Iran Hentikan Ekspor Bahan Baku Plastik dan Pupuk

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 18 April 2026 - 00:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Pemerintah Iran langsung menghentikan seluruh ekspor produk petrokimia setelah serangan Israel merusak sejumlah fasilitas strategis. Langkah ini bertujuan menjaga pasokan dalam negeri tetap aman di tengah tekanan konflik.

Pejabat senior di National Petrochemical Company mengeluarkan instruksi sejak 13 April 2026. Pemerintah mewajibkan seluruh perusahaan menunda pengiriman ke luar negeri sampai waktu yang belum ditentukan.

Iran mengambil langkah ini untuk mengantisipasi kelangkaan bahan baku. Serangan Israel sebelumnya menghantam pusat produksi penting di kawasan Asaluyeh dan Mahshahr. Kerusakan itu langsung mengganggu rantai pasok industri.

Produk petrokimia memegang peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Industri menggunakan bahan ini untuk memproduksi plastik, karet sintetis, serat, deterjen, hingga pupuk. Gangguan produksi pun berpotensi memicu efek luas ke sektor manufaktur.

Baca Juga :  Panel Surya Indonesia Masuk Radar Perdagangan AS

Pemerintah Iran kini memprioritaskan stabilitas pasar domestik. Otoritas tetap menahan harga dalam negeri agar tidak melonjak meski harga global sedang naik. Langkah ini juga bertujuan melindungi industri lokal dan konsumen dari tekanan inflasi.

Di sisi lain, tekanan terhadap ekonomi Iran semakin meningkat. Amerika Serikat memperketat pengawasan jalur pelayaran, termasuk di kawasan strategis Selat Hormuz. Kebijakan ini bertujuan menekan pendapatan ekspor Teheran.

Baca Juga :  Capai Kesepakatan dengan Iran, Kapal Tanker Thailand Kini Bisa Lintasi Selat Hormuz

Situasi ini muncul di tengah upaya diplomasi antara Iran dan AS. Kedua negara masih mempertimbangkan kelanjutan pembicaraan damai, meski ketegangan militer terus meningkat.

Sektor petrokimia sendiri menjadi tulang punggung ekonomi Iran. Data dari Fars News Agency menunjukkan Iran mampu mengekspor sekitar 29 juta ton produk petrokimia setiap tahun dengan nilai mencapai 13 miliar dollar AS.

Kini, penghentian ekspor berpotensi mengguncang pasar global. Negara-negara yang bergantung pada pasokan bahan baku dari Iran mulai mencari alternatif untuk menjaga keberlangsungan industri mereka.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Pegadaian Tancap Gas di Timor Leste, 2 Bulan Operasi Langsung Cetak Ratusan Transaksi Gadai
Drama Korea Juni 2026 Banjir Genre Baru, Dari Dokter Pulau Terpencil Hingga Sekolah Penuh Konflik
Arab Saudi Buka Musim Umrah 1448 H Lebih Awal, Visa Terbit Lewat Sistem Nusuk
Satu-Satunya di Dunia, Sukhoi Su-47 Jadi Batu Loncatan Rahasia Lahirnya Jet Tempur Rusia Modern
Veda Ega Lolos Drama Lap Akhir, Finis Kedelapan di Moto3 Italia
Dari Klub Kasta Empat ke Liga Champions, Como 1907 Disulap Pengusaha Indonesia Jadi Ikon Wisata Elite Italia
Ledakan K-Pop Animasi! KPop Demon Hunters Kuasai AMA 2026, “Golden” Sapu Bersih Piala Dunia Musik
Korsel Buka Bebas Visa untuk WNI, Liburan ke Negeri Ginseng Kini Lebih Mudah
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:00 WIB

Pegadaian Tancap Gas di Timor Leste, 2 Bulan Operasi Langsung Cetak Ratusan Transaksi Gadai

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:00 WIB

Drama Korea Juni 2026 Banjir Genre Baru, Dari Dokter Pulau Terpencil Hingga Sekolah Penuh Konflik

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:00 WIB

Arab Saudi Buka Musim Umrah 1448 H Lebih Awal, Visa Terbit Lewat Sistem Nusuk

Senin, 1 Juni 2026 - 04:00 WIB

Satu-Satunya di Dunia, Sukhoi Su-47 Jadi Batu Loncatan Rahasia Lahirnya Jet Tempur Rusia Modern

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:00 WIB

Veda Ega Lolos Drama Lap Akhir, Finis Kedelapan di Moto3 Italia

Berita Terbaru