MUARO JAMBI – Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi mengakhiri rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026 dengan cara yang berbeda. Selain mengenalkan lingkungan sekolah, pemerintah juga mengajak ribuan siswa SD dan SMP memahami nilai budaya lokal melalui tradisi Makan Bernampan Duduk Besilo (MBDB).
Wakil Bupati Muaro Jambi Junaidi H. Mahir memimpin penutupan MPLS serentak tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Muaro Jambi pada Sabtu, 18 Juli 2026. SD Negeri 105/IX Danau Lamo, Kecamatan Maro Sebo, menjadi pusat kegiatan, sedangkan seluruh sekolah mengikuti acara secara daring melalui Zoom Meeting.
Selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026, seluruh satuan pendidikan menjalankan MPLS dengan mengusung tema Interaksi Kearifan Lokal “Makan Bernampan Duduk Besilo”. Pemerintah daerah memilih tema tersebut untuk memperkuat pendidikan karakter sekaligus menumbuhkan kecintaan siswa terhadap budaya Jambi sejak hari pertama mereka memasuki lingkungan sekolah.
Pemkab Muaro Jambi Perkuat Pendidikan Karakter
Junaidi H. Mahir menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi dalam memperkuat pendidikan karakter melalui pelestarian budaya daerah. Menurutnya, sekolah tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter generasi muda.
“Saya atas nama pemerintah daerah sangat mendukung (mensupport) acara kearifan lokal seperti ini. Ini adalah langkah nyata kita dalam menjaga dan melestarikan budaya daerah di tengah arus modernisasi,” ujar Junaidi H. Mahir.
Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong sekolah memasukkan nilai-nilai budaya lokal ke dalam berbagai kegiatan pendidikan. Langkah tersebut sekaligus memperkuat identitas budaya di tengah perkembangan zaman.
Tradisi Makan Bernampan Duduk Besilo Punya Filosofi Mendalam
Selain mengangkat budaya lokal, tema MPLS tahun ini juga mengenalkan filosofi kehidupan kepada para siswa. Junaidi menjelaskan bahwa tradisi Makan Bernampan Duduk Besilo mengajarkan nilai kesetaraan, kebersamaan, dan rasa syukur.
“Filosofi makan bernampan duduk besilo di Jambi melambangkan kebersamaan, kesetaraan, dan rasa syukur. Duduk besilo di lantai bersama-sama secara langsung menghapus batasan status sosial. Di sana, semua orang duduk sejajar tanpa ada yang lebih tinggi atau lebih rendah,” jelasnya.
Melalui tradisi tersebut, setiap orang duduk dalam posisi yang sama. Kondisi itu mengajarkan sikap saling menghormati tanpa memandang jabatan, latar belakang, maupun status sosial.
Tanamkan Semangat Berbagi Sejak Hari Pertama Sekolah
Selanjutnya, Junaidi menjelaskan bahwa tradisi makan dalam satu nampan juga menumbuhkan kebiasaan berbagi. Para siswa belajar menghargai teman, menjaga kebersamaan, serta memperkuat semangat gotong royong.
Menurutnya, suasana makan bersama menciptakan hubungan yang lebih akrab. Selain itu, kebiasaan tersebut mempererat ikatan emosional antar siswa sehingga mereka lebih mudah membangun kerja sama selama menjalani proses belajar.
Oleh sebab itu, pemerintah berharap para siswa terus menerapkan nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat.
Budaya Lokal Jadi Pondasi Karakter Generasi Muda
Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi menilai pengenalan budaya sejak dini menjadi investasi penting bagi masa depan daerah. Melalui MPLS bertema Makan Bernampan Duduk Besilo, sekolah tidak hanya menyambut peserta didik baru, tetapi juga membentuk generasi yang mencintai budaya, menjunjung kebersamaan, serta memiliki karakter kuat untuk menghadapi tantangan masa depan.
FAQ
Apa tema MPLS 2026 di Kabupaten Muaro Jambi?
Tema MPLS 2026 yaitu Interaksi Kearifan Lokal “Makan Bernampan Duduk Besilo” (MBDB) yang mengangkat nilai budaya khas Jambi.
Siapa yang menutup MPLS serentak di Muaro Jambi?
Wakil Bupati Muaro Jambi Junaidi H. Mahir menutup secara resmi MPLS serentak tingkat SD dan SMP.
Di mana penutupan MPLS berlangsung?
Pusat kegiatan berlangsung di SD Negeri 105/IX Danau Lamo, Kecamatan Maro Sebo, sedangkan sekolah lain mengikuti secara daring melalui Zoom Meeting.
Apa makna tradisi Makan Bernampan Duduk Besilo?
Tradisi tersebut mengajarkan nilai kebersamaan, kesetaraan, gotong royong, berbagi, dan rasa syukur tanpa membedakan status sosial.
Mengapa Pemkab Muaro Jambi mengangkat budaya lokal dalam MPLS?
Pemerintah ingin menanamkan karakter, memperkuat identitas budaya daerah, dan mengenalkan warisan budaya Jambi kepada siswa sejak awal memasuki lingkungan sekolah.(Tim)









