Telkom Bangun Ekosistem AI Nasional dari Data Center hingga LLM Indonesia

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 5 Juni 2026 - 03:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Persaingan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin intensif di berbagai sektor. Melihat perkembangan tersebut, Telkom Indonesia mengambil langkah strategis dengan menghadirkan AIcosystem, sebuah ekosistem yang mengintegrasikan berbagai layanan AI dalam satu platform terpadu.

Melalui peluncuran yang berlangsung di Telkom Landmark Tower, Jakarta Selatan, Kamis (4/6/2026), Telkom ingin mempercepat adopsi AI di Indonesia sekaligus memperkuat kolaborasi antara industri, akademisi, pemerintah, dan komunitas teknologi.

Selain menghadirkan berbagai solusi berbasis AI, Telkom juga menyiapkan fondasi teknologi yang mencakup infrastruktur, platform, model kecerdasan buatan, hingga pengembangan talenta digital. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk membangun ekosistem AI nasional yang lebih kuat dan berkelanjutan.

AI Jadi Fondasi Baru Transformasi Digital

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menegaskan bahwa AI kini telah menjadi bagian penting dalam transformasi digital dan tidak lagi sekadar teknologi masa depan.

“Dengan AIcosystem, kami menyatukan seluruh kekuatan AI TelkomGroup agar Indonesia memiliki ekosistem AI yang solid, terintegrasi, dan mampu menciptakan dampak nyata bagi masyarakat, dunia usaha, dan daya saing bangsa,” ujar Dian.

Menurutnya, pengembangan AI membutuhkan kolaborasi yang berkelanjutan agar mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi berbagai sektor.

Menggabungkan Seluruh Inisiatif AI Telkom Group

AIcosystem menghimpun berbagai layanan dan inovasi AI yang selama ini berkembang di lingkungan Telkom Group. Ekosistem tersebut mencakup Telkom AI Center of Excellence (AI CoE), Telkomsel AI, Neutra Compute dari NeutraDC, AI Infomedia, AI Digiserve, hingga dukungan riset dari Telkom University.

Dengan menggabungkan seluruh sumber daya tersebut, Telkom berharap dapat menghadirkan solusi yang lebih terintegrasi untuk kebutuhan korporasi, instansi pemerintah, maupun masyarakat umum.

Baca Juga :  Digital Asia Solusindo Tawarkan ERP untuk Tingkatkan Efisiensi Bisnis

AI Center of Excellence Jadi Motor Pengembangan

Salah satu pilar utama dalam AIcosystem adalah Telkom AI Center of Excellence (AI CoE). Pusat pengembangan ini berfokus pada lima area strategis yang saling terhubung.

AI Campus

AI Campus berperan dalam pengembangan talenta dan riset AI melalui kerja sama dengan perguruan tinggi dan lembaga pendidikan.

AI Playground

AI Playground menyediakan ruang eksperimen bagi pengembang, startup, dan komunitas teknologi untuk menguji serta mengembangkan inovasi berbasis AI.

AI Connect

Melalui AI Connect, Telkom mempertemukan dunia pendidikan, industri, komunitas, dan perusahaan dalam satu jaringan kolaborasi.

AI Hub

AI Hub membantu mempercepat proses pengembangan ide menjadi solusi yang siap digunakan oleh pengguna maupun pelaku bisnis.

AI Native

Sementara itu, AI Native berfokus pada penerapan teknologi AI di lingkungan internal Telkom Group guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional.

Telkom Bangun AI dengan Pendekatan Fullstack

Direktur IT Digital Telkom, Faizal Rochmad Djoemadi, menjelaskan bahwa AIcosystem tidak hanya menghadirkan aplikasi berbasis AI, tetapi juga membangun fondasi teknologi yang mendukung seluruh proses pengembangannya.

“Kami tidak hanya menghadirkan solusi dalam bentuk aplikasi, tetapi juga memperkuat fondasi AI-nya melalui infrastruktur, data, model, dan platform. Pendekatan ini memungkinkan solusi yang lebih aman dengan security yang berlapis, scalable, dan relevan dengan kebutuhan bisnis maupun layanan publik di Indonesia,” kata Faizal.

Ia menambahkan, pendekatan fullstack AI terdiri dari tiga lapisan utama, yaitu AI Infrastructure, AI Models & Platforms, serta AI Solutions & Applications.

Infrastruktur hingga LLM Bahasa Indonesia

Pada lapisan infrastruktur, Telkom menyediakan dukungan data center, GPU, CPU, serta kapasitas memori yang menjadi tulang punggung komputasi AI.

Baca Juga :  India Ambil Alih Tahta Smartphone dari China

Selanjutnya, pada lapisan model dan platform, perusahaan mengembangkan platform AI, platform big data, data aggregator, serta Large Language Model (LLM) yang mendukung penggunaan Bahasa Indonesia.

Adapun pada lapisan solusi dan aplikasi, Telkom telah menghadirkan berbagai implementasi AI yang menyesuaikan kebutuhan sektor industri maupun layanan publik.

Fokus pada Kebutuhan Indonesia

Telkom juga menempatkan kebutuhan nasional sebagai fokus utama pengembangan AIcosystem. Karena itu, perusahaan menghadirkan dukungan untuk LLM Bahasa Indonesia, memperkuat keamanan data, dan mengoptimalkan infrastruktur yang berada di dalam negeri.

Melalui strategi tersebut, Telkom berharap AI tidak hanya menjadi teknologi pendukung bisnis, tetapi juga mampu mempercepat transformasi digital dan meningkatkan daya saing Indonesia di era ekonomi berbasis kecerdasan buatan.

FAQ

Apa itu AIcosystem?

AIcosystem merupakan ekosistem kecerdasan buatan milik Telkom yang mengintegrasikan berbagai layanan, platform, infrastruktur, dan solusi AI dalam satu sistem terpadu.

Apa tujuan Telkom meluncurkan AIcosystem?

Telkom ingin mempercepat adopsi AI di Indonesia, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan membangun ekosistem AI nasional yang lebih terintegrasi.

Apa saja komponen utama AIcosystem?

Komponen utamanya meliputi Telkom AI Center of Excellence, Telkomsel AI, Neutra Compute, AI Infomedia, AI Digiserve, serta dukungan riset dari Telkom University.

Apa yang dimaksud pendekatan fullstack AI?

Pendekatan fullstack AI mencakup tiga lapisan utama, yaitu infrastruktur AI, model dan platform AI, serta solusi dan aplikasi AI.

Apakah AIcosystem mendukung Bahasa Indonesia?

Ya. Telkom mengembangkan Large Language Model (LLM) yang mendukung Bahasa Indonesia untuk memperkuat pengembangan AI yang relevan dengan kebutuhan nasional.(Tim)

Berita Terkait

Tanpa Zenfone, ASUS Fokus ke Tablet: Pad OLED 144Hz Baterai 9.000 mAh Meluncur
Huawei nova Y74 Meluncur dengan Baterai 6620mAh, Tantang Dominasi HP Tahan Lama di Kelas Entry Level
AMD Bongkar Strategi Tak Terduga di Computex 2026: Rilis Chip Lama yang Masih Laku di Pasar
Huawei P30 Kembali Diburu di 2026, Kamera Leica Masih Jadi Alasan Utama di Tengah Gempuran HP Baru
Xiaomi 17T Series Resmi Meluncur di Indonesia, Dion Wiyoko dan Sheila Dara Ikut Meriahkan
Kacamata Pintar 2026 Makin Canggih, Kini Jadi Asisten AI dan Pantau Kesehatan Pengguna
Indonesia Resmi Punya “Rumah Digital” AI, Domain .ai.id Pertegas Kedaulatan Digital
Redmi Pad 2 9,7 Resmi di Indonesia, Tablet 120Hz Baterai Jumbo 7.600 mAh Siap Saingi Kelas Rp2 Jutaan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 03:00 WIB

Telkom Bangun Ekosistem AI Nasional dari Data Center hingga LLM Indonesia

Kamis, 4 Juni 2026 - 23:00 WIB

Tanpa Zenfone, ASUS Fokus ke Tablet: Pad OLED 144Hz Baterai 9.000 mAh Meluncur

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:00 WIB

Huawei nova Y74 Meluncur dengan Baterai 6620mAh, Tantang Dominasi HP Tahan Lama di Kelas Entry Level

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:00 WIB

AMD Bongkar Strategi Tak Terduga di Computex 2026: Rilis Chip Lama yang Masih Laku di Pasar

Rabu, 3 Juni 2026 - 23:00 WIB

Huawei P30 Kembali Diburu di 2026, Kamera Leica Masih Jadi Alasan Utama di Tengah Gempuran HP Baru

Berita Terbaru