Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung Minta Warga Hemat Energi

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 27 Maret 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Presiden Korea Selatan (Korsel), Lee Jae Myung, meminta warga menghemat energi. Ia menyoroti kebiasaan harian, termasuk waktu mandi.

Pemerintah Korea Selatan mengantisipasi krisis energi global. Presiden Lee meluncurkan 12 pedoman penghematan dalam rapat kabinet.

Ia meminta warga mempersingkat waktu mandi. Ia juga meminta warga membatasi pengisian daya ponsel dan perangkat lain.

Pemerintah mendorong warga menggunakan transportasi umum. Warga juga mengurangi konsumsi listrik di rumah.

Warga memakai mesin cuci dan penyedot debu pada akhir pekan. Pemerintah menganjurkan pola penggunaan tersebut.

Baca Juga :  Daftar Mata Uang Terlemah Dunia April 2026, Rupiah Masuk 5 Besar!

Warga mengisi daya kendaraan listrik pada siang hari. Langkah ini membantu menyeimbangkan beban listrik.

Pemerintah menerapkan aturan untuk lembaga publik. Pemerintah memberlakukan sistem pembatasan kendaraan selama lima hari kerja.

Aturan ini mengacu pada angka terakhir pelat nomor. Setiap hari memiliki kelompok kendaraan yang tidak boleh melintas.

Kebijakan ini mulai berlaku 25 Maret. Pemerintah memberi pengecualian untuk beberapa kelompok.

Kemudian, Pemerintah mengecualikan penyandang disabilitas, ibu hamil, dan kendaraan listrik. Selain itu, Pemerintah juga mengecualikan kendaraan hidrogen.

Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu krisis energi. Konflik ini mengganggu pasokan global.

Baca Juga :  Eropa Terguncang Krisis Energi, Albania Jadi Contoh Ketahanan

Penutupan Selat Hormuz memperparah situasi. Jalur ini menjadi rute utama distribusi minyak dunia.

Korsel mengimpor sekitar 70 persen minyak melalui jalur tersebut. Negara ini menyimpan cadangan sekitar 190 juta barel.

Analis menilai cadangan itu tidak cukup lama. Konsumsi harian tetap tinggi.

Pemerintah mengamankan pasokan dari Uni Emirat Arab. Namun, jadwal pengiriman belum jelas.

Penutup:

Pemerintah membuka opsi kebijakan tambahan. Pemerintah mempertimbangkan kerja jarak jauh jika krisis memburuk.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Bukan Sekadar AC Biasa, Ini Rahasia Masjidil Haram Tetap Sejuk Saat Suhu Makkah Menyengat
Beasiswa TAMBA SAMBA 2027 Resmi Dibuka, Profesional Indonesia Bisa Raih Kuliah MBA Gratis di AS Plus Tunjangan Rp44 Juta
Istana Buckingham Cari Videografer, Gaji Tembus Rp1 Miliar Setahun dan Bisa Ikut Agenda Raja Charles
Ubah Haluan, Vietnam Tunda Larangan Motor Bensin, Transisi Berlanjut hingga 2028
Norwegia Batasi AI di Sekolah Dasar, Fokus Kembali ke Belajar Dasar
Harga Minyak Dunia Naik ke US$81, Ketegangan Iran-AS Guncang Pasar Energi
Jay Idzes Dukung Ismael Kone, Pesan Haru Kapten Timnas Indonesia Usai Cedera Horor Piala Dunia 2026
Mimpi Kuliah Gratis ke Rusia Bisa Jadi Nyata, 300 Beasiswa Dibuka untuk Pelajar Indonesia
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:34 WIB

Bukan Sekadar AC Biasa, Ini Rahasia Masjidil Haram Tetap Sejuk Saat Suhu Makkah Menyengat

Rabu, 8 Juli 2026 - 08:00 WIB

Beasiswa TAMBA SAMBA 2027 Resmi Dibuka, Profesional Indonesia Bisa Raih Kuliah MBA Gratis di AS Plus Tunjangan Rp44 Juta

Selasa, 7 Juli 2026 - 18:47 WIB

Istana Buckingham Cari Videografer, Gaji Tembus Rp1 Miliar Setahun dan Bisa Ikut Agenda Raja Charles

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:00 WIB

Ubah Haluan, Vietnam Tunda Larangan Motor Bensin, Transisi Berlanjut hingga 2028

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:00 WIB

Norwegia Batasi AI di Sekolah Dasar, Fokus Kembali ke Belajar Dasar

Berita Terbaru