SSMS Tebar Dividen Rp800 Miliar, Kinerja Kuat Bikin Laba Melonjak di 2025

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS) memutuskan membagikan dividen tunai senilai Rp800 miliar kepada pemegang saham setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Emiten perkebunan kelapa sawit dan pengolah minyak sawit mentah (CPO) ini menetapkan dividen setara Rp83,99 per saham atau sekitar 68,92% dari laba bersih tahun buku terakhir.

Direktur Utama SSMS Jap Hartono menyampaikan keputusan pembagian dividen itu lahir dari kesepakatan direksi dan dewan komisaris. Ia menegaskan perusahaan tetap menjaga keseimbangan antara imbal hasil kepada pemegang saham dan kebutuhan ekspansi bisnis.

“Perseroan memutuskan membagikan dividen sesuai hasil RUPST hari ini,” kata Jap dalam paparan publik, Kamis (30/4/2026).

SSMS juga menahan sebagian laba bersih sebesar Rp360,69 miliar atau 31,08% sebagai laba ditahan. Perusahaan mengalokasikan dana tersebut untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus mendukung ekspansi usaha ke depan.

Kinerja Keuangan SSMS Tumbuh Pesat di 2025

SSMS mencatat kinerja solid sepanjang 2025. Perusahaan membukukan pendapatan Rp14,81 triliun, naik 42,91% secara tahunan (year on year). Manajemen mendorong pertumbuhan ini lewat kenaikan harga jual CPO, peningkatan volume penjualan, serta penguatan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah.

Baca Juga :  10 Saham Multibagger Terbesar di Indonesia Sejak 1945, Ini Daftar Lengkapnya

Laba tahun berjalan juga melonjak signifikan. SSMS mencatat laba bersih Rp1,39 triliun, naik 67,43% dibandingkan periode sebelumnya. Perusahaan mengoptimalkan efisiensi operasional untuk menjaga margin di tengah fluktuasi harga komoditas global.

Manajemen menyebut kombinasi antara produktivitas kebun yang stabil dan pengendalian biaya menjadi faktor utama yang mendorong lonjakan profitabilitas tersebut.

Aset Naik dan Ekspansi Perkebunan

SSMS mencatat kenaikan total aset sebesar 14,43% menjadi Rp13,58 triliun. Kenaikan ini terutama didorong oleh aksi akuisisi PT Sawit Mandiri Lestari (SML). Akuisisi tersebut memperluas basis lahan perkebunan dan meningkatkan kapasitas produksi perusahaan.

Perusahaan terus memperkuat posisi di industri kelapa sawit nasional dengan memperbesar skala operasi. Langkah ekspansi ini juga memperkuat ketahanan bisnis SSMS dalam jangka panjang.

Fokus Keberlanjutan dan Tata Kelola

SSMS memperkuat komitmen keberlanjutan melalui peningkatan ketertelusuran rantai pasok. Perusahaan juga menerapkan standar sertifikasi internasional seperti RSPO dan ISPO untuk memastikan praktik produksi yang berkelanjutan.

Baca Juga :  BEI Gaspol Jalankan Liquidity Provider, 5 Saham Ini Langsung Lebih Likuid!

Jap Hartono menegaskan bahwa perusahaan terus menyesuaikan operasional dengan tuntutan pasar global yang semakin ketat terhadap aspek lingkungan dan tata kelola.

“Perseroan memperkuat praktik keberlanjutan untuk menjaga daya saing di pasar global,” ujarnya.

Prospek CPO 2026 dan Dorongan Permintaan

SSMS optimistis industri kelapa sawit tetap tumbuh positif pada 2026. Perusahaan melihat peningkatan permintaan global minyak nabati seiring pertumbuhan populasi dan kebutuhan industri pangan.

Selain itu, pengembangan energi terbarukan juga ikut mendorong konsumsi CPO. Program biodiesel B50 disebut menjadi salah satu katalis utama yang akan meningkatkan permintaan dalam negeri.

Manajemen memperkirakan kebutuhan CPO domestik bisa meningkat hingga puluhan juta ton seiring implementasi program tersebut. SSMS menilai kondisi ini membuka peluang pertumbuhan baru bagi industri sawit nasional.

Dengan kombinasi harga yang stabil, permintaan yang meningkat, dan ekspansi bisnis, SSMS menargetkan kinerja tetap solid pada tahun mendatang.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Pendapatan Fixed Internet Indosat Turun, MIDI Tumbuh 17,53 Persen
Sensex Terkoreksi 0,75%, Tekanan Global Guncang Bursa Saham India
Saham BRI Turun 2,61%, Investor Tetap Pantau Dividen dan Fundamental Kuat
BBCA Terkoreksi 2,09%, Bank Central Asia Tetap Kokoh dengan Fundamental Solid
BMRI Terkoreksi Tipis, Bank Mandiri Tetap Solid dengan Laba dan Dividen Menarik
BBNI Terkoreksi 2,11% ke Rp3.720, Investor Pantau Tekanan Saham Perbankan
PYFA Gelar Rights Issue Rp5,7 Triliun, Upaya Pulihkan Kinerja di Tengah Kerugian 3 Tahun
CDIA Suntik Rp 240 Miliar ke Anak Usaha Petrosea, Ambil 49% Saham PSS
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 23:00 WIB

SSMS Tebar Dividen Rp800 Miliar, Kinerja Kuat Bikin Laba Melonjak di 2025

Sabtu, 2 Mei 2026 - 22:00 WIB

Pendapatan Fixed Internet Indosat Turun, MIDI Tumbuh 17,53 Persen

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:30 WIB

Sensex Terkoreksi 0,75%, Tekanan Global Guncang Bursa Saham India

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:31 WIB

Saham BRI Turun 2,61%, Investor Tetap Pantau Dividen dan Fundamental Kuat

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:30 WIB

BBCA Terkoreksi 2,09%, Bank Central Asia Tetap Kokoh dengan Fundamental Solid

Berita Terbaru