JAKARTA – Presiden Korea Selatan (Korsel), Lee Jae Myung, meminta warga menghemat energi. Ia menyoroti kebiasaan harian, termasuk waktu mandi.
Pemerintah Korea Selatan mengantisipasi krisis energi global. Presiden Lee meluncurkan 12 pedoman penghematan dalam rapat kabinet.
Ia meminta warga mempersingkat waktu mandi. Ia juga meminta warga membatasi pengisian daya ponsel dan perangkat lain.
Pemerintah mendorong warga menggunakan transportasi umum. Warga juga mengurangi konsumsi listrik di rumah.
Warga memakai mesin cuci dan penyedot debu pada akhir pekan. Pemerintah menganjurkan pola penggunaan tersebut.
Warga mengisi daya kendaraan listrik pada siang hari. Langkah ini membantu menyeimbangkan beban listrik.
Pemerintah menerapkan aturan untuk lembaga publik. Pemerintah memberlakukan sistem pembatasan kendaraan selama lima hari kerja.
Aturan ini mengacu pada angka terakhir pelat nomor. Setiap hari memiliki kelompok kendaraan yang tidak boleh melintas.
Kebijakan ini mulai berlaku 25 Maret. Pemerintah memberi pengecualian untuk beberapa kelompok.
Kemudian, Pemerintah mengecualikan penyandang disabilitas, ibu hamil, dan kendaraan listrik. Selain itu, Pemerintah juga mengecualikan kendaraan hidrogen.
Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu krisis energi. Konflik ini mengganggu pasokan global.
Penutupan Selat Hormuz memperparah situasi. Jalur ini menjadi rute utama distribusi minyak dunia.
Korsel mengimpor sekitar 70 persen minyak melalui jalur tersebut. Negara ini menyimpan cadangan sekitar 190 juta barel.
Analis menilai cadangan itu tidak cukup lama. Konsumsi harian tetap tinggi.
Pemerintah mengamankan pasokan dari Uni Emirat Arab. Namun, jadwal pengiriman belum jelas.
Penutup:
Pemerintah membuka opsi kebijakan tambahan. Pemerintah mempertimbangkan kerja jarak jauh jika krisis memburuk.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









