Cina Amankan 1,5 Miliar Barel Minyak

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 6 Maret 2026 - 23:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Cina menimbun cadangan minyak strategis sebesar 1,5 miliar barel untuk memperkuat ketahanan energi di tengah konflik Timur Tengah. Cadangan ini menahan dampak volatilitas pasar energi global sekaligus menjaga stabilitas industri dan pengaruh diplomatik China.

Selain itu, China meningkatkan tekanan diplomatik terhadap Teheran agar membuka kembali Selat Hormuz, jalur laut yang menjadi rute sekitar 20% pengiriman minyak mentah dunia. Penurunan lalu lintas hingga 85% mendorong Beijing mengamankan pasokan minyak domestik agar produksi industrinya tetap stabil.

Cadangan Besar untuk Kemandirian Energi

Cadangan 1,5 miliar barel memberi China kemandirian energi selama beberapa bulan, bahkan jika jalur minyak utama tetap diblokir. Meski Presiden Trump memerintahkan Angkatan Laut AS mengawal kapal tanker, China tetap memprioritaskan keamanan energi domestik melalui penimbunan fisik.

Baca Juga :  Survey Reuters: Dukungan Warga AS terhadap Trump Rendah

Jorge León, kepala analisis geopolitik di Rystad Energy, menyatakan, “China menimbun minyak mentah sejak tahun lalu untuk menghadapi potensi krisis saat ini.” Strategi ini memberi Beijing posisi kuat dalam negosiasi ekonomi dan diplomatik dengan negara lain.

Strategi Diversifikasi dan Penyimpanan

China menggunakan kilang minyak independen dan membeli pasokan dari Rusia maupun Iran yang disimpan di fasilitas terapung. Mayoritas cadangan berada jauh dari Selat Hormuz, dekat pelabuhan China.

Data Kpler per 27 Februari 2026 menunjukkan total minyak mentah Iran di perairan global sekitar 191 juta barel, dengan sebagian besar berada di Selat Malaka, Selat Singapura, Laut China Selatan, Laut China Timur, dan Laut Kuning.

Baca Juga :  RI Masih Impor 50% Bensin, Pasokan Ternyata dari Asia Tenggara

Selain itu, China dan India meningkatkan pasokan minyak mentah Rusia. Cadangan strategis ini memberi penyangga jangka pendek dan membuka peluang Beijing mengekspor minyak ke pasar pihak ketiga jika pasokan global terganggu, kata Amena Bakr dari Kpler.

Dampak Global dan Stabilitas Pasar

Kabar penimbunan cadangan China menurunkan spekulasi harga minyak global. Namun, analis memperingatkan risiko pasokan tetap tinggi. Beberapa negara seperti Prancis dan Spanyol berselisih dengan Washington terkait legalitas pemogokan, sementara posisi China memberi pengaruh besar dalam negosiasi internasional.

China memanfaatkan cadangan ini untuk menyeimbangkan kebutuhan domestik dan menghadapi tekanan geopolitik di Timur Tengah, sekaligus menyiapkan opsi strategis jika krisis pasokan berlanjut.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Kekuasaan Presiden di Indonesia dan Amerika Serikat: Antara Mandat Rakyat dan Pembatasan Politik dalam Sistem Presidensial Modern
Eropa Terguncang Krisis Energi, Albania Jadi Contoh Ketahanan
Pentagon Incar Tanah Jarang Malaysia, Tantang Dominasi China di Pasar Global
Iran Perdana Kantongi Pendapatan Tarif Tol Selat Hormuz, Simpan di Bank Sentral
Paspor Indonesia 2026: Daftar 42 Negara Bebas Visa Terbaru untuk WNI
12 Negara Ajukan Pinjaman ke IMF, Krisis Energi Picu Tekanan Ekonomi Global
Kapal Malaysia Tembus Selat Hormuz, Bawa 1 Juta Barel Minyak di Tengah Krisis Global
Industri Plastik China Tertekan Dampak Penutupan Selat Hormuz
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 22:05 WIB

Kekuasaan Presiden di Indonesia dan Amerika Serikat: Antara Mandat Rakyat dan Pembatasan Politik dalam Sistem Presidensial Modern

Kamis, 30 April 2026 - 10:00 WIB

Eropa Terguncang Krisis Energi, Albania Jadi Contoh Ketahanan

Rabu, 29 April 2026 - 12:00 WIB

Pentagon Incar Tanah Jarang Malaysia, Tantang Dominasi China di Pasar Global

Sabtu, 25 April 2026 - 20:00 WIB

Iran Perdana Kantongi Pendapatan Tarif Tol Selat Hormuz, Simpan di Bank Sentral

Rabu, 22 April 2026 - 21:00 WIB

Paspor Indonesia 2026: Daftar 42 Negara Bebas Visa Terbaru untuk WNI

Berita Terbaru

Oplus_0

Uncategorized

Jangan Lewatkan! Tambah Daya PLN Kini Lebih Hemat Hingga 50 Persen

Jumat, 22 Mei 2026 - 06:00 WIB