Olahraga Bukan Sekadar Gerak: Ini Rahasia 7 Hormon yang Buat Tubuh Lebih Sehat dan Bugar

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 23 Maret 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Olahraga tidak hanya membakar kalori dan menjaga kebugaran tubuh. Saat seseorang beraktivitas fisik, tubuh memproduksi berbagai hormon yang berperan penting dalam menjaga kesehatan fisik dan mental.

Hormon-hormon tersebut bekerja bersama untuk meningkatkan energi, memperbaiki suasana hati, dan membantu pemulihan tubuh setelah berolahraga. Berikut sejumlah hormon yang keluar saat olahraga beserta manfaatnya.

Endorfin: Pereda nyeri alami dan pemicu rasa bahagia

Otak melepaskan endorfin ketika seseorang berolahraga. Produksi hormon ini meningkat saat seseorang melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga tinggi, seperti lari, zumba, atau HIIT.

Endorfin mengurangi rasa sakit dan memunculkan perasaan senang. Banyak orang merasakan euforia setelah olahraga intens, yang sering disebut runner’s high.

Dopamin: Pendorong motivasi dan rasa puas

Tubuh meningkatkan produksi dopamin ketika seseorang mencapai target olahraga. Misalnya, seseorang menyelesaikan sesi latihan atau menambah beban angkat.

Dopamin memunculkan rasa puas, meningkatkan motivasi, serta membantu menjaga fokus dan kualitas tidur.

Serotonin: Penjaga suasana hati dan tidur

Olahraga meningkatkan kadar serotonin dalam tubuh. Hormon ini mengatur suasana hati, pola tidur, dan nafsu makan.

Baca Juga :  Ini 21 Layanan dan Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Kadar serotonin yang seimbang membuat seseorang merasa lebih tenang, stabil secara emosional, dan memiliki kualitas tidur yang lebih baik. Aktivitas seperti jalan kaki atau olahraga pagi membantu meningkatkan hormon ini.

Adrenalin: Peningkat energi dan kewaspadaan

Tubuh melepaskan adrenalin saat seseorang mulai berolahraga. Hormon ini meningkatkan detak jantung, mempercepat pernapasan, dan melancarkan aliran darah ke otot.

Kondisi tersebut membuat tubuh terasa lebih bertenaga, sigap, dan siap bergerak saat beraktivitas fisik.

Hormon pertumbuhan: Membantu pemulihan dan pembentukan otot

Olahraga, terutama latihan kekuatan seperti angkat beban, meningkatkan produksi hormon pertumbuhan.

Hormon ini memperbaiki jaringan otot yang rusak, merangsang pertumbuhan otot baru, dan mempercepat pemulihan setelah latihan. Hormon ini juga membantu tubuh memanfaatkan lemak sebagai sumber energi.

Glukagon: Menjaga suplai energi

Tubuh meningkatkan pelepasan glukagon saat seseorang berolahraga, terutama dalam durasi yang cukup lama. Hormon ini memecah cadangan glikogen di hati menjadi glukosa sebagai sumber energi.

Baca Juga :  BPJS Bakal Dukung Orang Mampu Bayar Lebih

Glukagon juga membantu tubuh menggunakan lemak sebagai energi tambahan, sehingga performa tetap terjaga selama aktivitas fisik.

Kortisol: Hormon stres yang tetap berperan

Tubuh juga meningkatkan kadar kortisol saat seseorang berolahraga, terutama pada intensitas tinggi. Hormon ini mengatur metabolisme dan menjaga kadar gula darah.

Peningkatan kortisol bersifat sementara. Tubuh menyeimbangkannya dengan pelepasan hormon lain seperti endorfin dan serotonin.

Manfaat keseluruhan hormon saat olahraga

Kombinasi berbagai hormon tersebut memberikan banyak manfaat bagi tubuh. Hormon-hormon itu memperbaiki suasana hati, meningkatkan energi, mempercepat pemulihan jaringan, menjaga kesehatan mental, dan mendukung metabolisme tubuh.

Olahraga dengan intensitas sedang hingga berat selama 30–60 menit, sebanyak 3–5 kali per minggu, memicu pelepasan hormon secara optimal. Namun, olahraga ringan seperti jalan kaki atau yoga tetap memberikan manfaat, terutama bagi pemula.

Dengan memahami peran hormon saat olahraga, seseorang dapat lebih termotivasi untuk menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari gaya hidup sehat.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

PPNI Sungai Penuh Diminta Jadi Motor Inovasi Layanan Kesehatan, Wali Kota Tekankan Peran Aktif Perawat di Lapangan
RSUD MHA Thalib Perketat Pengawasan, Ini Kata Dirut
Ini 21 Layanan dan Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan
Pemkab Bungo Gelontorkan Rp35 Miliar untuk BPJS Kesehatan Kelas 3 2026
Menkes Ungkap Gagal Ginjal Kuras Rp13 Triliun, Gaya Hidup Jadi Sorotan
BGN Ungkap 65% Warga RI Butuh MBG, Ini Fokus Perbaikan
Fadly Amran Dorong Pengembangan RSUP M Djamil, Padang Jadi Kota Jasa Kesehatan
HUT ke-40 RSUD Solsel, Perkuat Layanan Responsif
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:54 WIB

PPNI Sungai Penuh Diminta Jadi Motor Inovasi Layanan Kesehatan, Wali Kota Tekankan Peran Aktif Perawat di Lapangan

Senin, 11 Mei 2026 - 12:26 WIB

RSUD MHA Thalib Perketat Pengawasan, Ini Kata Dirut

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:30 WIB

Ini 21 Layanan dan Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Selasa, 28 April 2026 - 18:00 WIB

Pemkab Bungo Gelontorkan Rp35 Miliar untuk BPJS Kesehatan Kelas 3 2026

Rabu, 22 April 2026 - 19:04 WIB

Menkes Ungkap Gagal Ginjal Kuras Rp13 Triliun, Gaya Hidup Jadi Sorotan

Berita Terbaru

Oplus_0

Ekonomi

Seleksi Dewas Tirta Khayangan, Tiga Kandidat Lolos UKK

Senin, 18 Mei 2026 - 17:04 WIB