Siswa MAN 19 Jakarta Ubah Minyak Jelantah Jadi Listrik

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 16 April 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Lima siswa MAN 19 Jakarta Selatan menciptakan inovasi energi terbarukan dari minyak jelantah. Mereka tergabung dalam tim AAAAQ Research 19 yang digawangi Alan Hermawan, Athar Narendra Wijaya, Muhammad Nayaka Arya Ganendra, Syaulia Kamila, dan Qnanthi Aysha Karinnina.

Mereka menamai inovasi itu “Mistik” (Minyak Jadi Listrik). Ide ini muncul saat listrik di kelas mereka tiba-tiba padam karena beban berlebih dari penggunaan stop kontak untuk ponsel dan kipas portabel.

Kejadian itu memicu pertanyaan sederhana di antara mereka: bagaimana cara menghasilkan energi tanpa membebani jaringan listrik sekolah?

Di saat yang sama, mereka juga melihat banyak minyak goreng bekas di kantin dan rumah yang terbuang percuma. Dari situ, mereka menggabungkan dua masalah tersebut menjadi satu solusi.

Baca Juga :  ITS–PalmCo Kembangkan Bensin Sawit, Dorong Energi Terbarukan Nasional

Tim kemudian mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Mereka memanfaatkan panas dari lilin itu untuk menghasilkan listrik dengan bantuan modul Thermoelectric Generator (TEG).

Proses pengembangan tidak berjalan mulus. Mereka harus mencari komposisi lilin yang tepat, menjaga kestabilan panas, dan menyusun rangkaian TEG agar bisa menghasilkan daya yang stabil.

Pada awal percobaan, alat hanya menghasilkan arus kecil. Bahkan beberapa uji coba tidak menunjukkan hasil sama sekali.

Meski begitu, mereka terus mencoba dengan dukungan guru dan orang tua.

Titik balik terjadi ketika prototipe pertama akhirnya berhasil menyalakan dan mengisi daya perangkat kecil. Keberhasilan itu membuat mereka yakin bahwa ide tersebut bisa dikembangkan lebih jauh.

Baca Juga :  PLN Tutup 2.139 Mesin Diesel di 741 Lokasi

“Waktu itu kami sadar ini bukan lagi sekadar ide,” ungkap salah satu anggota tim.

Inovasi Mistik kemudian mereka daftarkan ke ASRI Awards 2025. Proyek ini berhasil meraih penghargaan The Most Sustainable Idea. Para juri juga memberi masukan terkait peningkatan keamanan dan efisiensi alat.

Melalui proyek ini, para siswa mengubah cara pandang terhadap minyak jelantah. Mereka tidak lagi melihatnya sebagai limbah, tetapi sebagai sumber energi alternatif yang bernilai.

Mereka juga berharap inovasi ini bisa mendorong kesadaran pengelolaan sampah sejak dini, sekaligus membuka peluang pemanfaatan limbah untuk kebutuhan energi sehari-hari.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Telkom Bangun Ekosistem AI Nasional dari Data Center hingga LLM Indonesia
Tanpa Zenfone, ASUS Fokus ke Tablet: Pad OLED 144Hz Baterai 9.000 mAh Meluncur
Huawei nova Y74 Meluncur dengan Baterai 6620mAh, Tantang Dominasi HP Tahan Lama di Kelas Entry Level
AMD Bongkar Strategi Tak Terduga di Computex 2026: Rilis Chip Lama yang Masih Laku di Pasar
Huawei P30 Kembali Diburu di 2026, Kamera Leica Masih Jadi Alasan Utama di Tengah Gempuran HP Baru
Xiaomi 17T Series Resmi Meluncur di Indonesia, Dion Wiyoko dan Sheila Dara Ikut Meriahkan
Kacamata Pintar 2026 Makin Canggih, Kini Jadi Asisten AI dan Pantau Kesehatan Pengguna
Indonesia Resmi Punya “Rumah Digital” AI, Domain .ai.id Pertegas Kedaulatan Digital
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 03:00 WIB

Telkom Bangun Ekosistem AI Nasional dari Data Center hingga LLM Indonesia

Kamis, 4 Juni 2026 - 23:00 WIB

Tanpa Zenfone, ASUS Fokus ke Tablet: Pad OLED 144Hz Baterai 9.000 mAh Meluncur

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:00 WIB

Huawei nova Y74 Meluncur dengan Baterai 6620mAh, Tantang Dominasi HP Tahan Lama di Kelas Entry Level

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:00 WIB

AMD Bongkar Strategi Tak Terduga di Computex 2026: Rilis Chip Lama yang Masih Laku di Pasar

Rabu, 3 Juni 2026 - 23:00 WIB

Huawei P30 Kembali Diburu di 2026, Kamera Leica Masih Jadi Alasan Utama di Tengah Gempuran HP Baru

Berita Terbaru