Arab Saudi–Mesir Bangun Koridor Logistik Baru, Hindari Selat Hormuz

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 19 April 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Arab Saudi dan Mesir dilaporkan membangun koridor logistik baru untuk mengamankan jalur perdagangan internasional di tengah ketegangan yang terus meningkat di Selat Hormuz. Langkah ini muncul setelah gangguan besar pada jalur pelayaran akibat konflik kawasan Teluk.

Media The New Arab melaporkan, Kamis (16/4/2026), koridor baru ini menghubungkan pelabuhan di Mediterania, Mesir, dan Laut Merah hingga ke pelabuhan di Arab Saudi. Jalur tersebut menjadi alternatif pengiriman untuk menghindari Selat Hormuz yang terdampak konflik.

Rute logistik ini memanfaatkan Pelabuhan Damietta di Mesir sebagai titik masuk barang dari Eropa, termasuk dari Pelabuhan Trieste di Laut Adriatik. Kargo kemudian bergerak ke Pelabuhan Safaga di Laut Merah sebelum melanjutkan perjalanan ke pelabuhan Arab Saudi, termasuk Pelabuhan Duba.

Baca Juga :  Saat Dunia Berubah, Keluarga Tetap Jadi Tempat Pulang

Sejumlah pengamat menilai koridor baru ini dapat mempercepat distribusi barang dan menekan biaya logistik dalam jangka panjang. Namun, mereka juga menyoroti kebutuhan kesiapan infrastruktur pelabuhan untuk menghadapi lonjakan arus kargo.

Ahli transportasi maritim Mesir, Ahmed al-Shami, menyebut jalur baru ini memberi alternatif penting di tengah ketidakpastian keamanan Selat Hormuz.

Baca Juga :  Cina Amankan 1,5 Miliar Barel Minyak

“Koridor ini tetap berjalan meski harga dan waktu pengiriman bervariasi. Namun, jalur ini menjadi opsi penting di tengah gangguan di Selat Hormuz,” kata Al-Shami.

Ia juga memprediksi negara-negara Teluk akan semakin bergantung pada jalur tersebut jika ketegangan dengan Iran terus berlanjut dan mengganggu kebebasan navigasi di kawasan.

Mesir sebelumnya meluncurkan layanan transit kapal Ro-Ro untuk memperkuat konektivitas perdagangan antara Eropa dan Teluk. Proyek itu kini menjadi bagian penting dalam pengembangan koridor logistik baru yang menghindari jalur Selat Hormuz.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Pegadaian Tancap Gas di Timor Leste, 2 Bulan Operasi Langsung Cetak Ratusan Transaksi Gadai
Drama Korea Juni 2026 Banjir Genre Baru, Dari Dokter Pulau Terpencil Hingga Sekolah Penuh Konflik
Arab Saudi Buka Musim Umrah 1448 H Lebih Awal, Visa Terbit Lewat Sistem Nusuk
Satu-Satunya di Dunia, Sukhoi Su-47 Jadi Batu Loncatan Rahasia Lahirnya Jet Tempur Rusia Modern
Veda Ega Lolos Drama Lap Akhir, Finis Kedelapan di Moto3 Italia
Dari Klub Kasta Empat ke Liga Champions, Como 1907 Disulap Pengusaha Indonesia Jadi Ikon Wisata Elite Italia
Ledakan K-Pop Animasi! KPop Demon Hunters Kuasai AMA 2026, “Golden” Sapu Bersih Piala Dunia Musik
Korsel Buka Bebas Visa untuk WNI, Liburan ke Negeri Ginseng Kini Lebih Mudah
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:00 WIB

Pegadaian Tancap Gas di Timor Leste, 2 Bulan Operasi Langsung Cetak Ratusan Transaksi Gadai

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:00 WIB

Drama Korea Juni 2026 Banjir Genre Baru, Dari Dokter Pulau Terpencil Hingga Sekolah Penuh Konflik

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:00 WIB

Arab Saudi Buka Musim Umrah 1448 H Lebih Awal, Visa Terbit Lewat Sistem Nusuk

Senin, 1 Juni 2026 - 04:00 WIB

Satu-Satunya di Dunia, Sukhoi Su-47 Jadi Batu Loncatan Rahasia Lahirnya Jet Tempur Rusia Modern

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:00 WIB

Veda Ega Lolos Drama Lap Akhir, Finis Kedelapan di Moto3 Italia

Berita Terbaru

Oplus_0

Teknologi

HP Jadul Tak Bisa Lagi Pakai WhatsApp, Ini Daftarnya

Sabtu, 6 Jun 2026 - 00:01 WIB

Oplus_0

Ekonomi

Kopi Kerinci Tembus Mesir, Pelindo Jambi Kirim 19,2 Ton

Jumat, 5 Jun 2026 - 21:00 WIB