BBRI Jatuh ke Rp2.900-an, Investor Wait and See, Analis Justru Rekomendasikan Beli

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 4 Mei 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI bergerak melemah pada perdagangan awal Mei 2026. Pada Senin (4/5/2026), harga saham bank pelat merah ini turun ke kisaran Rp2.900-an dan menembus level psikologis Rp3.000.

Pelemahan ini terjadi di tengah tekanan pasar yang masih membayangi sektor perbankan. Investor terlihat melakukan aksi ambil untung setelah reli yang sempat terjadi pada awal tahun. Pergerakan ini membuat BBRI masuk dalam fase konsolidasi jangka pendek.

Tekanan Jangka Pendek Masih Terasa

Pergerakan saham BBRI menunjukkan tren menurun dalam beberapa hari terakhir. Harga sempat bergerak di rentang Rp2.980 hingga Rp3.060 dalam satu sesi perdagangan. Tekanan jual mendominasi sejak pembukaan pasar dan membuat harga sulit kembali ke zona hijau.

Pelaku pasar juga mencermati kondisi makroekonomi global yang masih penuh ketidakpastian. Sentimen suku bunga dan arus modal asing ikut memengaruhi pergerakan saham perbankan, termasuk BBRI.

Baca Juga :  Saham GOTO Anjlok ke Level Gocap, Sentimen Politik dan Asing Tekan Pasar

Selain itu, level Rp3.000 menjadi area psikologis penting. Ketika harga turun di bawah level tersebut, tekanan jual biasanya meningkat karena banyak investor jangka pendek melakukan cut loss.

Fundamental Tetap Kuat

Meski harga saham melemah, kinerja fundamental BBRI tetap menunjukkan pertumbuhan. Perseroan mencatat laba bersih sekitar Rp15 triliun pada kuartal I 2026. Angka ini tumbuh lebih dari 13% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ini didorong oleh penyaluran kredit yang stabil, terutama di segmen UMKM yang menjadi fokus utama BRI. Selain itu, kualitas aset tetap terjaga dan rasio kredit bermasalah berada dalam batas aman.

Manajemen juga terus mendorong transformasi digital untuk meningkatkan efisiensi dan memperluas jangkauan layanan. Strategi ini membantu BBRI menjaga kinerja di tengah tantangan ekonomi.

Analis Masih Rekomendasikan Beli

Sejumlah analis tetap memberikan rekomendasi beli untuk saham BBRI. Mereka menilai pelemahan harga saat ini justru membuka peluang akumulasi bagi investor jangka menengah hingga panjang.

Baca Juga :  Saiko Consultancy Incar 41,18% Saham NAYZ, Siap Ambil Alih Kendali

Target harga yang dipatok analis berada di kisaran Rp4.100 hingga Rp4.800 per saham. Dengan posisi saat ini, potensi kenaikan harga masih cukup besar.

Analis juga melihat valuasi BBRI sudah kembali menarik setelah koreksi. Price to book value (PBV) berada di level yang lebih rendah dibandingkan rata-rata historisnya.

Peluang dan Risiko ke Depan

Meski prospek jangka panjang terlihat positif, investor tetap perlu mencermati risiko. Pergerakan suku bunga global, nilai tukar rupiah, dan kondisi likuiditas pasar dapat memengaruhi kinerja saham perbankan.

Namun, BBRI memiliki basis bisnis yang kuat dan dominasi di sektor UMKM. Faktor ini memberikan bantalan terhadap tekanan eksternal.

Dengan kombinasi fundamental yang solid dan valuasi yang mulai menarik, saham BBRI tetap menjadi salah satu pilihan utama di sektor perbankan. Investor kini menunggu momentum yang tepat untuk masuk kembali ke pasar.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Saham GOTO Anjlok ke Level Gocap, Sentimen Politik dan Asing Tekan Pasar
Saham BBNI 4 Mei 2026 Stagnan di Rp3.600-an, Investor Tunggu Sinyal Kenaikan
Sensex Melejit 1.263 Poin di Awal Mei 2026, Investor Serbu Saham Usai Tekanan Global
BBCA Tertekan di Awal Mei 2026, Asing Jual Saham, BCA Gas Buyback Rp5 Triliun
BMRI Sideways 4 Mei 2026, Investor Tahan Aksi Sambil Tunggu Sinyal Baru
SSMS Tebar Dividen Rp800 Miliar, Kinerja Kuat Bikin Laba Melonjak di 2025
Sensex Terkoreksi 0,75%, Tekanan Global Guncang Bursa Saham India
Saham BRI Turun 2,61%, Investor Tetap Pantau Dividen dan Fundamental Kuat
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 12:30 WIB

Saham GOTO Anjlok ke Level Gocap, Sentimen Politik dan Asing Tekan Pasar

Senin, 4 Mei 2026 - 12:00 WIB

BBRI Jatuh ke Rp2.900-an, Investor Wait and See, Analis Justru Rekomendasikan Beli

Senin, 4 Mei 2026 - 10:00 WIB

Saham BBNI 4 Mei 2026 Stagnan di Rp3.600-an, Investor Tunggu Sinyal Kenaikan

Senin, 4 Mei 2026 - 07:27 WIB

BBCA Tertekan di Awal Mei 2026, Asing Jual Saham, BCA Gas Buyback Rp5 Triliun

Senin, 4 Mei 2026 - 05:30 WIB

BMRI Sideways 4 Mei 2026, Investor Tahan Aksi Sambil Tunggu Sinyal Baru

Berita Terbaru