BBM Naik Beruntun 4 Kali dalam 10 Hari, Krisis Energi Global Picu Lonjakan Harga dan Tekan Ekonomi Dunia

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Lonjakan harga bahan bakar kembali mengguncang India setelah perusahaan milik negara di sektor energi menaikkan harga bensin dan solar untuk keempat kalinya hanya dalam 10 hari. Kenaikan ini memperlihatkan tekanan besar pada pasar energi global yang semakin tidak stabil akibat konflik geopolitik di Timur Tengah.

Kondisi tersebut langsung memicu kekhawatiran baru di negara-negara importir minyak, termasuk Asia, karena harga energi mulai bergerak naik secara konsisten dalam waktu singkat.

Lonjakan Harga Dipicu Gangguan Pasokan Global

Pemerintah India menghadapi situasi sulit setelah gangguan besar terjadi pada jalur distribusi minyak dunia. Konflik yang berlangsung sejak awal tahun di kawasan Timur Tengah membuat suplai energi global terganggu, terutama setelah ketegangan di sekitar Selat Hormuz meningkat.

Selat ini menjadi jalur vital pengiriman minyak mentah dunia. Hampir separuh impor minyak India melewati jalur tersebut. Ketika pasokan terganggu, harga minyak langsung melonjak di pasar internasional dan menekan kebijakan energi dalam negeri India.

Dalam 10 hari terakhir, harga bahan bakar di India naik lebih dari 5 persen secara kumulatif. Pemerintah menaikkan harga rata-rata lebih dari 2 rupee per liter atau sekitar Rp354 per liter dalam penyesuaian terbaru.

Harga Bensin dan Solar Tembus Level Baru

Di ibu kota New Delhi, harga bensin kini naik menjadi 102,12 rupee per liter dari sebelumnya 99,5 rupee. Solar juga ikut meningkat menjadi 95,20 rupee per liter.

Kenaikan ini terjadi beruntun dan tidak memberi waktu adaptasi bagi konsumen maupun sektor transportasi. Pelaku usaha transportasi dan logistik mulai merasakan dampak langsung dari kenaikan biaya operasional harian.

Baca Juga :  Di Balik Tahta Samsung: Drama Keluarga Lee yang Mengguncang Dunia Teknologi

Pemerintah India menjelaskan bahwa penyesuaian harga ini mengikuti kondisi pasar global dan beban impor energi yang terus meningkat.

Tekanan Ekonomi dan Kebijakan Hemat Energi

Perdana Menteri India, Narendra Modi, menekankan perlunya penghematan energi nasional. Ia menyebut lonjakan harga minyak global telah menguras devisa negara secara signifikan karena India masih bergantung pada impor minyak mentah.

Pemerintah India juga mulai mendorong kebijakan pengendalian konsumsi bahan bakar di beberapa sektor strategis. Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas fiskal di tengah kenaikan harga energi dunia.

Namun di sisi lain, kebijakan tersebut menimbulkan tekanan baru bagi masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan menengah ke bawah yang paling terdampak oleh kenaikan harga transportasi dan barang kebutuhan.

India Alihkan Impor ke Rusia

Di tengah gangguan pasokan dari Timur Tengah, India memperluas pembelian minyak dari Rusia. Langkah ini muncul setelah adanya relaksasi sementara terhadap sanksi internasional.

Pemerintah India menilai diversifikasi sumber impor menjadi strategi penting untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional.

Meski begitu, biaya impor tetap tinggi. Menteri Perminyakan India melaporkan kerugian perusahaan distribusi energi bisa mencapai US$120 juta per hari akibat fluktuasi harga global dan gangguan rantai pasok.

Dampak ke Pasar Energi Asia

Kenaikan harga BBM di India memberi sinyal kuat bahwa pasar energi Asia menghadapi tekanan lanjutan. Negara-negara importir minyak lainnya berpotensi mengikuti tren penyesuaian harga jika harga minyak mentah global terus naik.

Pelaku pasar energi melihat kondisi ini sebagai fase ketidakpastian baru. Perubahan geopolitik di Timur Tengah kembali menjadi faktor dominan yang menggerakkan harga minyak dunia.

Baca Juga :  Krisis Energi Global Picu Pembatasan BBM, Aktivitas Ekonomi Dunia Tertekan

Potensi Dampak untuk Indonesia

Indonesia sebagai negara pengimpor minyak juga berpotensi merasakan efek lanjutan dari kenaikan harga global. Meski pemerintah masih menjaga stabilitas harga BBM subsidi, tekanan fiskal dapat meningkat jika tren kenaikan berlangsung lama.

Sektor transportasi dan industri diperkirakan menjadi pihak pertama yang merasakan dampak kenaikan biaya energi. Namun pemerintah biasanya akan menahan dampak langsung ke masyarakat melalui subsidi atau kebijakan penyesuaian bertahap.

Kenaikan harga BBM di India yang terjadi empat kali dalam 10 hari menegaskan bahwa pasar energi global berada dalam tekanan serius. Gangguan pasokan akibat konflik geopolitik, ditambah ketergantungan impor minyak, membuat negara-negara besar seperti India harus menyesuaikan harga secara cepat.

Jika ketegangan di kawasan Timur Tengah belum mereda, tren kenaikan harga energi berpotensi berlanjut dan berdampak lebih luas ke negara-negara Asia lainnya.

FAQ

1. Apa penyebab utama kenaikan BBM di India?

Gangguan pasokan minyak global akibat konflik di Timur Tengah, terutama jalur distribusi Selat Hormuz.

2. Berapa kali harga BBM naik di India?

Empat kali dalam 10 hari terakhir.

3. Berapa kenaikan harga per liter?

Sekitar lebih dari 2 rupee atau sekitar Rp354 per liter dalam penyesuaian terbaru.

4. Apakah India mengurangi impor minyak?

Tidak, India justru meningkatkan pembelian minyak dari Rusia untuk menjaga pasokan.

5. Apakah kenaikan ini berdampak ke negara lain?

Ya, tren ini berpotensi menekan negara importir minyak lain, termasuk di Asia.

Penulis : Al Amsori

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

SMK Cetak Lulusan Siap Kerja, Tapi Pengangguran Masih Tinggi: Di Mana Letak Masalahnya?
Rupiah Melemah Tekan Perbankan: Risiko Likuiditas hingga Kredit Macet Menguat, Ini Skenario dan Antisipasi Industri
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 26 Mei 2026 Cenderung Stabil, Ini Daftar Lengkapnya
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 26 Mei 2026 Meledak, Antam Dekati Rp2,9 Juta, Warga Serbu Logam Mulia di Tengah Ketidakpastian Global
Listrik Sumatera Kembali Normal, PLN Jamin Stabil Usai Blackout
Mulai Juni, Petugas Datangi Kafe dan Toko di Padang, Pelaku UMKM dengan Omzet Segini Langsung Dibina
Pemprov Sumbar Dorong Wirausaha Muda Melek Digital Lewat Pelatihan Bisnis Kreatif Berbasis Teknologi
Gangguan SUTT Picu Pemadaman Listrik Bergilir di Kerinci–Sungai Penuh, Aktivitas Warga Terganggu
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 21:00 WIB

SMK Cetak Lulusan Siap Kerja, Tapi Pengangguran Masih Tinggi: Di Mana Letak Masalahnya?

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:00 WIB

BBM Naik Beruntun 4 Kali dalam 10 Hari, Krisis Energi Global Picu Lonjakan Harga dan Tekan Ekonomi Dunia

Selasa, 26 Mei 2026 - 09:00 WIB

Rupiah Melemah Tekan Perbankan: Risiko Likuiditas hingga Kredit Macet Menguat, Ini Skenario dan Antisipasi Industri

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:00 WIB

Harga Emas Perhiasan Hari Ini 26 Mei 2026 Cenderung Stabil, Ini Daftar Lengkapnya

Selasa, 26 Mei 2026 - 07:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 26 Mei 2026 Meledak, Antam Dekati Rp2,9 Juta, Warga Serbu Logam Mulia di Tengah Ketidakpastian Global

Berita Terbaru