Harga Plastik Naik 50 Persen, Indonesia Temukan Solusi Pasokan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 23 April 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Harga plastik melonjak tajam hingga 50% akibat gangguan pasokan bahan baku dari Timur Tengah. Pemerintah langsung bergerak cepat mencari sumber alternatif agar industri dalam negeri tetap berjalan.

Kementerian Perdagangan mengungkapkan, konflik di Timur Tengah memicu gangguan pasokan nafta, bahan utama industri petrokimia. Kondisi ini langsung menekan harga plastik di pasar global.

Menteri Perdagangan, Budi Santoso menegaskan, Indonesia tidak tinggal diam. Pemerintah mulai mengalihkan sumber impor dari beberapa negara lain.

“Pasokan nafta dari Timur Tengah terganggu. Kami sudah siapkan alternatif dari India, Afrika, dan Amerika,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

Langkah diversifikasi ini menjadi kunci untuk menjaga stabilitas industri, terutama sektor yang bergantung pada plastik.

Industri Pangan Mulai Tertekan

Kenaikan harga plastik langsung menghantam industri pangan. Pelaku usaha mengeluhkan lonjakan biaya produksi, terutama untuk kemasan beras dan gula.

Baca Juga :  Biaya Kesehatan Rp175 Triliun Masih Ditanggung Warga, OJK Dorong Asuransi

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan gangguan rantai pasok global membuat bahan kemasan semakin sulit didapat.

“Pelaku usaha mulai merasakan tekanan. Kemasan berbasis plastik sangat bergantung pada impor,” katanya.

Jika kondisi ini terus berlanjut, harga pangan berpotensi ikut naik.

Malaysia Tawarkan Solusi Cepat

Di tengah tekanan tersebut, peluang baru muncul dari Malaysia. Produsen plastik di Sarawak menawarkan pasokan dengan harga lebih kompetitif.

Staf Khusus Menteri Pertanian, Sam Herodian, menyebut pihaknya sudah menerima respons awal dari produsen di sana.

“Mereka siap kirim sampel. Kami tinggal menunggu penawaran resmi,” ujarnya.

Produk yang ditawarkan berupa kemasan jenis dalamatic bag. Kemasan ini mampu menyimpan beras hingga dua sampai tiga tahun tanpa perlakuan khusus.

Baca Juga :  Kapal Malaysia Tembus Selat Hormuz, Bawa 1 Juta Barel Minyak di Tengah Krisis Global

Selain itu, pelaku usaha bisa menggunakan kemasan ini berulang kali sehingga lebih efisien.

Pemerintah Siapkan Alternatif Energi

Pemerintah tidak hanya mengandalkan impor. Mereka juga mulai menjajaki penggunaan LPG sebagai bahan baku pengganti nafta.

Pemerintah membidik kawasan Eurasia sebagai sumber pasokan baru. Strategi ini diharapkan bisa mengurangi ketergantungan terhadap Timur Tengah.

Meski begitu, seluruh kerja sama masih berada pada tahap penjajakan. Pemerintah terus menghitung skema terbaik agar harga tetap stabil dan pasokan tetap aman.

Jaga Stabilitas Harga

Pemerintah menilai langkah cepat ini penting untuk meredam gejolak harga plastik. Stabilitas pasokan juga menjadi prioritas agar industri pangan tidak terganggu.

Jika pasokan alternatif berjalan lancar, tekanan harga plastik berpotensi mereda dalam waktu dekat.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Harga Emas Hari Ini 10 Juni 2026 di Pegadaian Stabil, Berapa Selisih Antam, UBS dan Galeri 24?
Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 10 Juni 2026, Kadar 24 Karat Cetak Rekor Rp2,45 Juta
Ekspor CPO Disatukan Mulai 2027, Pemerintah Terapkan Skema Satu Pintu Lewat PT DSI
Harga Sawit Tak Wajar, 300 Perusahaan Masuk Radar Hukum: Pemerintah Turun Tangan Lindungi Petani
Bengkulu Catat Tren Positif Pengangguran, BPS Apresiasi dan Siapkan Sensus Ekonomi Baru
Indonesia Stop Impor Beras, Kebijakan Baru Picu Dampak Global
Mentan Amran Tindak Tegas Harga TBS Sawit, Pemerintah Siap Periksa 300 Perusahaan
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 8 Juni 2026 Stabil, Pilih Antam, UBS atau Galeri24?
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:04 WIB

Harga Emas Hari Ini 10 Juni 2026 di Pegadaian Stabil, Berapa Selisih Antam, UBS dan Galeri 24?

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:17 WIB

Ekspor CPO Disatukan Mulai 2027, Pemerintah Terapkan Skema Satu Pintu Lewat PT DSI

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:27 WIB

Harga Sawit Tak Wajar, 300 Perusahaan Masuk Radar Hukum: Pemerintah Turun Tangan Lindungi Petani

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:17 WIB

Bengkulu Catat Tren Positif Pengangguran, BPS Apresiasi dan Siapkan Sensus Ekonomi Baru

Senin, 8 Juni 2026 - 21:00 WIB

Indonesia Stop Impor Beras, Kebijakan Baru Picu Dampak Global

Berita Terbaru