Iran Perdana Kantongi Pendapatan Tarif Tol Selat Hormuz, Simpan di Bank Sentral

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 25 April 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Pemerintah Iran mencatat sejarah baru setelah untuk pertama kalinya menerima pendapatan dari penerapan tarif tol kapal yang melintas di Selat Hormuz. Wakil Juru Bicara Parlemen Iran, Hamidreza Haji-Babaei, mengonfirmasi dana tersebut langsung masuk ke rekening Bank Sentral Iran.

Ia menyebutkan pemerintah mulai memungut biaya dari kapal-kapal yang melewati jalur strategis tersebut dan langsung menyalurkan hasilnya ke sistem keuangan negara.

Langkah ini menandai kebijakan baru Iran dalam mengelola salah satu jalur pelayaran minyak paling sibuk di dunia.

Iran Tegaskan Sikap atas Selat Hormuz

Di sisi lain, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan Teheran tidak akan membuka kembali Selat Hormuz selama Amerika Serikat masih melakukan blokade melalui kehadiran angkatan lautnya di kawasan tersebut.

Ghalibaf menilai tindakan militer Amerika telah melanggar kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya kedua negara sepakati. Ia juga menekankan bahwa pembukaan kembali jalur strategis itu hanya mungkin terjadi jika situasi keamanan kembali normal.

Baca Juga :  5 Negara Paling Berutang ke IMF, Bagaimana dengan Indonesia?

“Gencatan senjata tidak memiliki arti jika pihak lain tetap melanggar melalui blokade laut,” kata Ghalibaf melalui akun media sosialnya.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran, meskipun kedua pihak masih membuka ruang dialog diplomatik.

Gencatan Senjata AS-Iran Diperpanjang

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperpanjang masa gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu yang jelas. Keputusan itu muncul hanya beberapa jam sebelum kesepakatan sebelumnya berakhir.

Langkah tersebut menunjukkan upaya kedua negara untuk menahan eskalasi konflik, meskipun ketegangan di lapangan masih berlangsung, terutama di kawasan Teluk.

Pemerintah Amerika sebelumnya juga terlibat dalam sejumlah manuver militer di sekitar perairan strategis Timur Tengah, yang terus memicu reaksi keras dari Iran.

Negosiasi Lanjutan Berpotensi Digelar di Pakistan

Di tengah situasi yang masih tegang, laporan media internasional menyebutkan bahwa putaran kedua negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran kemungkinan berlangsung di Islamabad, Pakistan, dalam beberapa hari ke depan.

Baca Juga :  16 Negara Ini Bikin Liburan Jadi Super Murah

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif disebut berperan sebagai mediator dalam proses perundingan tersebut. Ia sebelumnya ikut membantu tercapainya kesepakatan gencatan senjata pada 7 April 2026.

Presiden Trump juga mengisyaratkan kemungkinan tersebut ketika menanggapi pertanyaan media, meskipun Gedung Putih belum memberikan konfirmasi resmi mengenai lokasi pertemuan.

Selat Hormuz Jadi Titik Strategis Dunia

Selat Hormuz kembali menjadi sorotan global karena posisinya yang sangat strategis sebagai jalur utama distribusi minyak dunia. Setiap ketegangan di kawasan ini langsung berdampak pada pasar energi global dan stabilitas geopolitik.

Dengan kebijakan tarif tol baru, Iran mempertegas kontrolnya atas jalur tersebut sekaligus meningkatkan tekanan dalam negosiasi dengan Amerika Serikat.

Situasi ini membuat dunia internasional terus memantau perkembangan di kawasan Teluk, terutama terkait kemungkinan dampak terhadap pasokan energi global dan stabilitas harga minyak.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Paspor Indonesia 2026: Daftar 42 Negara Bebas Visa Terbaru untuk WNI
12 Negara Ajukan Pinjaman ke IMF, Krisis Energi Picu Tekanan Ekonomi Global
Kapal Malaysia Tembus Selat Hormuz, Bawa 1 Juta Barel Minyak di Tengah Krisis Global
Industri Plastik China Tertekan Dampak Penutupan Selat Hormuz
Amerika Serikat Mulai Refund Tarif Impor Rp2.900 Triliun
Arab Saudi–Mesir Bangun Koridor Logistik Baru, Hindari Selat Hormuz
Iran Hentikan Ekspor Bahan Baku Plastik dan Pupuk
Ekonomi China Melambat, Generasi Muda Terjebak Pengangguran dan Tekanan Hidup
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 20:00 WIB

Iran Perdana Kantongi Pendapatan Tarif Tol Selat Hormuz, Simpan di Bank Sentral

Rabu, 22 April 2026 - 21:00 WIB

Paspor Indonesia 2026: Daftar 42 Negara Bebas Visa Terbaru untuk WNI

Selasa, 21 April 2026 - 23:00 WIB

12 Negara Ajukan Pinjaman ke IMF, Krisis Energi Picu Tekanan Ekonomi Global

Selasa, 21 April 2026 - 18:00 WIB

Kapal Malaysia Tembus Selat Hormuz, Bawa 1 Juta Barel Minyak di Tengah Krisis Global

Senin, 20 April 2026 - 15:00 WIB

Industri Plastik China Tertekan Dampak Penutupan Selat Hormuz

Berita Terbaru