JAKARTA – Como 1907 kini menjadi salah satu kisah paling mengejutkan dalam sepak bola Eropa. Klub asal Italia Utara itu berhasil menembus Liga Champions 2026/2027 setelah finis di posisi empat Serie A musim ini. Namun, keberhasilan Como tidak hanya lahir dari kekuatan tim di lapangan. Manajemen asal Indonesia justru membangun fondasi klub melalui sektor wisata, retail, dan sport tourism.
Dalam tujuh tahun terakhir, Como berubah drastis. Klub yang sempat berkutat di Serie D kini menjelma menjadi magnet baru sepak bola Italia. Kota Como juga menikmati dampak besar dari lonjakan popularitas klub, mulai dari meningkatnya jumlah wisatawan hingga tumbuhnya bisnis hotel mewah.
Kesuksesan tersebut membuat nama Como 1907 semakin sering dibicarakan publik Eropa. Selain tampil kompetitif di Serie A, klub milik Grup Djarum itu juga menghadirkan model bisnis sepak bola yang berbeda dibanding kebanyakan klub lain di Italia.
Pengusaha Indonesia Ubah Arah Como 1907
Grup Djarum mengambil alih Como 1907 pada 2019 ketika klub masih bermain di kasta keempat Liga Italia. Saat itu, kondisi Como belum ideal. Basis suporter tidak besar dan masyarakat lokal lebih banyak mendukung Inter Milan atau AC Milan.
Presiden Como 1907, Mirwan Suwarso, mengakui situasi tersebut membuat klub sulit mencari pemasukan pada awal kepemimpinan baru.
“Waktu kami takeover di Divisi 4 juga sudah menjadi fans Inter Milan atau AC Milan yang jaraknya hanya setengah jam dari Como. Sehingga, untuk kita mencoba mencari pemasukan susah dong, karena kita enggak punya fans,” kata Mirwan dalam kanal YouTube Helmy Yahya Bicara.
Karena itu, manajemen memilih pendekatan berbeda. Mereka memanfaatkan kekuatan nama Lake Como yang sudah terkenal sebagai destinasi wisata dunia.
“Jadi yang lebih mudah, ya kami menggunakan apa yang paling terkenal, yaitu nama danaunya sendiri. Lake Como itu,” lanjut Mirwan.
Strategi tersebut kemudian menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan Como 1907 ke pasar internasional.
Fokus Bangun Ekosistem, Bukan Sekadar Klub Bola
Manajemen Como tidak hanya mengejar promosi ke Serie A. Mereka juga membangun ekosistem bisnis yang menghubungkan sepak bola dengan pariwisata dan industri retail.
Mirwan menjelaskan bahwa Como sejak awal fokus mengembangkan sport tourism. Manajemen ingin menciptakan pengalaman wisata berbasis sepak bola yang mampu menarik turis domestik maupun internasional.
“Jadi bisnis kami awalnya fokusnya di situ dulu, karena kami memang mencoba mengembangkan industri turisme, sports tourism. Perlahan sepak bolanya naik. Sambil menunggu sepak bolanya naik, ekosistem tourism dan retail-nya sudah kami bangun duluan,” ujar Mirwan.
Strategi itu mulai menunjukkan hasil ketika Como promosi ke Serie A pada musim 2024/2025. Kehadiran klub di kasta tertinggi langsung meningkatkan aktivitas ekonomi kota.
Wisatawan mulai berdatangan untuk menikmati atmosfer pertandingan Como sekaligus panorama Danau Como yang terkenal di dunia. Penjualan merchandise ikut meningkat dan bisnis lokal bergerak lebih cepat.
Liga Champions Dorong Popularitas Kota Como
Keberhasilan Como lolos ke Liga Champions semakin memperkuat posisi kota tersebut sebagai destinasi wisata premium di Italia. Banyak pihak memperkirakan pertandingan melawan klub-klub elite Eropa akan mendatangkan gelombang wisatawan baru ke kawasan Lombardia.
Atmosfer Como kini mulai menyerupai kota-kota sepak bola besar seperti Milan, Napoli, Turin, dan Roma. Stadion Giuseppe Sinigaglia juga menjadi salah satu daya tarik baru bagi turis pencinta sepak bola.
Selain itu, pertumbuhan sektor perhotelan berlangsung sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir. Mirwan menyebut banyak brand hotel internasional mulai masuk ke Como.
“Dalam dua atau tiga tahun terakhir ini jumlah hotel mewah yang dibuka di sini makin banyak. Dulu cuma mungkin ada Hilton sama Tremetso, dan ada beberapa hotel lainnya,” kata Mirwan.
“Sekarang Ritz-Carlton baru baru mau buka. LVMH mau buka Belmond. The Westin mau buka juga. Terus The Edition baru buka. Ada lima hotel mewah bintang enam ya di sini,” sambungnya.
Lonjakan investasi tersebut menunjukkan bahwa Como tidak lagi sekadar kota wisata biasa. Kota itu kini berkembang menjadi pusat luxury tourism dan sport tourism di Italia Utara.
Cesc Fabregas Perkuat Identitas Modern Como
Kesuksesan Como juga tidak lepas dari kontribusi Cesc Fabregas. Mantan gelandang Arsenal, Barcelona, dan Timnas Spanyol itu membawa filosofi sepak bola modern yang membuat Como tampil kompetitif di Serie A.
Fabregas membantu Como membangun citra klub progresif dan atraktif. Kehadirannya juga meningkatkan perhatian media internasional terhadap proyek besar yang dijalankan manajemen asal Indonesia.
Di sisi lain, Como terus memanfaatkan citra eksklusif Lake Como yang selama ini identik dengan selebritas dunia dan wisata kelas premium. Aktor Hollywood George Clooney bahkan ikut memperkuat popularitas kawasan tersebut karena memiliki properti di sana.
“Turis datang ke Como pasti tentunya bukan hanya karena kita ya. George Clooney juga menjadi salah satu mercusuar terbesar buat Como mendatangkan banyak warga Amerika,” ujar Mirwan.
Como Jadi Contoh Baru Bisnis Sepak Bola
Keberhasilan Como memperlihatkan bahwa sepak bola modern tidak hanya berbicara soal transfer pemain mahal atau prestasi instan. Manajemen klub justru berhasil menggabungkan olahraga, pariwisata, dan ekonomi kreatif dalam satu ekosistem bisnis yang saling mendukung.
Pendekatan itu membuat Como memiliki sumber pendapatan yang lebih luas. Klub tidak hanya mengandalkan tiket pertandingan dan hak siar, tetapi juga menikmati dampak ekonomi dari industri wisata.
Kini Como 1907 memasuki era baru sebagai salah satu klub dengan pertumbuhan tercepat di Italia. Dari Serie D menuju Liga Champions, perjalanan Como menjadi bukti bahwa visi bisnis jangka panjang dapat mengubah klub kecil menjadi kekuatan baru sepak bola Eropa.
FAQ
Siapa pemilik Como 1907?
Grup Djarum asal Indonesia mengambil alih Como 1907 pada 2019 saat klub masih bermain di Serie D.
Kapan Como promosi ke Serie A?
Como kembali ke Serie A pada musim 2024/2025 setelah menjalani beberapa musim di divisi bawah Italia.
Mengapa wisatawan meningkat di Como?
Popularitas Como 1907, promosi ke Serie A, dan keberhasilan lolos ke Liga Champions membuat kota Como semakin dikenal wisatawan internasional.
Apa strategi utama manajemen Como?
Manajemen fokus membangun ekosistem sport tourism, retail, dan industri wisata untuk mendukung pertumbuhan klub.
Siapa pelatih Como saat ini?
Cesc Fabregas menjadi sosok penting dalam perkembangan Como sebagai tim kompetitif di Serie A.
Penulis : Al Amsori
Editor : Ichwan Diaspora









