Serangga Penyerbuk Afrika Dongkrak Sawit RI, Produksi Naik hingga 15 Persen

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 29 April 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Industri kelapa sawit Indonesia mulai memanfaatkan serangga penyerbuk asal Afrika untuk meningkatkan produktivitas kebun. Program ini menunjukkan hasil awal yang menjanjikan, dengan kenaikan produksi tandan buah segar (TBS) hingga 10–15 persen hanya dalam waktu sekitar enam bulan.

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mendorong inovasi ini sebagai bagian dari strategi memperkuat daya saing sawit nasional di pasar global.

Serangga dari Tanzania Jadi Andalan Baru

Ketua Umum Gapki Eddy Martono menjelaskan, pihaknya membawa serangga penyerbuk dari Tanzania untuk membantu proses penyerbukan tanaman sawit di Indonesia. Ia menyebut serangga tersebut mampu memperbaiki kualitas pembentukan buah sawit sehingga hasil panen meningkat.

Eddy menegaskan program ini tidak hanya berhenti pada Tanzania. Ia mengatakan Gapki juga mulai mengembangkan kerja sama dengan Zambia untuk memperluas sumber daya genetik dan memperkuat inovasi di sektor hulu sawit.

Produksi Sawit Naik Lebih Cepat

Gapki mencatat dampak penggunaan serangga penyerbuk terlihat cukup cepat. Dalam kurun waktu sekitar enam bulan, kebun sawit yang memakai metode ini mengalami peningkatan hasil panen antara 10 hingga 15 persen.

Baca Juga :  TLDN Ngebut 2026: Produksi CPO Digenjot, Akuisisi Jadi Senjata Baru

Eddy menjelaskan, serangga tersebut membantu proses penyerbukan berjalan lebih optimal. Kondisi itu membuat pembentukan buah sawit berlangsung lebih sempurna sehingga jumlah TBS meningkat.

Selain itu, Gapki juga mengembangkan pendekatan lain berbasis sumber daya genetik. Eddy menyebut teknologi ini berpotensi melipatgandakan produksi dibandingkan kondisi normal.

Ia menyampaikan bahwa produksi TBS yang sebelumnya berada di kisaran 24 ton per hektare per tahun bisa meningkat hingga dua kali lipat dengan penerapan teknologi genetik baru.

Pelepasan Masih Terbatas di Anggota Gapki

Saat ini Gapki masih membatasi penggunaan serangga penyerbuk pada anggota konsorsium. Organisasi tersebut belum melepasnya secara luas ke petani umum.

Eddy menjelaskan, pihaknya ingin memastikan efektivitas program berjalan stabil sebelum memperluas distribusi. Setelah tahap uji coba selesai, Gapki akan membuka akses lebih luas kepada masyarakat perkebunan sawit.

Baca Juga :  Pemerintah Ancam Cabut Izin PKS Nakal, 139 Perusahaan Disorot Beli TBS di Bawah Harga Acuan

Rencana Peresmian di Medan

Gapki juga menyiapkan rencana pelepasan resmi serangga penyerbuk dan sumber daya genetik baru. Organisasi itu menargetkan acara peresmian berlangsung di Medan, Sumatra Utara, setelah periode Lebaran.

Eddy menyebut pihaknya sudah berkomunikasi dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman terkait program ini. Ia berharap pemerintah dapat hadir dalam peluncuran sebagai bentuk dukungan terhadap inovasi sektor pertanian.

Dorong Pertanian Sawit Lebih Produktif

Gapki menilai inovasi ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan produktivitas sawit nasional tanpa perlu memperluas lahan secara besar-besaran. Dengan cara ini, industri sawit bisa meningkatkan hasil panen sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Eddy menegaskan bahwa penguatan teknologi, baik melalui serangga penyerbuk maupun rekayasa genetik, menjadi kunci utama untuk menjaga daya saing sawit Indonesia di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Iran Bersiap Masuk Era Baru, Investasi Rp5.310 Triliun Mengalir Usai Kesepakatan Damai dengan AS
Petani Sawit Wajib Cek, Harga TBS di Dharmasraya Hari Ini Ada yang Tembus Rp3.684 per Kg
Tarif AS Jadi Ujian Baru Industri Indonesia, Apindo Bongkar Strategi Agar Ekspor Tetap Kuat
Target Ekonomi 8 Persen Bukan Sekadar Wacana, Pemerintah Kejar Investasi Rp13.032 Triliun hingga 2029
B50 Siap Meluncur Juli 2026, Hasil Uji Coba Lebih Baik dari B40
Koperasi Desa Merah Putih Bisa Bayar Pajak 0,5 Persen, Ini Syarat Lengkap yang Wajib Dipenuhi
Indonesia Siapkan CNG 3 Kg Gantikan LPG, Hemat Subsidi hingga 40% dan Energi Lebih Mandiri
Pertamax Tembus Rp16.250, Pemerintah Kunci Akses Pertalite Lewat QR Code untuk Cegah Lonjakan Pengguna
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:00 WIB

Iran Bersiap Masuk Era Baru, Investasi Rp5.310 Triliun Mengalir Usai Kesepakatan Damai dengan AS

Rabu, 17 Juni 2026 - 20:00 WIB

Petani Sawit Wajib Cek, Harga TBS di Dharmasraya Hari Ini Ada yang Tembus Rp3.684 per Kg

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:00 WIB

Tarif AS Jadi Ujian Baru Industri Indonesia, Apindo Bongkar Strategi Agar Ekspor Tetap Kuat

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:00 WIB

Target Ekonomi 8 Persen Bukan Sekadar Wacana, Pemerintah Kejar Investasi Rp13.032 Triliun hingga 2029

Senin, 15 Juni 2026 - 22:19 WIB

B50 Siap Meluncur Juli 2026, Hasil Uji Coba Lebih Baik dari B40

Berita Terbaru