Bahlil Bongkar Kejanggalan Batu Bara PLN, Baru Juni Stok Sudah Menipis hingga Tinggal 13 Juta Ton

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 26 Juni 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Gangguan listrik yang sempat terjadi di sejumlah wilayah Pulau Jawa mendorong pemerintah meninjau ulang pengelolaan pasokan energi nasional. Dalam evaluasi tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menemukan fakta yang membuatnya terkejut.

Di tengah kebutuhan batu bara yang sangat besar untuk pembangkit listrik, cadangan yang tersedia di lingkungan PT PLN (Persero) justru menipis sejak pertengahan tahun. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar tentang efektivitas pengelolaan pasokan energi.

Karena itu, Bahlil segera meminta penjelasan dari jajaran PLN. Ia ingin mengetahui penyebab utama penyusutan stok sekaligus memastikan pasokan listrik tetap aman hingga akhir tahun.

Kebutuhan Batu Bara PLN Sangat Besar

Bahlil menjelaskan bahwa PLN membutuhkan sekitar 154 juta metrik ton batu bara setiap tahun untuk mengoperasikan pembangkit listrik.

Sementara itu, pemerintah telah menyiapkan pasokan melalui skema Domestic Market Obligation (DMO). Melalui kebijakan tersebut, PLN berpeluang memperoleh pasokan hingga 180 juta sampai 190 juta metrik ton batu bara dari perusahaan tambang.

Menurut Bahlil, jumlah tersebut seharusnya mampu memenuhi kebutuhan pembangkit listrik nasional.

Realisasi Pasokan Sudah Mencapai 141 Juta Ton

Hingga akhir Juni 2026, PLN telah mengamankan pasokan batu bara dalam jumlah besar. Bahkan, realisasi pengiriman terus bertambah dalam beberapa pekan terakhir.

“Sudah menyatakan kesediaannya itu 160 juta sampai 170 juta ton, yang sudah dikontrak oleh PLN, sudah kontrak itu 134 juta metrik ton. Terakhir, 3 hari lalu sudah mencapai 141 juta metrik ton,” ujar Bahlil dalam CNBC Energy Forum 2026 di Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Selain itu, pemasok masih akan mengirim sisa batu bara sesuai kontrak yang telah berjalan.

Bahlil Pertanyakan Stok yang Cepat Menyusut

Namun, angka pasokan tersebut justru memunculkan tanda tanya baru. Bahlil menilai konsumsi batu bara berlangsung terlalu cepat jika dibandingkan dengan kebutuhan tahunan PLN.

Dari kebutuhan sekitar 154 juta ton per tahun, PLN telah menerima 141 juta ton hingga Juni 2026. Artinya, selisih antara kebutuhan tahunan dan pasokan yang sudah masuk hanya tersisa sekitar 13 juta ton.

Baca Juga :  Darurat Siber! Indonesia Diserang 40 Ribu Hacker Setiap Hari

Karena itu, Bahlil mempertanyakan kondisi tersebut secara terbuka.

“Artinya ini dari 1 Januari sampai dengan bulan Juni, dari 154 juta kurang 141 juta, itu kan berarti tinggal 13 juta. Masa batu bara habis di bulan enam? Ini ilmu Abuleke apa lagi? Ya ini aku jujur-jujur saja nih, berarti kan ada sesuatu,” katanya.

Menurutnya, angka tersebut menunjukkan adanya persoalan yang perlu segera dicari akar masalahnya.

Pemerintah Lakukan Pemeriksaan Mendalam

Selanjutnya, Kementerian ESDM melakukan pemeriksaan terhadap data pasokan dan konsumsi batu bara PLN.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa persoalan utama bukan berasal dari volume pasokan. Sebaliknya, kualitas batu bara menjadi faktor yang paling memengaruhi tingkat konsumsi.

Temuan ini kemudian menjelaskan mengapa penggunaan batu bara meningkat lebih cepat dari perkiraan.

Kualitas Batu Bara Jadi Sorotan

Bahlil mengungkapkan bahwa sebagian batu bara memiliki nilai kalori yang lebih rendah dibanding kebutuhan pembangkit.

Akibatnya, operator pembangkit harus menggunakan batu bara dalam jumlah lebih besar untuk menghasilkan listrik dengan kapasitas yang sama.

Karena konsumsi meningkat, stok batu bara pun menyusut lebih cepat.

Menurut Bahlil, PLN membutuhkan batu bara dengan kalori di atas 5.000 agar proses pencampuran berjalan optimal dan efisiensi pembangkit tetap terjaga.

“Ternyata kita cek ada medium batu bara yang kalorinya di atas 5.000 untuk campur. Inilah yang dibutuhkan. Nah kalau pemerintah memberikan DMO teknisnya kan kamu (PLN), perusahaan gitu loh. Jangan air sudah di batang leher baru teriak,” tegasnya.

PLN Diminta Lebih Cepat Mengantisipasi Risiko

Selain mengkritisi kualitas pasokan, Bahlil juga meminta PLN memperkuat sistem mitigasi risiko.

Menurutnya, perusahaan harus mampu mendeteksi potensi gangguan jauh sebelum masalah berkembang menjadi krisis.

Dengan langkah tersebut, PLN dapat mengambil keputusan lebih cepat dan menjaga keandalan pasokan listrik.

Sebaliknya, perusahaan tidak boleh menunggu hingga kondisi memburuk baru melaporkan persoalan kepada pemerintah.

Baca Juga :  Indonesia Tegaskan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Bahlil Turun Langsung Mengawal Solusi

Untuk mempercepat penyelesaian masalah, Bahlil mengaku ikut mengawasi proses penanganan pasokan batu bara dalam beberapa pekan terakhir.

Ia bahkan menyebut dirinya terlibat langsung dalam koordinasi berbagai langkah yang berkaitan dengan kebutuhan pembangkit PLN.

“Nah makanya saya dua minggu terakhir ini sudah jadi project manager PLN,” tandasnya.

Pasokan Listrik Harus Tetap Aman

Kini pemerintah terus memantau pengadaan batu bara untuk memastikan seluruh pembangkit memperoleh pasokan yang cukup.

Selain itu, pemerintah mendorong PLN memperbaiki perencanaan kebutuhan batu bara, meningkatkan pengawasan kualitas pasokan, dan memperkuat sistem peringatan dini.

Melalui langkah tersebut, pemerintah berharap sistem kelistrikan nasional tetap andal dan masyarakat terhindar dari risiko pemadaman bergilir.

FAQ

Mengapa Bahlil menyoroti stok batu bara PLN?

Karena pasokan batu bara yang masuk ke PLN telah mencapai 141 juta ton pada Juni 2026, sementara kebutuhan tahunan sekitar 154 juta ton.

Berapa kebutuhan batu bara PLN setiap tahun?

PLN membutuhkan sekitar 154 juta metrik ton batu bara untuk mengoperasikan pembangkit listrik sepanjang tahun.

Apa penyebab stok batu bara cepat menipis?

Kualitas sebagian batu bara berada di bawah kebutuhan pembangkit. Akibatnya, pembangkit mengonsumsi batu bara lebih banyak untuk menghasilkan listrik.

Apa yang dimaksud DMO batu bara?

DMO atau Domestic Market Obligation merupakan kewajiban perusahaan tambang untuk memasok sebagian produksinya ke pasar domestik, termasuk PLN.

Berapa pasokan batu bara yang sudah diterima PLN?

Menurut data yang disampaikan Bahlil, PLN telah menerima sekitar 141 juta metrik ton batu bara hingga Juni 2026.

Apa langkah yang dilakukan pemerintah?

Pemerintah mengevaluasi pengelolaan pasokan batu bara, memantau kualitas bahan bakar, serta mendorong PLN memperkuat mitigasi risiko.

Apakah pasokan listrik nasional masih aman?

Pemerintah memastikan pasokan listrik tetap aman sambil terus mengawasi pengadaan batu bara dan operasional pembangkit listrik.(Tim)

Berita Terkait

Pertamina Jamin Pasokan BBM untuk Koperasi Nelayan Merah Putih, Ekonomi Pesisir Siap Melaju Lebih Kencang
Babak Baru Kasus Korupsi Langkat, KPK Tetapkan Bupati Syah Afandin Tersangka, Dugaan Gratifikasi Rp3,5 Miliar Ikut Terungkap
Skandal MBG Kian Terkuak, Brigjen LMI Jadi Tersangka, Peran Kolonel BU dalam Proyek Rp1,03 Triliun Ikut Disorot
Terbongkar! 833 Pendamping PKH Rangkap Kerja, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Capai Rp7,9 Miliar
PermenPANRB Nomor 9 Tahun 2026 Buka Peluang PPPK Paruh Waktu Naik Status, Ini Syaratnya
Nasib Bupati Langkat Syah Afandin Ditentukan Hari Ini, KPK Dalami Dugaan Suap Proyek dan Aliran Uang
Koperasi Siap Kuasai Bisnis Sawit dari Hulu ke Hilir, Pemerintah Bidik Produksi CPO hingga Minyak Goreng
SMA Taruna Nusantara Cari 60 Pamong Baru, Rekrutmen P3 2026 Dibuka hingga 9 Juli, Cek Syarat Lengkapnya
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 18:00 WIB

Pertamina Jamin Pasokan BBM untuk Koperasi Nelayan Merah Putih, Ekonomi Pesisir Siap Melaju Lebih Kencang

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:00 WIB

Babak Baru Kasus Korupsi Langkat, KPK Tetapkan Bupati Syah Afandin Tersangka, Dugaan Gratifikasi Rp3,5 Miliar Ikut Terungkap

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:00 WIB

Skandal MBG Kian Terkuak, Brigjen LMI Jadi Tersangka, Peran Kolonel BU dalam Proyek Rp1,03 Triliun Ikut Disorot

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:00 WIB

Terbongkar! 833 Pendamping PKH Rangkap Kerja, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Capai Rp7,9 Miliar

Jumat, 3 Juli 2026 - 19:00 WIB

PermenPANRB Nomor 9 Tahun 2026 Buka Peluang PPPK Paruh Waktu Naik Status, Ini Syaratnya

Berita Terbaru