Transportasi Umum Belum Terintegrasi, Warga Daerah Terbebani Biaya Tinggi

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 20 April 2026 - 00:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Sistem transportasi umum di Indonesia belum terintegrasi secara luas. Kondisi ini masih terkonsentrasi di kota besar, sementara banyak daerah tertinggal dalam akses layanan.

Ekonom Center of Reform on Economics, Yusuf Rendy Manilet, menilai transportasi bukan sekadar layanan publik. Ia menyebut sektor ini sebagai fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi.

“Mobilitas menentukan akses kerja, pasar, dan pendidikan. Kalau transportasi lemah, pertumbuhan wilayah ikut terkunci,” ujar Yusuf, Jumat (17/4/2026).

Soroti Ketimpangan Akses

Ia menyoroti ketimpangan akses yang semakin lebar. Kota besar seperti Jakarta sudah memiliki layanan lebih terjangkau dan terhubung. Sebaliknya, masyarakat di daerah harus menanggung biaya tinggi dan waktu tempuh lebih lama.

Kondisi ini langsung menekan ekonomi rumah tangga. Biaya transportasi meningkat, partisipasi kerja menurun, dan akses pendidikan ikut terganggu. Dalam jangka panjang, situasi ini bisa melemahkan kualitas sumber daya manusia.

Baca Juga :  Sekda Sungai Penuh Soroti Tata Kelola Pasar Tanjung Bajure, Dorong Perubahan Sistem Pengelolaan

Yusuf juga mengkritik kebijakan pemerintah yang belum sinkron. Pemerintah pusat memberi mandat ke daerah untuk menyediakan transportasi publik. Namun, daerah tidak mendapat dukungan fiskal yang cukup.

Akibatnya, sejumlah layanan angkutan berhenti beroperasi saat subsidi pusat berakhir. Hal ini menunjukkan sistem pembiayaan belum kuat untuk jangka panjang.

Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia, Haris Muhammadun, ikut menyoroti isu transportasi gratis. Ia meminta pemerintah fokus pada keterjangkauan dan keberlanjutan layanan.

Ia mencatat pengeluaran transportasi masyarakat masih tinggi, yakni sekitar 16% hingga 24% dari total pengeluaran rumah tangga. Idealnya, angka itu turun hingga maksimal 10%.

Baca Juga :  AHY: Infrastruktur Harus Buka Peluang dan Sambungkan Harapan

“Transportasi harus tersedia dan terjangkau. Jangan sampai masyarakat tidak punya pilihan,” tegas Haris.

Ia juga menyoroti minimnya komitmen daerah. Saat ini, hanya sekitar 42 dari 514 pemerintah daerah yang mengalokasikan anggaran untuk pengembangan transportasi umum modern.

Dominasi kendaraan pribadi, terutama sepeda motor, ikut memperparah kondisi. Ketergantungan ini meningkatkan konsumsi energi dan beban subsidi bahan bakar.

Haris mendorong pemerintah mempercepat elektrifikasi transportasi publik. Ia juga meminta kebijakan transportasi terintegrasi dengan program sosial seperti Makan Bergizi Gratis.

Menurutnya, langkah ini bisa menekan kemiskinan sekaligus meningkatkan mobilitas masyarakat, terutama di wilayah perdesaan.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Dari Stan AOE 2026, Yulian Efi Pacu Produk Solok Selatan Buru Pasar Nasional
SIMPEDA Nasional 2026 Guncang Bengkulu, Ungu Bikin Malam Puncak Makin Spektakuler
Mian Buka Suara soal Masa Depan BPD: Bank Bengkulu Diminta Tancap Gas Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
Bingung Urus OSS-RBA? BESAN ALIA DPMPTSP Dharmasraya Siap Bantu Pelaku Usaha
PEKA Bengkulu Buka Jalan Baru bagi Penerima Manfaat, Usaha Keluarga Didorong Makin Mandiri
Bupati Annisa Bongkar Beban Fiskal Dharmasraya, Tambahan TKD 2027 Jadi Harapan
Ojol Bisa Punya Motor Listrik Tanpa DP, Bunga Cicilan Ikut Dipangkas Prabowo
Sawit Tua Mulai Ditebang, Harapan Baru Petani Dharmasraya Tumbuh dari PSR Tahap III
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:14 WIB

Dari Stan AOE 2026, Yulian Efi Pacu Produk Solok Selatan Buru Pasar Nasional

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:17 WIB

SIMPEDA Nasional 2026 Guncang Bengkulu, Ungu Bikin Malam Puncak Makin Spektakuler

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:47 WIB

Mian Buka Suara soal Masa Depan BPD: Bank Bengkulu Diminta Tancap Gas Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Bingung Urus OSS-RBA? BESAN ALIA DPMPTSP Dharmasraya Siap Bantu Pelaku Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:58 WIB

PEKA Bengkulu Buka Jalan Baru bagi Penerima Manfaat, Usaha Keluarga Didorong Makin Mandiri

Berita Terbaru