JAKARTA – Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali menarik perhatian pasar setelah perusahaan mencatat laba bersih untuk pertama kalinya pada kuartal I-2026. Kinerja ini langsung mendorong optimisme analis terhadap prospek emiten teknologi tersebut.
Laba Perdana Dorong Sentimen Positif
GOTO berhasil membukukan laba bersih Rp171 miliar pada kuartal I-2026. Capaian ini menandai perubahan besar dari periode sebelumnya yang masih mencatat kerugian. Selain itu, perusahaan juga mencatat EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp907 miliar.
Pelaku pasar menilai capaian ini menunjukkan perbaikan fundamental yang mulai konsisten. Investor juga merespons positif karena hasil tersebut melampaui ekspektasi konsensus yang sebelumnya masih memproyeksikan kerugian.
Analis Naikkan Target Harga Saham
Berdasarkan konsensus Bloomberg, analis menetapkan target harga saham GOTO di level Rp84,76 per saham dalam 12 bulan ke depan. Target ini mencerminkan potensi kenaikan sekitar 60% dari posisi terakhir di Rp53 per saham.
Mayoritas analis tetap mempertahankan rekomendasi buy karena mereka melihat arah perbaikan bisnis semakin jelas. Optimisme ini muncul seiring peningkatan efisiensi dan pertumbuhan pendapatan di berbagai lini usaha.
IPOT Pasang Target Lebih Agresif
Tim riset Indo Premier Sekuritas (IPOT) mengambil pandangan lebih agresif terhadap saham GOTO. Mereka mempertahankan rekomendasi buy dengan target harga Rp110 per saham.
Tim riset yang terdiri dari Ryan Winipta dan Reggie Parengkuan menilai GOTO mulai memasuki fase profitabilitas berkelanjutan. Mereka juga melihat lonjakan EBITDA sebagai sinyal kuat bahwa strategi efisiensi perusahaan berjalan efektif.
IPOT bahkan mencatat potensi kenaikan saham bisa menembus lebih dari 100% dari harga saat ini jika tren positif berlanjut.
Fintech Jadi Motor Pertumbuhan
IPOT menyoroti segmen fintech sebagai pendorong utama kinerja GOTO. Transaksi layanan keuangan digital meningkat dan mendorong pertumbuhan EBITDA secara signifikan.
Selain itu, segmen on-demand services juga mencatat perbaikan margin. Kombinasi dua segmen ini memperkuat struktur pendapatan perusahaan dan menekan beban operasional secara keseluruhan.
Pasar Masih Menunggu Konsistensi
Meski mencatat laba perdana, pelaku pasar tetap menunggu konsistensi kinerja GOTO dalam beberapa kuartal ke depan. Investor ingin memastikan bahwa profitabilitas tidak hanya terjadi secara sesaat, tetapi berkelanjutan.
Sentimen positif saat ini memberi dorongan pada harga saham, namun volatilitas tetap mungkin terjadi jika terjadi perubahan kondisi makro atau kompetisi industri meningkat.
Kesimpulan
GOTO memasuki fase baru setelah berhasil mencetak laba pertama. Analis pasar merespons positif dengan mempertahankan rekomendasi buy dan menaikkan target harga saham.
Jika perusahaan mampu menjaga momentum pertumbuhan di fintech dan layanan on-demand, GOTO berpeluang memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama ekonomi digital di Indonesia.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









