IHSG Ditutup Naik Tipis 0,22%, Saham TLKM, BBRI, dan BREN Jadi Penopang Utama

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 4 Mei 2026 - 18:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Senin (4/5/2026) dengan penguatan tipis 0,22% atau naik 15,15 poin ke level 6.971,95. Meski menguat, indeks bergerak fluktuatif sepanjang hari dan sempat tertekan ke zona merah sebelum akhirnya kembali bangkit di akhir sesi.

Nilai transaksi di bursa tercatat mencapai Rp21,03 triliun dengan aktivitas perdagangan yang cukup ramai. Namun, pasar juga mencatat transaksi negosiasi besar pada saham Pinago Utama (PNGO) senilai Rp5,24 triliun yang ikut mewarnai pergerakan hari ini.

IHSG Sempat Berbalik Arah di Sesi II

IHSG langsung melesat pada awal perdagangan dengan kenaikan lebih dari 1%. Namun tekanan jual mulai muncul pada sesi pertama hingga penguatan terpangkas menjadi 0,31%.

Memasuki sesi kedua, indeks bahkan sempat turun ke zona merah dan menyentuh level 6.946,06. Meski demikian, aksi beli pada menit-menit akhir perdagangan mendorong IHSG kembali menguat hingga penutupan.

Pergerakan ini menunjukkan pasar masih menghadapi tekanan sentimen eksternal dan domestik yang cukup kuat.

Tiga Saham Big Cap Jadi Penopang

Kenaikan IHSG hari ini tidak lepas dari kontribusi tiga saham berkapitalisasi besar. Saham Telkom Indonesia (TLKM) memberikan dorongan 8,35 poin indeks, disusul Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dengan kontribusi 7,84 poin, dan Barito Renewables Energy (BREN) sebesar 5,16 poin.

Baca Juga :  IHSG Turun ke Level 7.022 pada Penutupan Perdagangan

Ketiga saham tersebut menjadi penahan laju pelemahan indeks yang sempat dipicu oleh tekanan di saham-saham tertentu.

GOTO Tekan IHSG, Investor Cermati Regulasi Ojol

Di sisi lain, saham GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) menjadi pemberat utama IHSG. Saham emiten teknologi itu turun 5,56% ke level 51.

Tekanan muncul setelah pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang perlindungan pekerja transportasi online. Regulasi ini mengatur pembagian pendapatan aplikator dan pengemudi serta jaminan sosial bagi pekerja ojol.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah memberikan perlindungan melalui BPJS Kesehatan dan asuransi kecelakaan kerja bagi pengemudi transportasi online.

Selain itu, pasar juga mencermati pernyataan terkait keterlibatan pemerintah melalui Danantara di sektor aplikator digital, yang ikut menambah spekulasi di saham teknologi.

Rupiah Tertekan ke Level Terlemah Sepanjang Sejarah

Dari pasar valuta asing, rupiah melemah 0,35% ke level Rp17.365 per dolar AS. Posisi ini menjadi level penutupan terlemah sepanjang sejarah.

Rupiah mencatat pelemahan selama empat hari perdagangan berturut-turut dan ikut menekan sentimen pasar saham domestik.

Baca Juga :  Emas Perhiasan Hari Ini 22 Juni 2026 Tetap Kokoh, Harga Tiap Karat Jadi Sorotan Pembeli

Sentimen Global Tekan Pasar Energi

Dari sisi global, ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat masih membayangi pasar. Konflik di kawasan Selat Hormuz mendorong kekhawatiran gangguan distribusi minyak dunia.

Amerika Serikat meluncurkan inisiatif “Project Freedom” untuk mengevakuasi kapal sipil dari wilayah konflik. Langkah ini melibatkan kekuatan militer besar termasuk kapal perang, pesawat, dan ribuan personel.

Namun, pasar energi justru merespons dengan penurunan harga minyak. WTI turun 0,59% ke US$101,34 per barel, sementara Brent melemah 0,27% ke US$107,88 per barel.

Neraca Perdagangan Masih Surplus

Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia surplus US$3,32 miliar pada Maret 2026. Angka ini naik dari bulan sebelumnya sebesar US$1,27 miliar.

Ekspor tercatat US$22,53 miliar, tumbuh 3,10% secara tahunan, sedangkan impor naik 1,51% menjadi US$19,21 miliar. Indonesia pun mencatat surplus selama 70 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Dengan kombinasi sentimen global, tekanan rupiah, serta dinamika saham teknologi, pasar keuangan Indonesia masih menghadapi volatilitas tinggi dalam jangka pendek.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Harga Emas Perhiasan Hari Ini 16 Juli 2026 Bergerak Beragam, Raja Emas Pangkas Mayoritas Kadar, Siapa Masih Bertahan?
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 16 Juli 2026, Antam, UBS, dan Galeri 24 Tampil dengan Harga Berbeda
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 15 Juli 2026 Belum Bergerak, Cek Daftar Lengkap per Gram Sebelum Membeli
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 15 Juli 2026 Bikin Bingung Pembeli, Selisih Antam, UBS dan Galeri 24 Makin Terlihat
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 14 Juli 2026 Masih Bertahan, Simak Daftar Lengkap dari 24 hingga 12 Karat
Harga Buyback Emas Pegadaian Hari Ini 14 Juli 2026 Naik, Galeri 24 Salip Antam dan UBS di Banyak Pecahan
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 14 Juli 2026 Bergerak Berbeda, Antam Tembus Rp2,74 Juta per Gram, Mana yang Paling Untung?
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 13 Juli 2026 Berubah, Antam Makin Mahal atau Galeri 24 Lebih Untung?
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 09:00 WIB

Harga Emas Perhiasan Hari Ini 16 Juli 2026 Bergerak Beragam, Raja Emas Pangkas Mayoritas Kadar, Siapa Masih Bertahan?

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 16 Juli 2026, Antam, UBS, dan Galeri 24 Tampil dengan Harga Berbeda

Rabu, 15 Juli 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Perhiasan Hari Ini 15 Juli 2026 Belum Bergerak, Cek Daftar Lengkap per Gram Sebelum Membeli

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 15 Juli 2026 Bikin Bingung Pembeli, Selisih Antam, UBS dan Galeri 24 Makin Terlihat

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:00 WIB

Harga Emas Perhiasan Hari Ini 14 Juli 2026 Masih Bertahan, Simak Daftar Lengkap dari 24 hingga 12 Karat

Berita Terbaru