JAKARTA – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) mempercepat langkah transformasi bisnis dengan menyatukan (merger) dua anak usahanya, PT PLN Electricity Services (PLN ES) dan PT PLN Nusa Daya (PLN ND). Perseroan memilih konsolidasi sebagai strategi untuk memperkuat struktur grup, meningkatkan efisiensi operasional, sekaligus memperbesar daya saing di tengah perubahan industri ketenagalistrikan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari agenda penataan kelompok usaha PLN yang selaras dengan arahan PT Danantara Asset Management (DAM). Melalui penyederhanaan organisasi, PLN ingin menghadirkan koordinasi bisnis yang lebih cepat, pengambilan keputusan yang lebih efektif, dan pengelolaan sumber daya yang semakin optimal.
Di sisi lain, PLN menegaskan bahwa proses merger tidak akan memengaruhi hak para pekerja. Seluruh karyawan tetap menjalankan pekerjaannya seperti biasa sehingga proses integrasi perusahaan berlangsung tanpa pemutusan hubungan kerja (PHK).
PLN ES Menjadi Entitas Hasil Merger
Manajemen PLN mengumumkan bahwa PT PLN Electricity Services akan menjadi perusahaan hasil merger, sedangkan PT PLN Nusa Daya berakhir karena hukum setelah seluruh proses penggabungan selesai.
Dalam pengumuman resmi, manajemen menyampaikan, “Sehubungan dengan penataan kelompok bisnis services tersebut, akan dilaksanakan penggabungan antara PLN ND dan PLN ES dengan PLN ES sebagai perusahaan hasil merger, sedangkan PLN ND akan berakhir karena hukum.”
Melalui skema tersebut, seluruh kepemilikan saham perusahaan yang sebelumnya berada di bawah PLN Nusa Daya akan beralih kepada PLN Electricity Services sesuai ketentuan yang berlaku.
Struktur Grup Menjadi Lebih Ringkas
PLN menilai struktur organisasi yang lebih sederhana akan memperkuat koordinasi antar unit usaha. Selain itu, perusahaan juga dapat mengurangi tumpang tindih fungsi yang selama ini muncul di sejumlah lini bisnis.
Setelah merger berlaku efektif, PLN Electricity Services akan membawahi tiga perusahaan, yaitu PT Haleyora Powerindo, PT Paguntaka Cahaya Nusantara, dan PT Energi Pelabuhan Indonesia.
Konsolidasi tersebut juga membuka ruang bagi perusahaan untuk mempercepat pengembangan bisnis sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan.
Cakupan Bisnis Tetap Luas
PLN Electricity Services tetap menjalankan berbagai kegiatan usaha di sektor ketenagalistrikan beserta jasa pendukungnya. Perusahaan mengelola bisnis pembangkitan, transmisi, distribusi, penjualan tenaga listrik, konstruksi instalasi elektrikal, inspeksi, konsultasi teknis, perdagangan peralatan ketenagalistrikan, hingga layanan digital.
Sementara itu, sebelum merger berlangsung, PLN Nusa Daya mengembangkan usaha pada bidang penyediaan tenaga listrik, pengoperasian instalasi, jasa keinsinyuran, konsultasi teknis, konstruksi elektrikal, industri peralatan ketenagalistrikan, serta berbagai layanan pendukung lainnya.
Karena memiliki ruang lingkup usaha yang saling berkaitan, PLN memandang penggabungan kedua perusahaan sebagai langkah yang mampu memperkuat sinergi bisnis.
Bidik Efisiensi dan Penguatan Kinerja
PLN menargetkan sejumlah manfaat strategis dari proses merger tersebut. Perseroan ingin menghadirkan organisasi yang lebih fokus, meningkatkan efisiensi pengelolaan sumber daya, mempercepat proses bisnis, sekaligus menekan biaya operasional.
Selain itu, perusahaan juga ingin memperkuat kapasitas bisnis inti agar mampu tumbuh secara berkelanjutan. Dengan struktur yang lebih ramping, PLN berharap kinerja operasional, kondisi keuangan, serta tata kelola perusahaan terus meningkat.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari transformasi korporasi yang berlangsung di lingkungan BUMN.
Karyawan Tetap Mendapat Perlindungan
PLN memastikan seluruh pekerja dari kedua perusahaan tetap memperoleh hak dan status kepegawaiannya.
Perseroan juga menegaskan tidak akan melakukan PHK selama proses merger berlangsung. Seluruh hubungan kerja akan berlanjut di bawah perusahaan hasil merger sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Komitmen tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas organisasi sekaligus memastikan operasional perusahaan tetap berjalan tanpa gangguan.
Akta Merger Ditandatangani Setelah RUPS
PLN memperkirakan penandatanganan akta penggabungan berlangsung pada 30 Juni 2026 setelah kedua perusahaan menyelesaikan mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Sirkuler.
Setelah seluruh tahapan rampung, PLN akan menjalankan struktur organisasi baru sebagai fondasi untuk memperkuat bisnis layanan ketenagalistrikan dan meningkatkan nilai perusahaan dalam jangka panjang.
FAQ
Mengapa PLN menggabungkan dua anak usaha?
PLN ingin menyederhanakan struktur perusahaan, meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat sinergi bisnis, dan mendukung transformasi korporasi.
Perusahaan mana yang menjadi hasil merger?
PT PLN Electricity Services menjadi perusahaan hasil merger, sedangkan PT PLN Nusa Daya berakhir karena hukum.
Apakah merger berdampak pada karyawan?
Tidak. PLN memastikan seluruh hak dan status karyawan tetap berlaku serta tidak ada pemutusan hubungan kerja.
Kapan merger mulai berlaku?
PLN menargetkan penandatanganan akta penggabungan pada 30 Juni 2026 setelah RUPS Sirkuler kedua perusahaan selesai.(Tim)









