PLN Tutup 2.139 Mesin Diesel di 741 Lokasi

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 16 April 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – PT PLN (Persero) menargetkan penutupan 2.139 mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang tersebar di 741 lokasi di seluruh Indonesia. PLN mendorong langkah ini untuk menekan ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM) yang masih impor dan berbiaya tinggi.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan rencana itu dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR, Senin (13/4/2026). Ia menjelaskan PLN menurunkan konsumsi BBM di sektor kelistrikan melalui penghentian bertahap operasional PLTD di berbagai daerah.

Baca Juga :  PLN Teken Kontrak Raksasa 511 MVA untuk Data Center DayOne di Batam

“PLN menargetkan pengurangan konsumsi BBM di sektor ketenagalistrikan melalui 741 lokasi PLTD dengan total 2.139 mesin diesel,” kata Darmawan.

Selain itu, PLN kemudian mengarahkan transisi energi dengan memaksimalkan sumber energi baru terbarukan (EBT). PLN memetakan potensi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di wilayah yang memiliki PLTD.

Jika suatu wilayah tidak memiliki potensi PLTMH, PLN membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang terintegrasi dengan sistem penyimpanan energi berbasis baterai (battery energy storage system).

Baca Juga :  Suzuki Fronx E100 Siap Mengaspal, Mobil Etanol 100 Persen Jadi Gebrakan Baru

Darmawan menegaskan langkah ini meningkatkan ketahanan energi nasional sekaligus menurunkan biaya produksi listrik.

“Langkah ini memperkuat ketahanan energi, menurunkan biaya energi, dan mempercepat peralihan dari energi fosil ke energi baru dan terbarukan,” ujarnya.

PLN menilai program ini juga memperkuat efisiensi sistem kelistrikan nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor BBM.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Laba PLN 2025 Turun 65,8%, Pendapatan Naik tapi Tertekan Beban
Tarif Listrik Juni 2026 Tetap, Ini Rincian Biaya per kWh Terbaru
Harga BBM Awal Juni 2026 Naik-Turun: Pertamax Turbo Rp20.750, Dexlite Turun Drastis
RI Ngebut Masuk Era B50, Solar Campur Sawit 50 Persen Siap Jalan dan Diklaim Pertama di Dunia
Bensin Baru E5 Mulai Mengalir Juli 2026, Bioetanol Lokal 26 Ribu KL Siap Ubah Peta Energi RI
BBM Naik Beruntun 4 Kali dalam 10 Hari, Krisis Energi Global Picu Lonjakan Harga dan Tekan Ekonomi Dunia
Listrik Sumatera Kembali Normal, PLN Jamin Stabil Usai Blackout
Gangguan SUTT Picu Pemadaman Listrik Bergilir di Kerinci–Sungai Penuh, Aktivitas Warga Terganggu
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:00 WIB

Laba PLN 2025 Turun 65,8%, Pendapatan Naik tapi Tertekan Beban

Senin, 1 Juni 2026 - 19:00 WIB

Tarif Listrik Juni 2026 Tetap, Ini Rincian Biaya per kWh Terbaru

Senin, 1 Juni 2026 - 10:00 WIB

Harga BBM Awal Juni 2026 Naik-Turun: Pertamax Turbo Rp20.750, Dexlite Turun Drastis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:00 WIB

RI Ngebut Masuk Era B50, Solar Campur Sawit 50 Persen Siap Jalan dan Diklaim Pertama di Dunia

Jumat, 29 Mei 2026 - 19:00 WIB

Bensin Baru E5 Mulai Mengalir Juli 2026, Bioetanol Lokal 26 Ribu KL Siap Ubah Peta Energi RI

Berita Terbaru