Laba PTBA Tembus 105%, Efisiensi Dorong Kinerja di Tengah Tekanan Produksi

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatat lonjakan kinerja pada kuartal I 2026. Perusahaan tambang batu bara pelat merah itu membukukan laba bersih Rp801,7 miliar, naik 105% dibanding periode sama tahun 2025 yang sebesar Rp391,4 miliar.

Direktur Utama PTBA Arsal Ismail menyebut perusahaan berhasil menjaga kinerja di tengah cuaca ekstrem dan tantangan operasional awal tahun. Ia menegaskan manajemen memperkuat efisiensi dan menerapkan selective mining untuk menekan biaya produksi.

Laba Bersih Melonjak Lebih dari Dua Kali Lipat

PTBA mencatat kenaikan laba bersih yang signifikan meski pendapatan hanya turun tipis. Perusahaan berhasil mengoptimalkan struktur biaya sehingga laba tetap tumbuh tajam.

Laba usaha PTBA juga melonjak 98% menjadi Rp868,02 miliar dari sebelumnya Rp442,8 miliar. Sementara laba kotor naik 47% menjadi Rp1,5 triliun.

Pendapatan Stabil, Beban Produksi Turun

PTBA membukukan pendapatan usaha Rp9,92 triliun, sedikit lebih rendah dibanding Rp9,95 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Meski demikian, perusahaan berhasil menekan beban pokok pendapatan 6% menjadi Rp8,3 triliun dari Rp8,9 triliun.

Baca Juga :  SIPF Dorong Perlindungan Aset Investor Masuk UU

Efisiensi tersebut mendorong peningkatan margin keuntungan di tengah tekanan volume produksi.

Produksi dan Angkutan Batu Bara Menurun

PTBA mencatat penurunan produksi batu bara sebesar 22% secara tahunan. Volume angkutan juga turun 7%. Perusahaan menyebut curah hujan tinggi mengganggu aktivitas tambang pada awal tahun.

Stripping ratio turun menjadi 5,31x dari 6,42x pada periode yang sama tahun lalu. Penurunan ini menunjukkan perusahaan melakukan penyesuaian operasional untuk efisiensi jangka pendek.

Ekspor Masih Menopang Kinerja

PTBA mencatat porsi penjualan domestik sebesar 53%, sedangkan ekspor mencapai 47%. Lima negara tujuan ekspor terbesar meliputi Vietnam, Bangladesh, India, Kamboja, dan Thailand.

Meski volume penjualan turun 1% secara tahunan, perusahaan tetap mendapat dukungan dari stabilnya harga batu bara global. Newcastle Index naik 14%, meski ICI-3 turun 2%.

Biaya Operasional dan Dampak Geopolitik

PTBA mencatat kenaikan beban operasional Rp61,37 miliar atau 10% dibanding tahun sebelumnya. Perusahaan menjelaskan kenaikan itu berasal dari biaya operasional yang meningkat, termasuk bahan bakar.

Baca Juga :  WIFI Melejit! Pendapatan Surge Lompat 238%, Bisnis Internet Rumah Jadi Andalan Baru

Manajemen juga menyoroti konflik di Selat Hormuz yang mulai mendorong kenaikan harga BBM sekitar 3% secara tahunan. Kondisi ini ikut meningkatkan biaya angkutan dan kegiatan penambangan.

Aset dan Belanja Modal

PTBA mencatat total aset Rp43,23 triliun per 31 Maret 2026, turun 2% dari akhir 2025 sebesar Rp43,92 triliun. Penurunan terjadi karena berkurangnya kas dan persediaan.

Perusahaan juga merealisasikan belanja modal Rp470 miliar, sebagian besar untuk pengembangan angkutan batu bara relasi Tanjung Enim–Kramasan.

Optimisme Kinerja ke Depan

Corporate Secretary PTBA Eko Prayitno menyebut perusahaan tetap memiliki fondasi operasional yang kuat meski menghadapi cuaca dan tekanan geopolitik. Ia menegaskan PTBA tetap menjaga stabilitas kinerja dan berupaya menciptakan nilai berkelanjutan bagi pemegang saham.

PTBA menargetkan kinerja tetap solid sepanjang 2026 dengan fokus pada efisiensi, optimalisasi produksi, dan penguatan rantai logistik.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Harga Emas Perhiasan Hari Ini 16 Juli 2026 Bergerak Beragam, Raja Emas Pangkas Mayoritas Kadar, Siapa Masih Bertahan?
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 16 Juli 2026, Antam, UBS, dan Galeri 24 Tampil dengan Harga Berbeda
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 15 Juli 2026 Belum Bergerak, Cek Daftar Lengkap per Gram Sebelum Membeli
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 15 Juli 2026 Bikin Bingung Pembeli, Selisih Antam, UBS dan Galeri 24 Makin Terlihat
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 14 Juli 2026 Masih Bertahan, Simak Daftar Lengkap dari 24 hingga 12 Karat
Harga Buyback Emas Pegadaian Hari Ini 14 Juli 2026 Naik, Galeri 24 Salip Antam dan UBS di Banyak Pecahan
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 14 Juli 2026 Bergerak Berbeda, Antam Tembus Rp2,74 Juta per Gram, Mana yang Paling Untung?
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 13 Juli 2026 Berubah, Antam Makin Mahal atau Galeri 24 Lebih Untung?
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 09:00 WIB

Harga Emas Perhiasan Hari Ini 16 Juli 2026 Bergerak Beragam, Raja Emas Pangkas Mayoritas Kadar, Siapa Masih Bertahan?

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 16 Juli 2026, Antam, UBS, dan Galeri 24 Tampil dengan Harga Berbeda

Rabu, 15 Juli 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Perhiasan Hari Ini 15 Juli 2026 Belum Bergerak, Cek Daftar Lengkap per Gram Sebelum Membeli

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 15 Juli 2026 Bikin Bingung Pembeli, Selisih Antam, UBS dan Galeri 24 Makin Terlihat

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:00 WIB

Harga Emas Perhiasan Hari Ini 14 Juli 2026 Masih Bertahan, Simak Daftar Lengkap dari 24 hingga 12 Karat

Berita Terbaru