momentum ini bisa bertahan hingga penutupan perdagangan.
Jika arus beli terus berlanjut, IHSG berpotensi melanjutkan penguatan. Namun jika tekanan jual meningkat, indeks bisa kembali berfluktuasi di kisaran psikologis 7.000.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









