PADANG – Mahyeldi Ansharullah memastikan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) akan kembali menggelar nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 hingga partai final. Kepastian itu muncul setelah ribuan warga memadati kawasan Kantor Gubernur Sumbar saat mengikuti Car Free Day (CFD) yang bertepatan dengan laga perempat final Argentina melawan Swiss, Minggu (12/7/2026).
Meski gerimis sempat mengguyur Kota Padang, semangat masyarakat tidak surut. Panitia langsung memindahkan lokasi nobar ke Aula Kantor Gubernur agar warga tetap nyaman menyaksikan pertandingan yang disiarkan TVRI.
Melihat tingginya antusiasme warga, Mahyeldi menilai kolaborasi CFD dan nobar berhasil menghadirkan ruang publik yang lebih hidup. Selain itu, kegiatan tersebut juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat melalui olahraga.
“CFD sekaligus nobar ini ternyata mendapat sambutan luar biasa. Tadi ribuan masyarakat hadir. Karena hujan gerimis, kegiatan kita geser ke dalam, tetapi antusiasme masyarakat tetap tinggi,” ujar Mahyeldi.
Pemprov Sumbar Lanjutkan Nobar hingga Partai Final
Selanjutnya, Mahyeldi menegaskan Pemprov Sumbar akan terus memfasilitasi masyarakat untuk menikmati setiap pertandingan Piala Dunia hingga babak final.
Menurutnya, pemerintah tidak hanya menyiapkan halaman Kantor Gubernur sebagai lokasi nobar, tetapi juga mempertimbangkan sejumlah tempat lain agar lebih banyak masyarakat dapat ikut menyaksikan pertandingan bersama.
“Masih ada pertandingan sampai final. Insyaallah akan kita fasilitasi lagi, baik di halaman Kantor Gubernur maupun di tempat-tempat lain agar masyarakat bisa menikmati pertandingan bersama,” katanya.
Selain menghadirkan hiburan, Mahyeldi meyakini kegiatan nobar mampu mempererat kebersamaan warga sekaligus menumbuhkan semangat sportivitas di tengah masyarakat.
Nobar Dongkrak UMKM dan Jadi Sarana Belajar Sepak Bola
Di sisi lain, Mahyeldi menilai siaran Piala Dunia melalui TVRI membawa manfaat besar bagi pelaku UMKM. Kehadiran ribuan warga membuat aktivitas jual beli di sekitar lokasi CFD semakin ramai.
Tidak hanya itu, Mahyeldi juga melihat tayangan Piala Dunia sebagai sarana pembelajaran bagi generasi muda. Berkat jangkauan siaran TVRI hingga pelosok daerah, anak-anak dan remaja dapat mempelajari teknik, strategi, dan kualitas permainan pesepak bola kelas dunia.
“Piala Dunia ini akan menggerakkan UMKM kita. Lebih penting lagi, karena TVRI menjangkau hingga daerah-daerah pelosok, generasi muda dapat belajar dan mengenal teknik serta keterampilan para pemain dunia. Ini menjadi pembelajaran yang sangat positif bagi sepak bola Sumatera Barat,” ungkapnya.
Karena itu, Mahyeldi mengapresiasi TVRI yang menghadirkan siaran Piala Dunia di berbagai daerah. Menurutnya, langkah tersebut memberi kesempatan yang sama bagi masyarakat untuk menikmati pertandingan bergengsi sekaligus memperluas wawasan sepak bola.
Mahyeldi Soroti Duel Teknik Argentina dan Fisik Swiss
Sementara itu, sebelum pertandingan berakhir, Mahyeldi menilai duel Argentina melawan Swiss menyuguhkan persaingan yang menarik. Ia melihat kedua tim mengandalkan karakter permainan yang berbeda.
Menurutnya, Argentina lebih menguasai aspek teknik dan kreativitas permainan. Sebaliknya, Swiss mengandalkan postur tubuh serta kekuatan fisik untuk menghadapi tekanan lawan.
“Kalau saya lihat, Argentina lebih unggul dari sisi skill, sementara Swiss memiliki postur dan kekuatan fisik yang lebih baik. Pertandingan ini tentu akan semakin menarik karena mempertemukan kemampuan teknik dan kekuatan fisik,” ujarnya.
Argentina kemudian memastikan tiket semifinal setelah menang 3-1 atas Swiss melalui babak perpanjangan waktu. Alexis Mac Allister lebih dahulu membawa Argentina unggul. Namun, Dan Ndoye berhasil menyamakan kedudukan untuk Swiss. Setelah itu, Julián Álvarez dan Lautaro Martínez mencetak dua gol tambahan yang mengantar La Albiceleste melangkah ke semifinal.
Konsep Nobar Akan Menyesuaikan Jadwal Pertandingan
Terakhir, Mahyeldi kembali memastikan Pemprov Sumbar akan bekerja sama dengan TVRI untuk menggelar nobar semifinal hingga final Piala Dunia.
Namun, panitia akan menyesuaikan konsep pelaksanaan apabila jadwal pertandingan berlangsung pada jam kerja. Dengan begitu, kegiatan nobar tetap berjalan tanpa mengganggu aktivitas pelayanan di lingkungan Kantor Gubernur.
“Insyaallah kita fasilitasi lagi di sini. Tentu dengan konsep yang disesuaikan agar tidak mengganggu aktivitas perkantoran, jika pertandingannya itu berlangsung dalam jam kerja,” pungkasnya.(Tim)









