JAKARTA – Banyak wisatawan menempatkan destinasi murah sebagai prioritas utama saat merencanakan perjalanan pada 2026. Seiring dengan itu, kondisi ekonomi global ikut memengaruhi tren perjalanan. Sepanjang 2025, nilai dolar Amerika Serikat turun hampir 10 persen dan bahkan kembali melemah pada awal 2026. Akibatnya, banyak traveler mulai menghitung ulang biaya perjalanan internasional.
Namun demikian, pelemahan dolar bukan satu-satunya faktor yang menurunkan biaya wisata. Di sisi lain, sejumlah negara menawarkan pengalaman perjalanan yang lebih terjangkau. Mata uang lokal di beberapa negara turun lebih cepat. Selain itu, biaya hidup tetap rendah dan maskapai terus bersaing menekan harga tiket internasional.
Oleh karena itu, banyak wisatawan mulai melirik destinasi baru yang menawarkan liburan murah dengan pengalaman menarik. Berikut ini 16 negara dengan biaya traveling paling ramah di kantong pada 2026 menurut majalah perjalanan internasional Condé Nast Traveler.
1. Oman
Pertama, Oman menawarkan suasana Timur Tengah yang elegan sekaligus tenang. Banyak traveler menyebut negara ini sebagai gambaran Dubai dua dekade lalu, namun dengan harga jauh lebih bersahabat.
Pedagang makanan lokal menjual falafel sekitar 1 dolar AS. Sementara itu, restoran di kawasan Muttrah menawarkan hidangan seafood dengan harga sekitar 25 hingga 50 dolar AS.
Selain itu, wisatawan dapat menikmati pengalaman menginap di resor gurun eksklusif seperti The Malkai. Pemerintah Oman juga menyediakan visa elektronik dengan biaya sekitar 52 dolar AS.
2. Rumania
Selanjutnya, Rumania menghadirkan pengalaman wisata Eropa dengan biaya lebih ringan.
Wilayah Transylvania terkenal karena legenda Dracula. Namun, kawasan ini juga dikenal sebagai daerah penghasil anggur berkualitas dengan harga terjangkau.
Nilai mata uang leu turun sekitar 10 persen dalam satu tahun terakhir. Akibatnya, wisatawan dapat menikmati hotel butik, tur kebun anggur, dan desa tradisional Saxon dengan biaya lebih hemat.
3. Kirgizstan
Kemudian, Kirgizstan menarik perhatian pecinta petualangan alam.
Banyak traveler memilih kamp yurt tradisional sebagai tempat menginap. Kamp tersebut menawarkan pengalaman budaya nomaden Asia Tengah.
Pengelola kamp biasanya menyediakan paket menginap lengkap dengan sauna dan tiga kali makan. Tarifnya berkisar 80 hingga 160 dolar AS per malam. Sementara itu, restoran lokal menawarkan makan malam berkualitas dengan harga di bawah 40 dolar AS.
4. Senegal
Berikutnya, Senegal mulai menarik perhatian wisatawan internasional.
Negara Afrika Barat ini menawarkan pantai indah, musik khas, dan kuliner lokal yang murah. Sebagai contoh, penjual makanan lokal menyajikan hidangan thiéboudienne dengan harga sekitar satu dolar.
Selain itu, resor tepi laut seperti Terrou-Bi menawarkan kamar dengan harga sekitar 275 dolar AS per malam. Wisatawan juga dapat mengunjungi Pulau Gorée dan Pulau Ngor untuk menikmati sejarah serta panorama laut.
5. Laos
Selanjutnya, Laos mempertahankan reputasinya sebagai destinasi murah di Asia Tenggara.
Kota Luang Prabang menghadirkan perpaduan budaya tradisional dan arsitektur klasik. Nilai mata uang kip Laos turun lebih dari 60 persen dalam satu dekade terakhir.
Akibatnya, traveler dapat menikmati penginapan, makanan, dan berbagai aktivitas wisata dengan biaya rendah.
6. Turki
Selain itu, Turki menawarkan keuntungan besar bagi wisatawan karena nilai tukar lira terus melemah.
Sementara itu, inflasi mulai stabil. Dengan kondisi tersebut, kota seperti Istanbul dan kawasan Cappadocia menawarkan pengalaman budaya, sejarah, dan kuliner dengan harga lebih rendah dibanding beberapa tahun lalu.
7. India
Berikutnya, India kembali muncul sebagai destinasi wisata superhemat.
Pelemahan nilai rupee menurunkan biaya perjalanan di negara ini. Traveler dapat mengunjungi kuil gratis, menikmati perjalanan kereta murah, serta menyantap hidangan thali dengan harga sekitar 2 hingga 5 dolar AS.
Selain itu, layanan transportasi berbasis aplikasi juga menawarkan tarif yang sangat terjangkau.
8. Serbia
Kemudian, Serbia berkembang cepat sebagai pusat budaya di kawasan Balkan.
Ibu kota Belgrade menghadirkan museum, galeri seni, serta kehidupan malam yang dinamis. Meski popularitas kota ini meningkat, banyak hotel masih menawarkan tarif di bawah 100 dolar AS per malam.
9. Vietnam
Selain itu, Vietnam tetap menjadi destinasi favorit bagi traveler hemat.
Dengan anggaran sekitar 100 hingga 150 dolar AS per hari, wisatawan dapat menikmati hotel mewah, kuliner lezat, serta pengalaman budaya khas.
Di samping itu, kebijakan visa yang fleksibel membuat perjalanan ke negara ini semakin mudah.
10. Gambia
Selanjutnya, Gambia menawarkan pengalaman wisata unik di Afrika Barat.
Resor pantai tersedia mulai dari sekitar 50 dolar AS. Selain itu, wisatawan dapat menikmati kuliner lokal seperti benachin dan domoda dengan harga murah.
Tak hanya itu, wisatawan juga dapat mengikuti pesiar sungai untuk melihat berbagai spesies burung langka.
11. Mesir
Berikutnya, Mesir menawarkan pengalaman wisata sejarah kelas dunia.
Wisatawan dapat mengunjungi Piramida Giza dengan tiket sekitar 11 dolar AS. Kompleks Karnak dan Lembah Para Raja juga menawarkan harga tiket yang relatif terjangkau.
Penurunan nilai mata uang pound Mesir membuat biaya perjalanan di negara ini semakin murah bagi traveler internasional.
12. Albania
Selain itu, Albania semakin populer di kalangan traveler Eropa.
Maskapai bertarif rendah membuka banyak rute menuju ibu kota Tirana. Akibatnya, wisatawan dapat mengakses negara ini dengan biaya perjalanan lebih rendah.
Riviera Albania menawarkan pantai indah dengan harga 40 hingga 70 persen lebih murah dibanding Yunani atau Kroasia.
13. Georgia
Selanjutnya, Georgia dikenal sebagai salah satu pusat budaya anggur tertua di dunia.
Negara ini memiliki tradisi pembuatan wine lebih dari 8.000 tahun. Traveler dapat mengikuti tur wine di wilayah Kakheti dengan biaya sekitar 90 hingga 120 dolar AS.
Guesthouse lokal juga menawarkan jamuan makan khas dengan harga sekitar 15 hingga 30 dolar AS.
14. Sri Lanka
Kemudian, Sri Lanka kembali menarik minat wisatawan setelah krisis ekonomi beberapa tahun lalu.
Negara ini menawarkan kombinasi harga rendah dan kualitas wisata yang tinggi. Wisatawan dapat mengikuti safari di Taman Nasional Yala dengan biaya lebih murah dibanding safari di Afrika Timur.
15. Selandia Baru
Di sisi lain, melemahnya dolar Selandia Baru membuat perjalanan ke negara ini lebih terjangkau.
Maskapai penerbangan juga menambah kapasitas kursi menuju negara tersebut. Traveler yang menjelajah kawasan seperti Coromandel atau Wairarapa dapat menikmati pengalaman wisata alam dengan harga lebih bersahabat.
16. Guatemala
Terakhir, Guatemala menjadi destinasi menarik bagi traveler hemat di Amerika Tengah.
Negara ini menawarkan pemandangan Danau Atitlán, situs arkeologi Tikal, serta kuliner khas seperti pepián. Wisatawan dapat menikmati kekayaan budaya tersebut dengan biaya perjalanan yang relatif rendah.
Singkatnya, perubahan nilai tukar global membuka peluang baru bagi traveler untuk menjelajahi berbagai negara dengan biaya lebih hemat. Dengan memilih destinasi yang tepat, wisatawan dapat menikmati budaya, sejarah, dan alam tanpa mengeluarkan anggaran besar.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









