Jambi Bikin Kejutan Energi, Sumur Minyak Rakyat Kini Hasilkan Ribuan Barel dan Gerakkan Ekonomi Warga

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI – Aktivitas sumur minyak rakyat di Jambi mulai menunjukkan perkembangan besar. Produksi minyak yang dikelola masyarakat bersama badan usaha lokal kini menembus ribuan barel per hari dan membuka peluang ekonomi baru bagi daerah penghasil migas.

Peningkatan produksi tersebut memperlihatkan perubahan besar dalam tata kelola sumur minyak rakyat. Jika sebelumnya aktivitas pengeboran identik dengan pengelolaan tradisional dan minim pengawasan, kini pelaku usaha lokal mulai menerapkan sistem produksi yang lebih tertata, aman, dan produktif.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengungkapkan bahwa produksi minyak dari sumur masyarakat di Jambi terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Salah satu capaian terbesar datang dari PT Batanghari Sinar Energi yang berhasil mengirim minyak hingga 2.724 barel oil per day (BOPD).

Angka tersebut menjadi sinyal kuat bahwa sektor migas berbasis masyarakat mulai berkembang menjadi sumber ekonomi baru di daerah.

Produksi Minyak Masyarakat Terus Naik

Menurut Djoko, peningkatan produksi tidak terjadi secara tiba-tiba. Pengelola sumur rakyat mulai memperbaiki sistem operasional, memperluas fasilitas penampungan, dan meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak agar distribusi minyak berjalan lebih lancar.

Saat ini, perusahaan juga membangun tambahan kontainer portabel untuk menampung produksi minyak yang terus bertambah setiap hari. Langkah itu dilakukan agar kapasitas penyimpanan mampu mengimbangi kenaikan produksi masyarakat.

Djoko menegaskan SKK Migas akan terus mendorong peningkatan produksi selama pelaku usaha menjalankan aktivitas sesuai aturan dan standar keselamatan kerja.

“Produksi masih bisa meningkat. Penambahan fasilitas penampungan sedang dilakukan agar hasil produksi masyarakat lebih optimal,” ujarnya.

Selain Jambi, geliat produksi minyak rakyat juga mulai terlihat di sejumlah wilayah lain. Di Sumatera Selatan dan Jawa Tengah, produksi minyak yang dikelola melalui kerja sama BUMD, koperasi, dan UMKM bahkan sudah menembus rata-rata lebih dari 300 BOPD.

Baca Juga :  Polda Jambi Apresiasi Insan Pers Jelang Hari Pers Nasional 2026

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa sumur minyak masyarakat mulai memberikan kontribusi nyata terhadap sektor energi nasional, terutama di daerah yang memiliki potensi migas lama.

Regulasi Baru Dorong Keterlibatan UMKM

Peningkatan aktivitas produksi minyak rakyat tidak lepas dari hadirnya regulasi baru pemerintah. Melalui Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2025, pemerintah membuka ruang lebih luas bagi masyarakat, koperasi, dan badan usaha lokal untuk ikut terlibat dalam aktivitas produksi minyak.

Aturan itu sekaligus memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha lokal agar mereka dapat menjalankan aktivitas produksi secara lebih tertib dan terarah.

Dengan regulasi baru tersebut, pemerintah ingin mengurangi praktik pengeboran ilegal sekaligus mendorong pengelolaan sumur rakyat menjadi lebih profesional.

Selain memperkuat legalitas, regulasi itu juga memberi peluang besar bagi daerah penghasil minyak untuk meningkatkan perputaran ekonomi lokal. Pendapatan dari aktivitas produksi kini mulai dirasakan langsung oleh koperasi, BUMD, hingga UMKM yang terlibat di lapangan.

SKK Migas menyebut pelaku usaha lokal bahkan mampu meraih pendapatan hingga puluhan ribu dolar Amerika Serikat per hari dari aktivitas produksi minyak rakyat.

Keselamatan Kerja Mulai Diperketat

Di tengah peningkatan produksi, SKK Migas juga mendorong perbaikan standar keselamatan kerja di area sumur masyarakat. Para pekerja kini mulai menggunakan alat pelindung diri (APD) secara lebih disiplin.

Selain itu, pengelola sumur juga mulai membangun tanggul semen di sekitar lokasi produksi untuk mencegah pencemaran minyak ke lingkungan sekitar. Mereka turut memasang rambu-rambu keselamatan kerja guna mengurangi risiko kecelakaan di area operasional.

Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam upaya menciptakan aktivitas produksi minyak rakyat yang aman dan berkelanjutan.

SKK Migas menilai perbaikan tata kelola dan pengawasan lapangan harus berjalan seiring dengan peningkatan produksi. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya memperoleh keuntungan ekonomi, tetapi juga menjaga lingkungan tetap aman.

Baca Juga :  Seleksi Direktur Akamigas Resmi Dibuka, Daftar Sebelum 11 Mei

Sumur Rakyat Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Keberhasilan produksi minyak rakyat di Jambi mulai memberikan dampak ekonomi yang luas. Aktivitas pengeboran dan distribusi minyak membuka peluang kerja baru bagi masyarakat sekitar, mulai dari tenaga operasional, transportasi, hingga sektor pendukung lainnya.

Perputaran uang di wilayah penghasil migas juga meningkat karena aktivitas produksi berlangsung setiap hari. Banyak pelaku usaha kecil ikut memperoleh manfaat dari kebutuhan logistik, konsumsi pekerja, hingga jasa transportasi.

Jika tren produksi terus meningkat, sektor migas rakyat diperkirakan dapat menjadi salah satu motor penggerak ekonomi baru di daerah.

SKK Migas optimistis produksi minyak masyarakat masih memiliki peluang tumbuh lebih besar dalam beberapa tahun ke depan, terutama jika dukungan infrastruktur dan regulasi berjalan konsisten.

FAQ

Berapa produksi minyak rakyat di Jambi saat ini?

Produksi minyak rakyat di Jambi mencapai sekitar 2.724 barel oil per day (BOPD) dari pengelolaan bersama badan usaha lokal dan masyarakat.

Siapa yang mengelola produksi minyak tersebut?

Salah satu pengelola utama berasal dari PT Batanghari Sinar Energi bersama masyarakat dan pelaku usaha lokal.

Apa dampak ekonomi dari produksi minyak rakyat?

Aktivitas produksi membuka lapangan kerja baru dan menghasilkan pendapatan besar bagi koperasi, UMKM, serta BUMD di daerah penghasil minyak.

Apa dasar aturan pengelolaan sumur rakyat?

Pemerintah menggunakan Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2025 untuk memperluas keterlibatan masyarakat dalam aktivitas produksi minyak secara legal dan tertata.

Apa langkah yang dilakukan untuk menjaga keselamatan kerja?

Pengelola mulai menerapkan penggunaan APD, memasang rambu keselamatan, dan membangun tanggul semen untuk mencegah pencemaran lingkungan.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Jejak Jaringan Peretas Bank Jambi Terungkap, Tiga Orang Ditangkap
Wagub Vasko Satukan Tiga Daerah, Sumbar Gaspol Perjuangkan Kawasan SSD Masuk Proyek Strategis Nasional
Dana Desa Jambi 2026 Dipangkas Besar-Besaran, Pembangunan Desa Terancam, Ini Rincian Anggaran Tiap Kabupaten
Polemik Pemira FKIP UNJA 2026, Chat WA Pimpinan Fakultas Picu Tudingan Tak Netral dan Desakan Evaluasi
10 dari 11 Kabupaten dan Kota di Jambi Kantongi BOS Kinerja Prestasi 2026, Ini Daftarnya
Rektor Helmi Lantik Pejabat Baru Unja Periode 2026–2030
SMK Negeri 1 Sungai Penuh Buka PPDB 2026, Siswa Baru Dapat 3 Stel Seragam Gratis
Wako Alfin Kaget Lihat Kondisi Puskesmas Tanah Kampung, Debu hingga Sandal Pegawai Jadi Sorotan
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:19 WIB

Jejak Jaringan Peretas Bank Jambi Terungkap, Tiga Orang Ditangkap

Selasa, 7 Juli 2026 - 08:00 WIB

Wagub Vasko Satukan Tiga Daerah, Sumbar Gaspol Perjuangkan Kawasan SSD Masuk Proyek Strategis Nasional

Senin, 6 Juli 2026 - 16:59 WIB

Dana Desa Jambi 2026 Dipangkas Besar-Besaran, Pembangunan Desa Terancam, Ini Rincian Anggaran Tiap Kabupaten

Rabu, 1 Juli 2026 - 19:30 WIB

Polemik Pemira FKIP UNJA 2026, Chat WA Pimpinan Fakultas Picu Tudingan Tak Netral dan Desakan Evaluasi

Senin, 29 Juni 2026 - 13:00 WIB

10 dari 11 Kabupaten dan Kota di Jambi Kantongi BOS Kinerja Prestasi 2026, Ini Daftarnya

Berita Terbaru