JAKARTA – Hashim Djojohadikusumo dan Arsari Group Jalankan FID untuk Mendukung Produksi Gas Nasional
Proyek Lapangan Gas Mako di Wilayah Kerja (WK) Duyung, lepas pantai Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, memasuki tahap final investment decision (FID). Dengan langkah ini, West Natuna Exploration Limited (WNEL) bekerja sama dengan PT Nations Natuna Barat dari Arsari Group mulai menjalankan fase implementasi proyek.
Sinergi Pemerintah dan Investor
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menekankan bahwa pengalaman Hashim Djojohadikusumo di sektor migas dan dukungan pembiayaan dari BNI memperkuat struktur proyek. Selain itu, langkah ini memastikan pengembangan Lapangan Gas Mako berjalan lancar hingga fase produksi pertama.
“Keputusan investasi ini menunjukkan komitmen pemerintah dan kontraktor untuk mempercepat pengembangan lapangan gas. Dengan demikian, kami optimistis proyek ini memberi kontribusi signifikan pada produksi gas nasional sekaligus mendukung kebutuhan energi dalam negeri,” ujar Djoko, Selasa (3/3/2026).
Gas Sales Agreement Jamin Penyerapan Produksi
Sebagai bagian dari strategi komersialisasi, WNEL menandatangani gas sales agreement (GSA) dengan PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) sebagai offtaker. Kesepakatan ini memastikan proyek layak secara finansial dan produksi gas terserap untuk kebutuhan pembangkit listrik nasional.
Djoko menegaskan, pihaknya terus mengawasi pelaksanaan proyek agar sesuai rencana, tepat waktu, tepat biaya, serta menjaga keselamatan kerja dan kepatuhan regulasi. Dengan kata lain, tim proyek bekerja profesional untuk mencapai target.
Fase Implementasi dan Target Produksi
Proyek Gas Mako memasuki fase utama setelah Pre-FID pada 2025, dengan target first gas pada kuartal IV 2027. Tim proyek menangani engineering, procurement, konstruksi, pengeboran, instalasi offshore, serta commissioning dan startup. Oleh karena itu, proyek ini mendukung kebutuhan energi nasional secara optimal.
Dukungan Arsari Group dan Hashim Djojohadikusumo
CEO Arsari Group, Hashim Djojohadikusumo, menyatakan keterlibatan pihaknya menunjukkan komitmen jangka panjang pada ketahanan energi Indonesia. Ia menambahkan, pengalaman dan dukungan pembiayaan yang solid membuatnya yakin tim proyek menjalankan setiap tahap profesional, tepat waktu, dan memberi kontribusi nyata bagi penerimaan negara serta ketahanan energi.
Dengan demikian, Gas Mako menjadi tonggak penting memperkuat ketahanan energi nasional.
Dampak Proyek bagi Ketahanan Energi
Selain itu, pengembangan Lapangan Gas Mako meningkatkan ketersediaan gas nasional untuk pembangkit listrik, mendukung stabilitas energi, dan memperkuat ekonomi lokal di Kepulauan Riau. Keberhasilan proyek ini mencerminkan sinergi efektif antara pemerintah, kontraktor, dan investor swasta.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









