Darurat Siber! Indonesia Diserang 40 Ribu Hacker Setiap Hari

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 4 Maret 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Gelombang serangan siber di Indonesia meningkat tajam sepanjang 2025. Selain itu, perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) ikut mempercepat munculnya ancaman digital yang semakin kompleks.

Laporan keamanan tahunan dari Kaspersky menunjukkan angka serangan yang sangat tinggi. Sepanjang 2025, sistem keamanan perusahaan itu mendeteksi dan memblokir 14.909.665 serangan berbasis web di Indonesia. Dengan kata lain, pelaku kejahatan siber melancarkan sekitar 40.848 percobaan serangan setiap hari.

Ancaman Online Masih Tinggi

Sementara itu, risiko ancaman digital terhadap pengguna internet di Indonesia tetap besar. Sepanjang Januari hingga Desember 2025, sekitar 22,4% pengguna internet Indonesia mengalami ancaman online saat mengakses internet.

Di tingkat global, kondisi tersebut menempatkan Indonesia pada peringkat ke-84 dunia dalam kategori risiko keamanan saat berselancar di internet.

Pelaku kejahatan siber paling sering menjalankan serangan melalui peramban internet (browser). Mereka memanfaatkan celah keamanan pada browser maupun plug-in. Teknik drive-by download sering membantu pelaku memasukkan malware ke perangkat korban.

Baca Juga :  Peserta PBI BPJS Nonaktif Tetap Bisa Berobat, DPR dan Pemerintah Sepakat

Selain itu, pelaku juga menggunakan rekayasa sosial (social engineering). Melalui cara ini, mereka mengelabui pengguna agar menyerahkan akses atau data penting.

AI Jadi Pedang Bermata Dua

Pada saat yang sama, Indonesia terus meningkatkan kesiapan dalam pemanfaatan teknologi AI. Data dari Oxford Insights mencatat tingkat kesiapan nasional dalam penggunaan AI mencapai 65,85%. Pemerintah dan pengelola data memanfaatkan teknologi ini secara luas.

General Manager kawasan ASEAN dan AEC di Kaspersky, Simon Tung, menilai setiap organisasi harus menempatkan keamanan siber sebagai bagian utama dalam penerapan AI.

Menurutnya, organisasi perlu membangun tim operasi keamanan yang kuat. Tim tersebut harus memantau ancaman secara real-time. Selain itu, tim juga harus merespons setiap serangan dengan cepat dan terukur.

Ia juga menekankan pentingnya kebijakan serta regulasi perlindungan data. Aturan yang jelas akan menjaga hak sekaligus keamanan pengguna.

Baca Juga :  IIMS 2026: Pameran Mobil, Konser, dan VIP Experience

Ancaman Siber Diprediksi Makin Canggih

Ke depan, Simon Tung memprediksi peningkatan kompleksitas serangan siber pada 2026. AI memang membantu tim keamanan mendeteksi ancaman lebih cepat. Namun, penyerang juga memanfaatkan teknologi yang sama untuk memperkuat serangan.

Dengan bantuan AI, pelaku kejahatan siber dapat:

memetakan infrastruktur digital target secara lebih rinci,

merancang serangan dengan tingkat presisi lebih tinggi,

bahkan membuat konten berbahaya yang terlihat meyakinkan.

Cara Mengurangi Risiko Serangan Siber

Karena itu, masyarakat dan pelaku usaha perlu meningkatkan kewaspadaan digital. Untuk memperkuat perlindungan, Kaspersky menyarankan beberapa langkah penting.

Pertama, masyarakat harus menghindari unduhan aplikasi dari sumber yang tidak tepercaya. Kedua, pengguna perlu menjauhi tautan mencurigakan. Selain itu, pengguna harus memasang solusi keamanan digital yang andal.

Langkah-langkah tersebut dapat menekan risiko serangan siber bagi pengguna individu maupun organisasi di Indonesia.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Babak Baru Kasus Korupsi Langkat, KPK Tetapkan Bupati Syah Afandin Tersangka, Dugaan Gratifikasi Rp3,5 Miliar Ikut Terungkap
Skandal MBG Kian Terkuak, Brigjen LMI Jadi Tersangka, Peran Kolonel BU dalam Proyek Rp1,03 Triliun Ikut Disorot
Terbongkar! 833 Pendamping PKH Rangkap Kerja, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Capai Rp7,9 Miliar
PermenPANRB Nomor 9 Tahun 2026 Buka Peluang PPPK Paruh Waktu Naik Status, Ini Syaratnya
Nasib Bupati Langkat Syah Afandin Ditentukan Hari Ini, KPK Dalami Dugaan Suap Proyek dan Aliran Uang
Koperasi Siap Kuasai Bisnis Sawit dari Hulu ke Hilir, Pemerintah Bidik Produksi CPO hingga Minyak Goreng
SMA Taruna Nusantara Cari 60 Pamong Baru, Rekrutmen P3 2026 Dibuka hingga 9 Juli, Cek Syarat Lengkapnya
Perpres KopDes Merah Putih Dikebut, Pengamat Ungkap Tantangan Terbesar Justru Bukan Soal Regulasi
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:00 WIB

Babak Baru Kasus Korupsi Langkat, KPK Tetapkan Bupati Syah Afandin Tersangka, Dugaan Gratifikasi Rp3,5 Miliar Ikut Terungkap

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:00 WIB

Terbongkar! 833 Pendamping PKH Rangkap Kerja, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Capai Rp7,9 Miliar

Jumat, 3 Juli 2026 - 19:00 WIB

PermenPANRB Nomor 9 Tahun 2026 Buka Peluang PPPK Paruh Waktu Naik Status, Ini Syaratnya

Jumat, 3 Juli 2026 - 18:00 WIB

Nasib Bupati Langkat Syah Afandin Ditentukan Hari Ini, KPK Dalami Dugaan Suap Proyek dan Aliran Uang

Jumat, 3 Juli 2026 - 17:00 WIB

Koperasi Siap Kuasai Bisnis Sawit dari Hulu ke Hilir, Pemerintah Bidik Produksi CPO hingga Minyak Goreng

Berita Terbaru