JAKARTA – Pemerintah Iran mencatat sejarah baru setelah untuk pertama kalinya menerima pendapatan dari penerapan tarif tol kapal yang melintas di Selat Hormuz. Wakil Juru Bicara Parlemen Iran, Hamidreza Haji-Babaei, mengonfirmasi dana tersebut langsung masuk ke rekening Bank Sentral Iran.
Ia menyebutkan pemerintah mulai memungut biaya dari kapal-kapal yang melewati jalur strategis tersebut dan langsung menyalurkan hasilnya ke sistem keuangan negara.
Langkah ini menandai kebijakan baru Iran dalam mengelola salah satu jalur pelayaran minyak paling sibuk di dunia.
Iran Tegaskan Sikap atas Selat Hormuz
Di sisi lain, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan Teheran tidak akan membuka kembali Selat Hormuz selama Amerika Serikat masih melakukan blokade melalui kehadiran angkatan lautnya di kawasan tersebut.
Ghalibaf menilai tindakan militer Amerika telah melanggar kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya kedua negara sepakati. Ia juga menekankan bahwa pembukaan kembali jalur strategis itu hanya mungkin terjadi jika situasi keamanan kembali normal.
“Gencatan senjata tidak memiliki arti jika pihak lain tetap melanggar melalui blokade laut,” kata Ghalibaf melalui akun media sosialnya.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran, meskipun kedua pihak masih membuka ruang dialog diplomatik.
Gencatan Senjata AS-Iran Diperpanjang
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperpanjang masa gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu yang jelas. Keputusan itu muncul hanya beberapa jam sebelum kesepakatan sebelumnya berakhir.
Langkah tersebut menunjukkan upaya kedua negara untuk menahan eskalasi konflik, meskipun ketegangan di lapangan masih berlangsung, terutama di kawasan Teluk.
Pemerintah Amerika sebelumnya juga terlibat dalam sejumlah manuver militer di sekitar perairan strategis Timur Tengah, yang terus memicu reaksi keras dari Iran.
Negosiasi Lanjutan Berpotensi Digelar di Pakistan
Di tengah situasi yang masih tegang, laporan media internasional menyebutkan bahwa putaran kedua negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran kemungkinan berlangsung di Islamabad, Pakistan, dalam beberapa hari ke depan.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif disebut berperan sebagai mediator dalam proses perundingan tersebut. Ia sebelumnya ikut membantu tercapainya kesepakatan gencatan senjata pada 7 April 2026.
Presiden Trump juga mengisyaratkan kemungkinan tersebut ketika menanggapi pertanyaan media, meskipun Gedung Putih belum memberikan konfirmasi resmi mengenai lokasi pertemuan.
Selat Hormuz Jadi Titik Strategis Dunia
Selat Hormuz kembali menjadi sorotan global karena posisinya yang sangat strategis sebagai jalur utama distribusi minyak dunia. Setiap ketegangan di kawasan ini langsung berdampak pada pasar energi global dan stabilitas geopolitik.
Dengan kebijakan tarif tol baru, Iran mempertegas kontrolnya atas jalur tersebut sekaligus meningkatkan tekanan dalam negosiasi dengan Amerika Serikat.
Situasi ini membuat dunia internasional terus memantau perkembangan di kawasan Teluk, terutama terkait kemungkinan dampak terhadap pasokan energi global dan stabilitas harga minyak.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









